Konten dari Pengguna

Pemerintah Tiongkok Perpanjang Jam Pulang Sekolah

Liliana

Liliana

Jurnalis China Media Group (CMG) Departemen Bahasa Indonesia

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Liliana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Untuk mengurangi beban siswa dan beban ekonomi orang tua dalam hal pendidikan, pemerintah Tiongkok mengeluarkan kebijakan “pengurangan ganda”, yaitu pengurangan lebih lanjut beban kerja siswa dan pelatihan di luar sekolah dalam tahap pendidikan wajib, dengan melarang lembaga pendidikan di luar sekolah mengadakan aktivitas pembelajaran di hari libur. Banyak orang tua yang mungkin mendukung kebijakan tersebut, namun juga banyak orang tua yang mungkin mengeluh bagaimana mengatasi masalah anak-anak yang telah pulang sekolah sementara mereka masih bekerja, sedangkan mencari penjemput atau pengasuh mungkin akan mengeluarkan biaya yang lebih mahal daripada biaya bimbel.

Setelah kegiatan bimbel dilarang, bagaimana caranya agar orang tua bisa punya waktu untuk menjaga anak-anak mereka setelah pulang kerja? Jika orang tua tidak menyerahkan anaknya ke bimbel, siapa yang menjaga mereka sementara orang tua bekerja? Liburan musim dingin dan musim panas juga menjadi masalah, sekolah atau masyarakat juga harus memiliki layanan penitipan sepanjang hari berbiaya rendah bagi orang tua untuk menjaga anak-anak mereka. Ini adalah masalah utama yang harus diperhatikan pemerintah setelah larangan bimbel diberlakukan.

Sebelumnya, pada sebagian besar keluarga muda, kedua orang tua semuanya bekerja, sedangkan anak-anak pulang sekolah sekitar pukul 15.30. Untuk para pekerja kantoran, satu-satunya cara untuk menjemput anak-anak adalah dengan mencari penjemput bayaran atau pengasuh untuk menjemput anak mereka dengan dikenakan biaya tertentu, atau mendaftarkan anaknya pada kelas bimbel. Guru bimbel akan menjemput anak sepulang sekolah dan membimbing mereka mengerjakan tugas sekolah sampai orang tua datang menjemput mereka.

Ilustrasi dari Pixabay

Respon para orang tua terkait kebijakan ‘pengurangan ganda’ beberapa saat yang lalu telah dijawab oleh Kementrian Pendidikan Tiongkok. Jadwal kelas sekolah adalah proyek yang sedang diperbaiki. Kebijakan baru memberlakukan jam pulang sekolah untuk murid SD dan sekolah menengah akan diperpanjang sejak tanggal 1 September lalu. Jam pulang sekolah akan diperpanjang sedikitnya tidak kurang dari 2 jam, setelah jam pulang kantor orang tua. Kebijakan ini telah memenangkan dukungan yang tak terhitung dari para orang tua.

Namun, kebijakan tersebut ada manfaat dan kerugiannya. Keuntungan didapat oleh keluarga murid, orang tua dapat menjemput pulang anak setelah pulang kerja tanpa menunda waktu kerja. Tetapi hal tersebut merugikan bagi para guru, mereka akan merasa bahwa waktu kelas tiba-tiba bertambah banyak dan mereka tidak akan terbiasa. Tentu saja, ini adalah layanan berimbalan, dan guru akan mendapatkan peningkatan gaji.

Namun, masih ada orang tua yang khawatir dengan pekerjaan rumah. Dinas pendidikan juga sudah mengatur agar semua pekerjaan rumah dapat diselesaikan di sekolah dengan dampingan guru. Yang pasti kualitasnya lebih baik daripada di rumah. Singkatnya, biaya ini jelas lebih hemat biaya daripada membayar pengasuh atau bimbel.

Sebagian besar bimbingan pekerjaan rumah untuk siswa dapat diselesaikan selama waktu layanan pasca kelas yang disediakan oleh sekolah. Jika anak-anak dapat menyelesaikan pekerjaan rumahnya dengan cepat, ia bahkan dapat menyelesaikan pekerjaan rumah hari itu juga di sekolah, sehingga orang tua tidak perlu bingung membimbing anak-anak mengerjakan pekerjaan rumahnya di rumah.

Selain itu, pada beberapa keadaan keluarga yang khusus, misalnya tidak ada anggota keluarga lain yang membantu mengasuh anak, dan orang tua harus bekerja lembur. Dalam hal ini, sulit bagi orang tua untuk menjemput anaknya dari sekolah tepat waktu. Jika ada orang tua yang kebetulan berada dalam situasi ini, mereka dapat mengajukan permohonan ke sekolah untuk layanan penitipan sepulang sekolah yang diperpanjang sehingga anak-anak dapat menunggu sampai orang tua pulang kerja dan menjemput mereka pulang. Sekolah menengah pertama umumnya mengadopsi metode belajar mandiri malam.

Tentu saja, layanan pasca kelas tidak diberikan secara gratis. Orang tua perlu membayar biaya tertentu, tetapi biaya ini jauh lebih murah daripada harga layanan serupa di pasar. Dibandingkan dengan guru dari lembaga bimbingan belajar di luar sekolah, guru sekolah memiliki lebih banyak pengalaman mengajar dan mengenal anak-anak mereka lebih baik. Jadi secara umum, layanan pasca kelas yang disediakan oleh sekolah lebih hemat biaya.

Meskipun pemberitahuan itu tidak menentukan biaya khusus untuk layanan pasca kelas. Tetapi dilihat dari pemberitahuan tersebut, harganya pasti akan jauh lebih rendah dari harga layanan pasar setempat.

Banyak orang tua memuji kebijakan layanan pasca kelas ini, karena kebijakan ini sangat membantu orang tua memecahkan banyak masalah. Meskipun beberapa keluarga dengan kondisi ekonomi yang unggul mungkin memilih untuk terus berpartisipasi dalam beberapa bimbingan belajar atau pengasuhan di lembaga bimbingan belajar di luar sekolah, namun bagi sebagian besar keluarga, biaya mendaftarkan anak-anak mereka di kelas bimbingan belajar tidak rendah, dan sekarang sekolah dapat menyediakan layanan yang sebanding dengan biaya yang lebih rendah, sehingga dapat memenuhi kebutuhan sebagian besar keluarga.

Namun bagi guru, sulit untuk menyetujui layanan pasca kelas setelah jam sekolah, karena mereka adalah penyedia layanan pasca kelas. Ketika semua sekolah wajib belajar menerapkan layanan pasca kelas, itu berarti sebagian dari mereka akan pulang kerja lebih larut, sehingga mereka akan memiliki waktu yang lebih sedikit untuk dihabiskan dengan keluarga dan anak-anak mereka.