Konten dari Pengguna

Tiongkok Mulai Gunakan Vaksin Corona Hirup

Liliana

Liliana

Jurnalis China Media Group (CMG) Departemen Bahasa Indonesia

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Liliana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Vaksin inhalasi Corona adalah vaksin rekombinan virus Corona (vektor adenovirus tipe 5) yang menggunakan nebulizer untuk mengatomisasi vaksin menjadi partikel-partikel kecil, dihirup melalui mulut, memasuki saluran pernapasan bagian atas, bronkus, dan paru-paru, kemudian akhirnya mengaktifkan tiga kekebalan mukosa, tubuh cairan, dan sel. Metode vaksinasi vaksin inhalasi Corona berbeda dengan vaksin virus Corona konvensional. Penerima vaksin perlu menghembuskan napas dalam-dalam terlebih dahulu, kemudian perlahan-lahan menarik napas dalam-dalam hingga tidak ada kabut di dalam cangkir, dan terakhir menahan napas selama 5 detik untuk menyelesaikan proses vaksinasi.

Vaksin Corona hirup mulai diberlakukan  di Tiongkok. Sumber foto : Zhang Ying
zoom-in-whitePerbesar
Vaksin Corona hirup mulai diberlakukan di Tiongkok. Sumber foto : Zhang Ying

Dibandingkan dengan vaksinasi tradisional, keuntungan dari metode vaksinasi ini adalah non-invasif, tidak menyakitkan, tidak ada sensasi benda asing, lebih mudah dan nyaman. Saat ini, vaksin COVID-19 inhalasi ditujukan untuk orang berusia 18 tahun ke atas yang telah menerima 2 dosis vaksin COVID-19 inaktif atau 1 dosis vaksin COVID-19 rekombinan CanSino yang disuntikkan secara intramuskuler dengan selang waktu 6 bulan atau lebih. Jika orang yang berusia di atas 60 tahun memilih vaksin ini sebagai vaksin penguat, maka interval antara vaksinasi sebelumnya dengan vaksinasi penguat dapat dipersingkat menjadi 3 bulan.

Para ahli yakin bahwa untuk saat ini, vaksin inhalasi Corona hanya cocok dijadikan sebagai vaksin penguat dan bukan sebagai imunisasi dasar. Orang yang belum divaksinasi vaksin virus Corona dan orang yang telah menerima suntikan penguat dari vaksin virus Corona tidak boleh menggunakannya.