Konten dari Pengguna

7 Cara Manual untuk Memprediksi Turunnya Hujan

LifeHack

LifeHack

Membicarakan seputar trik dan tips kehidupan.

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari LifeHack tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

7 Cara Manual untuk Memprediksi Turunnya Hujan
zoom-in-whitePerbesar

Menurut data dari BMKG bulan September 2018 dikatakan sebagai masa transisi dari musim kemarau ke musim hujan yang akan dimulai sejak bulan Oktober hingga puncaknya di bulan Januari – Februari 2019 nanti. Selain berjaga-jaga dengan membawa payung saat bepergian, sebenarnya kita bisa menghindari hujan apabila kita sudah mengetahui apabila cuaca hari itu akan turun hujan atau tidak. Berikut ini adalah 7 cara manual agar kita bisa memprediksi apakah hujan akan turun.

1. Melihat Perilaku Hewan

7 Cara Manual untuk Memprediksi Turunnya Hujan  (1)
zoom-in-whitePerbesar

(Sumber: entnemdept.ufl.edu)

Gerak-gerik hewan di sekitar kita bisa menjadi tanda apabila hujan akan turun. Untuk hewan di udara, misalnya burung, mereka akan terbang rendah dan berputar-putar di satu titik tertentu karena tekanan udara yang tinggi saat akan turun hujan akan membuat mereka sakit ketika berada di ketinggian.

Untuk hewan di darat, misalnya sapi, mereka akan mengibas-ibaskan ekor mereka sementara semut akan membuat sarang yang tinggi agar tempat tinggal mereka tetap aman saat dilanda cuaca buruk.

2. Perhatikan Embun Rumput di Pagi Hari

7 Cara Manual untuk Memprediksi Turunnya Hujan  (2)
zoom-in-whitePerbesar

(Sumber: Slowplayers.org)

Kondisi tumbuhan di depan rumah juga bisa digunakan sebagai alat yang bagus untuk memprediksi apakah hujan akan turun. Cobalah kamu pergi keluar rumah saat pagi hari lalu melihat apakah ada embun yang menempel di salah satu tumbuhan di dekat kalian.

Jika ada embun pada tumbuhan di pagi hari maka itu pertanda bahwa hari itu akan cerah. Namun apabila rumput maupun daun di sekitar kamu sangat kering maka bersiap-siaplah membawa payung dan jas hujan ketika kamu pergi ke luar. Tetapi jika pada malam sebelumnya sudah turun hujan maka prediksi ini tidak cocok untuk digunakan.

3. Melihat Jenis Awan

Ilustrasi awan (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi awan (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

Jika kita kembali mengingat pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam saat SD maka kita akan mengetahui ada beberapa jenis awan tertentu di langit misalnya awan Kumulonimbus, Stratus, Stratocumulus, Cirrus, dan lain sebagainya. Awan Nimbostratus adalah awan padat gelap yang berjarak rendah dan memadati langit sehingga bisa kita ketahui pasti hujan akan turun sebentar lagi.

Lalu ada pula awan Anvil yang bentuknya padat memanjang ke atas mirip asap bom nuklir. Meskipun jarang dijumpai namun awan ini sangat berbahaya karena berpotensi menimbulkan badai petir dengan kekuatan dahsyat. Ada pula awan Altocumulus yang berbentuk seperti sisik ikan dan menandakan bahwa hujan akan turun dalam 36 jam ke depan.

4. Melihat Jenis Langit

7 Cara Manual untuk Memprediksi Turunnya Hujan  (4)
zoom-in-whitePerbesar

Langit berwarna merah sangat cantik sekali untuk dilihat apalagi ketika matahari terbenam. Namun ternyata langit berwarna merah juga bisa menjadi penanda bagi kita akan datangnya hujan. Jika kita melihat langit berwarna merah ketika sore hari saat matahari tenggelam maka itu menandakan bahwa cuaca akan baik-baik saja. Namun jika kamu melihat langit merah saat pagi hari maka itu menandakan bahwa udara kering sudah bergerak melewati daerah kita dan membawa udara lembab yang berpotensi sebagai tanda akan datangnya hujan lebat sebentar lagi.

5. Merasakan Arah Angin

7 Cara Manual untuk Memprediksi Turunnya Hujan  (5)
zoom-in-whitePerbesar

(Sumber: Brice Praslicka/ Flickr)

Pertama kamu harus tahu dulu kamu sedang menghadap ke arah mana gampangnya tinggal lihat ke arah munculnya matahari atau dari arah Timur. Lalu masukkan jari kalian kedalam mulut agar basah lalu acungkan ke atas.

Jika kamu merasakan angin berhembus lemah dari arah Utara atau Timur maka itu menandakan bahwa cuaca akan baik-baik saja. Namun, jika kamu merasakan ada udara kuat datang dari arah Barat maka itu menandakan bahwa hujan akan turun sebentar lagi.

6. Menghirup Udara

7 Cara Manual untuk Memprediksi Turunnya Hujan  (6)
zoom-in-whitePerbesar

(Sumber: Epic Self)

Jika indera pernafasan kamu cukup peka dan tidak dalam kondisi sedang flu maka kamu bisa mencoba ini. Langkah pertama adalah menarik nafas yang dalam lalu rasakan aroma udara yang ada di sekitar kamu. Jika kamu bisa mencium bau tanah serta tumbuh-tumbuhan dengan sangat jelas maka itu pertanda bahwa hujan akan turun. Aroma lingkungan alam akan semakin kuat karena adanya udara lembap yang berguna sebagai pertanda datangnya hujan.

7. Melihat Penampakan Bulan

7 Cara Manual untuk Memprediksi Turunnya Hujan  (7)
zoom-in-whitePerbesar

(Sumber: Brice Praslicka/ Flickr)

Tidak ada salahnya sebelum tidur kamu memperhatikan penampakan bulan agar bisa tenang ketika hendak beraktivitas esok hari. Jika bulan malam itu terdapat pancaran cahaya atau halo maka itu menandakan bahwa akan turun hujan selama tiga hari ke depan. Selain dari adanya cincin bulan pertanda hujan juga bisa dilihat dari warna bulan. Bulan yang berwarna cerah menandakan bahwa hujan akan turun sementara bulan yang berwarna pucat menandakan musim kemarau.