Bagaimana Respons Imunitas Non Spesifik dan Spesifik pada Benda Asing

Penulis bidang kesehatan di UMSurabaya Peneliti PUSAD UMSurabaya
Konten dari Pengguna
4 Agustus 2022 16:11
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Lihabi S,Tr,Kes tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
pixabay.com
ADVERTISEMENT
Tahukah anda?
Bawa pada tubuh kita terdapat beberapa tahap pertahanan tubuh untuk melawan antigen atau benda asing yang masuk pada tubuh supaya kita tidak gampang sakit.
ADVERTISEMENT
Pertahanan tubuh ini bisa juga disebut dengan sistem imun, sistem imun akan memberikan respons dan melindungi tubuh terhadap antigen, seperti mikroorganisme penyebab penyakit patogen contohnya virus, bakteri, parasit dan jamur, bahkan darah hasil tranfusi yang salah juga diperlakukan sebagai benda asing dan bisa menyebabkan reaksi penolakan tubuh dan hal ini juga akan menyebabkan kematian.
Jadi, bagaimana respons sistem imunitas tubuh untuk melawan benda asing yang masuk pada tubuh kita?
Terdapat dua macam sistem imun, yaitu sistem imun non spesifik atau imunitas bawaan dan sistem imun spesifik atau imunitas buatan dan kedua sistem ini berperan dalam melindungi tubuh dan menghancurkan antigen penyebab penyakit.
sistem imun non spesifik yang melawan pertama pada benda asing yang masuk dalam tubuh dan Sistem imun spesifik pertahanan kedua tubuh ketika sistem imun non spesifik tidak mampu merespons antigen.
ADVERTISEMENT
Sistem Imun Non Spesifik atau Bawaan
Pertahanan tubuh bawaan ini disebut pertahanan non spesifik karena tidak dirancang untuk melawan antigen tertentu, melainkan memberikan respons langsung terhadap berbagai antigen untuk melindungi tubuh.
Antigen yang memasuki tubuh akan dihadapkan dengan pertahanan imun non spesifik yaitu pertahanan fisik dan kimiawi seperti kulit, membran mukosa dan jenis-jenis sel darah putih.
Kulit ditutupi dengan sel-sel epitel yang sangat padat. Kulit normal tidak dapat ditembus oleh bakteri dan virus. Mikroorganisme hanya bisa masuk melalui kulit jika terjadi cedera. Kulit juga memiliki pH 5 dan suhu di bawah 37C dan kondisi ini membuat bakteri dan virus sulit bertahan hidup dipermukaan kulit. Selain itu, lapisan sel mati membuat permukaan kulit selalu berubah, sehingga bakteri dipermukaan kulit selalu terbuang oleh sel-sel mati.
ADVERTISEMENT
Kulit juga mampu mengeluarkan protein yang memiliki kemampuan untuk menghambat maupun mematikan pertumbuhan mikroba seperti lisozim yang terkandung dalam keringat, air liur, air mata dan air susu ibu. Bahan kimia ini dapat merusak lapisan peptidoglikan dinding sel bakteri.
Selanjutnya membran mukosa yang melawan benda asing secara kimiawi, membrane mukosa ini juga menghasilkan lendir yang merupakan cairan kental untuk mengikat mikroorganisme dan benda asing lainnya yang masuk dalam tubuh. Cairan kental tersebut kemudian akan dibuang oleh tubuh melalui mekanisme bersin dan batuk.
Selain kulit dan membrane mukosa yang memiliki kekuatan untuk melawan antigen yang memasuki tubuh ada juga jenis-jenis leukosit yang melawan antigen dalam tubuh, sel-sel tersebut akan menghancurkan benda asing, diantara jenis leukosit ini adalah neutrofil, monosit, eosinofil, basofil dan sel pembuluh alami. Jika sel telah dirusak oleh antigen maka sel tersebut akan mengirimkan sinyal kimiawi yang menarik sel ini untuk datang.
ADVERTISEMENT
Salah satu contoh ketika terjadi alergi pada tubuh, maka jenis leukosit seperti neutrofil dan basofil akan meningkat sebagai bertanda adanya alergi pada tubuh. Selain itu sistem imun yang merespons secara berlebihan atau hipereaktif terhadap suatu benda asing sehingga antigen yang masuk ini disebut alergen dan bisa menimbulkan gejala seperti bengkak, mata berair, pilek alergi, bahkan bisa menimbulkan reaksi alergi hebat yang mengancam jiwa yang disebut anafilaksis.
Sistem Imun Spesifik atau Buatan
Sistem imun spesifik merupakan sistem pertahanan kedua tubuh ketika sistem imun non spesifik tidak mampu merespons antigen. Hal ini terjadi ketika fagosit tidak mengenali agen infeksius karena hanya sedikit reseptor yang cocok untuk agen infeksius, atau faktor tersebut tidak dapat bertindak sebagai faktor antigenik terlarut yang aktif.
ADVERTISEMENT
Oleh karena itu, molekul spesifik diperlukan untuk mengikat langsung ke agen infeksi yang dikenali oleh antibodi untuk fagositosis berikutnya. Dan sistem imun ini bisa juga disebut sistem imun buatan salah satu contoh yaitu imunitas.
Imunisasi adalah pemberian perlindungan pada tubuh dari serangan penyakit dengan memberikan vaksin. Vaksin adalah suatu cairan yang berisi bakteri atau virus yang telah dilemahkan atau dimatikan sehingga dapat menimbulkan kekebalan imunitas oleh antibodi.
Jika kekebalan muncul karena respon dari adanya infeksi dan dapat sembuh, disebut kekebalan alamiah. Namun, jika kekebalan timbul karena dibuat, contohnya karena vaksin maka disebut kekebalan buatan.
Sistem imun spesifik mempunyai ciri utama diantaranya spesifisitas respons yang timbul terhadap antigen pada komponen struktural. Diversitas, memori yang mempunyai kemampuan dalam mengingat antigen yang pernah masuk dalam tubuh, spesialisasi yang memberikan respons dengan cara yang berbeda terhadap berbagai jenis mikroba, self limition yaitu rangsangan antigen, respon imun normal akan mereda dalam waktu tertentu dan yang terakhir membedakan self dan non-self, sistem imun normal akan menunjukkan toleransi terhadap antigen tubuh sendiri.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020