Cara Mudah Memeriksa Kebenaran Informasi yang Didapat dari Internet

Membicarakan seputar trik dan tips kehidupan.
Tulisan dari LifeHack tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kemudahan mendapat informasi di zaman yang serba canggih ini layaknya pisau bermata dua. Kemudahan tersebut bisa memberi manfaat, namun juga bisa berdampak negatif, jika informasi dibuat untuk menguntungkan maupun merugikan seseorang atau kelompok.
Apalagi dengan hadirnya media sosial, terkadang sulit untuk membedakan mana informasi yang benar dan mana yang hoaks. Jika tidak jeli menentukan mana informasi yang benar dan yang menyesatkan, banyak kerugian yang didapatkan.
Lalu bagaimana cara memeriksa kebenaran informasi yang kita terima di internet? Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengetahui informasi berita, foto maupun video yang sampai ke kita itu Hoaks atau benar.
Perhatikan judul informasi.
Judul informasi yang kita terima dari Internet terkadang terkesan sensasional dan cendrung provokatif. Sebaiknya baca dulu betul-betul isi dari informasi tersebut, jangan mudah terhasut dengan judul.
Carilah referensi informasi serupa di penyedia informasi lainnya, kemudian bandingkan. Dari situ kita bisa menyimpulkan informasi tersebut Hoaks atau bukan.
Cek domain situs asal informasi.
Cara selanjutnya adalah cek domain situs penyedia informasi. Jika akhiran domain berasal dari lembaga resmi seperti pemerintah Indonesia (.go.id), pendidikan (.edu), atau perusahaan komersil (.com), biasanya cenderung lebih bisa dipertanggung jawabkan kebenaran informasinya. Namun tetap teliti dengan membandingkan informasi dari situs lainnya ya.
Jika menggunakan domain blog, kamu harus berhati-hati. Menurut situs Kominfo, di tahun 2018 ada 800 ribu situs yang terindikasi sebagai penyebar hoaks di Indonesia. Pemerintah pun sedang mengusut serta berupaya untuk menutup situs-situs tersebut.
Curigai informasi dari media sosial.
Informasi yang didapatkan dari media sosial seperti Instagram, Whatsap, Facebook, Twitter dan lain-lain, sangat perlu dicurigai. Apalagi jika dalam informasi tersebut terdapat ajakan untuk menyebarkan ulang informasi di tempat lain.
Cobalah untuk mencari kebenaran informasi dari akun media sosial resmi lembaga maupun perseorangan yang terkait dalam informasi. Karena banyaknya akun palsu yang dibuat oleh pihak tidak bertanggung jawab, pastikan akun yang kamu tuju memiliki logo terverivikasi.
Gunakan perncarian gambar Google.
Untuk mengetahui kebenaran sebuah informasi dalam bentuk foto, kamu bisa gunakan pencarian gambar Google. Tarik lalu lepaskan foto yang kamu inginkan pada kolom search. Google akan segera menyajikan foto-foto yang berkaitan.
Cara ini bisa membuat kamu mudah membandingkan mana foto yang asli dan mana yang sudah melalui proses penyuntingan. Dari situ kamu bisa tau itu apakah informasi dalam foto benar atau hoaks.
Cari sumber informasi yang lengkap.
Hindari mengonsumsi informasi tanpa tau secara lengkap. Kamu bisa gunakan situs YouTube untuk mencari informasi dalam bentuk video. Namun pastikan juga kamu memperolehnya dari sumber akun resmi.
Biasanya akun resmi akan menyajikan informasi dalam bentuk video secara penuh, tidak hanya sepotong dan menyesatkan. Dengan rajin mencari alternatif informasi dari berbagai situs resmi kamu akan dengan mudah membandingkan kebenaran satu informasi dengan yang lainnya.
Ikuti gerakan anti hoaks yang ada di internet.
Fanpage dan grup diskusi anti hoaks juga bisa dijadikan referensi suatu informasi. Contohnya fanpage anti hoaks di Facebook, cukup banyak bisa kamu temukan dan bisa di cari di Google. Dalam grup-grup tersebut, biasanya disebarkan klarifikasi informasi yang terindikasi hoaks.
Berita klarifikasi biasa disebarkan oleh anggota dari narasumber resmi. Tentu saja anda tetap harus bisa berhati-hati dan tidak mengikuti komunitas yang menyesatkan.
Laporkan Hoaks.
Partisipasi aktif dalam menghindari dan memberantas informasi palsu sangat dibutuhkan. Setelah mencari tau mana informasi yang benar dan yang hoaks, ada baiknya kamu ikut aktif melaporkan informasi yang menyesatkan dan menyebarkan yang bisa dipercaya.
Di laman Facebook ada fitur Report Status jika kamu menemukan informasi bohong dan bersifat berbahaya. Begitu juga di situs media sosial lainnya. Kamu juga bisa langsung mengirimkan pengaduan pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui email aduankonten@mail.kominfo.go.id.
(rin)
Baca lebih banyak berita mengenai artis/seleb/sepak bola/info unik lebih nyaman di aplikasi kumparan.
Download aplikasi Android di sini.
Download aplikasi iOS di sini.
