Kelas kumparan: Bagaimana Membuat Kampanye Kreatif ala Gojek?
Kamu familiar dengan iklan ini?

Atau ini?
Pernah nggak kepikiran “kok bisa jadi kampanye iklan kaya gitu?” “Apa rahasianya, ya?” Nah, spesial di Kelas kumparan kemarin (8/10), Tubagus Putera, Gojek Associate Creative Director berbagi tipsnya untuk awak kumparan.
Kelas yang berlangsung satu jam lebih ini dibuka dengan pemaparan mas TB (sapaan akrab Tubagus Putera) tentang apa yang pertama dilakukan saat mencari ataupun mendapatkan sebuah ide kreatif. Jawabannya adalah banyak bertanya. Tanya tentang briefnya sedetail mungkin, tanya tentang produknya, tanya tentang goal dari brief tersebut, juga termasuk tanya ke diri sendiri “sebenarnya apa, sih yang ingin dibuat?”
Ada pertanyaan-pertanyaan dasar yang wajib ditanyakan.
WHY: What context should I know?
Pertanyaan bisa meliputi, apa yang sedang terjadi di masyarakat? Ada masalah apa di luar? Ada peluang apa yang bisa jadi bahan untuk diskusi dan punya solusi apa untuk masalah tersebut?
WHAT do we want to achieve? What is the desired result?
Tanyakan dengan jelas apa tujuan dari kampanye yang akan dibuat sebelum menentukan satu tujuan yang bisa menyukseskan kampanye tersebut.
WHO do we want to achieve it from?
Tanya dan kepoin orang di sekitar kita apa yang mereka inginkan dan butuhkan.
HOW can we solve both the consumer & our brand’s problem?
Tawarkan solusi. Apa keuntungan yang bisa kita berikan ke mereka dan apa keuntungan yang bisa kita dapatkan.
WHEN & WHERE do we plan to execute this?
Penting juga untuk menanyakan, apa channel media yang akan digunakan, berapa biaya kampanyenya, apakah bisa menjangkau komunitas hingga durasi kampanyenya berapa lama.
Dengan banyak bertanya kita kan mendapatkan banyak insight yang bagus dan unik. Karena semakin unik sebuah insight maka akan semakin menarik juga materi komunikasi yang bisa dibuat. Lalu bagaimana mengukurnya? “Kalau orang-orang udah sampai ngomong “gue banget nih” itu itu berarti materi komunikasi dan insightnya semakin tepat dan efektif.” kata mas TB.
“Dan jangan lupa untuk brainstorming, ngobrol,” tambahnya. Karena cara tersebut merupakan bentuk stimulasi yang baik untuk mendapatkan ide yang keren. Di akhir sesi lelaki yang juga dikenal sebagai seorang konten kreator ini mengingatkan untuk “Belief the ide” percaya dengan ide yang sudah kita buat dan perjuangkan ide tersebut.
Karena sebenarnya ide bisa datang dari mana saja, bahkan dari hal sederhana yang kadang tidak kita duga.
