kumparan
17 Januari 2020 14:55

Refleksi Tiga Tahun kumparan

lifeatkumparan
Rasanya baru kemarin ketika kumparan ini digagas. Tak terasa, yang kemarin itu ternyata sudah tiga tahun silam.
ADVERTISEMENT
Sudah begitu banyak yang terjadi. Sudah begitu banyak yang berubah.
Dimulai hanya dengan delapan orang sekarang 450 orang menjadi bagian dari keluarga di kumparan ini.
Taman Komunitas kumparan
Taman Komunitas kumparan.
Bermula di sebuah ruangan sembilan meter persegi di bilangan Kemang sekarang menempati sebuah kompleks seluas enam ribu meter persegi dengan tiga bangunan utama lengkap dengan taman komunitas di Pejaten.
Dulu koordinasi operasional cukup dengan saling teriak sekarang harus berjejaring lewat email, Trello, Slack, dan sekian rupa aplikasi teknologi manajemen lainnya.
Dari sendirian tanpa rekanan sekarang sedikitnya 36 media dari Merauke hingga Sabang menjadi mitra kumparan. Ada belasan lain yang antre melamar untuk bergabung baik yang berbasis lokalitas dan interest.
kumparan, 1001 Start Up, Media Online
Pemimpin Redaksi kumparan, Arifin Asydhad dan Head of Collaboration kumparan, Dhini Hidayati, foto bersama peserta 1001 Startup Media Online. Foto: Matheus Marsely/kumparan
Jumlah pemangku kepentingan di kumparan dulu bisa dihitung dengan jari sebelah tangan sekarang menjadi ratusan. Dari lembaga pemerintahan, lembaga bisnis, organisasi dan lembaga masyarakat keagamaan, komunitas, dan tentu saja jutaan pengguna setia kumparan.
Best Digital News Start-up, Hugo Diba, POTRAIT
CEO kumparan, Hugo Diba (tengah), saat menerima penghargaan sebagai Best Digital News Startup di Hong Kong, Rabu (30/10). Foto: Dok. WAN-IFRA
Dari awal tidak dikenal hingga menjelang tahun ketiga keberadaan kumparan mendapat pengakuan sebagai Best Media Digital Start-up 2019 versi Asosiasi Penerbit dan Media Internasional (WAN-IFRA) yang berpusat di Hong Kong ataupun Most Favourite Publisher versi LINE Indonesia Awards 2019.
Best Digital News Start-up, Hugo Diba, POTRAIT
Piagam penghargaan Best Digital News Start-up kepada kumparan di Hong Kong, Rabu (30/10). Foto: Yusuf Arifin/kumparan
Dari manapun kita melihatnya, ini sebuah perkembangan yang melegakan. Angka-angka itu menceritakan sesuatu yang membanggakan untuk disampaikan. Sukses mungkin pendefinisian oleh khalayak kebanyakan atas angka-angka yang menyenangkan itu.
ADVERTISEMENT
Tetapi itu semua lebih sebagai konsekuensi dari tujuan didirikannya kumparan. Bukan tujuan.
Keinginan kami ketika mendirikan kumparan adalah agar mempunyai dampak positif bagi siapapun yang terasosiasi maupun yang tidak dengan kami. Pendeknya agar kumparan ini bermanfaat.
kumparanderma
kumparanderma bantu Kakek Arsyad.
Sebagai media agar bisa memberi contoh media yang berpegang teguh pada kaidah dan etika jurnalistik yang benar.
Sebagai platform agar memberi penyuluh akan sebuah platform yang inklusif—memungkinkan pengguna dan pemangku kepentingan untuk turut mengunggah konten—terbuka, interaktif, tetapi sehat dan bertanggung jawab.
Sebagai perusahaan teknologi online agar berada di garis depan untuk persoalan inovasi dan penunjuk arah bagi berbagai kemungkinan pengembangan. Tidak menjadi masalah apabila itu kemudian ditiru oleh pihak lain karena bukankah itu sebagian yang kami inginkan. Agar industri bisa semakin semarak dan hidup.
ADVERTISEMENT
Sebagai institusi bisnis agar bisa memberi penghidupan kepada mereka yang terasosiasi atau pemangku kepentingan yang terkait dengan kumparan.
Sebagai sebuah semangat dan ide agar kumparan memberi inspirasi kepada siapapun untuk berbuat serupa dan/atau bahkan lebih.
Dan lagi kami memahami sukses hanya sebuah kesementaraan. Mengikuti apa kata mendiang Perdana Menteri Inggris Raya Winston Churchill, "Success is not final; failure is not fatal: It is the courage to continue that counts—Sukses tidaklah sebuah akhir; kegagalan tidaklah fatal: Yang bermakna adalah keberanian untuk terus berusaha."
Karenanya yang bisa dan akan terus kami lakukan adalah berusaha untuk terus bisa memberi dampak positif dan bermanfaat. Semoga Tuhan merestui.
Yusuf Arifin, Chief of Storyteller mewakili founder dan manajemen kumparan
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan