Kelas kumparan: Berpikir Kritis dalam Pembuatan Konten

Berpikir kritis menjadi salah satu skill yang wajib dikuasai saat bekerja di industri media. Dengan menguasai skill ini seseorang bisa lebih dalam memahami sebuah isu yang ada.
Untuk menguasai skill yang satu ini, Rabu (28/4) Kelas kumparan menghadirkan langsung Ikhwanul Khabibi, Head of Coverage and Content Synchronization untuk sharing bagaimana berpikir kritis dalam pembuatan konten di kumparan.
Bukan hanya tentang bagaimana berpikir kritis dalam pembuatan konten, ia juga menjelaskan bagaimana manfaat, kaidah hingga solusi yang bisa dilakukan saat mengalami hambatan dalam berpikir kritis.
Kelas yang berlangsung selama satu jam dibuka dengan presentasi singkat dari Habibi, sapaan akrabnya. Dimulai dari bagaimana nalar berpikir kritis, yang menurutnya ini merupakan sebuah kemampuan seseorang mempertanyakan segala sesuatu hingga tidak ada lagi pertanyaan yang bisa diajukan.
Nalar ini sangat bermanfaat saat seorang jurnalis atau pekerja media melakukan wawancara kepada narasumber, ia menambahkan “Ketika tidak ada lagi pertanyaan yang bisa diajukan, sesuatu itu bisa dianggap clear atau sangat jelas. Maka, fungsi nalar ini adalah untuk memperjelas sesuatu.” jelas Habibi.
Lalu, dilanjutkan dengan tiga kunci berpikir kreatif, pertama banyak mendengarkan, kedua semua hal memiliki celah untuk dipertanyakan, dan ketiga kecepatan analisis. Ketiga kunci tersebut menjadi satu kesatuan yang saling berkaitan dalam proses berpikir kritis.
Setelah itu, Habibi melanjutkan dengan studi kasus beberapa story di kumparan seperti kasus tsunami yang terjadi di Selat Sunda pada 2018 dan tenggelamnya KRI Nanggala beberapa waktu lalu.
Sesi dibawa sangat santai saat Habibi menceritakan bagaimana proses pembuatan kedua story tersebut. Cerita di baliknya hingga kejadian-kejadian yang bisa dijadikan pembelajaran oleh teman-teman di kumparan.
Presentasi selesai, sesi dilanjutkan dengan tanya jawab. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan berdasarkan pengalaman pribadi awak kumparan saat bertugas. Mulai dari saat mereka mengelola konten, dengan beberapa kendala yang dihadapi, proses wawancara dengan narasumber, hingga tips manajemen stress yang dilakukan Habibi.
Dengan adanya kelas ini diharapkan dapat menjawab berbagai pertanyaan awak kumparan saat melakukan pekerjaan dan tugasnya, serta meningkatkan skill berpikir kritis mereka untuk menghasilkan konten-konten yang bermanfaat bagi pembaca kumparan.
