Konten dari Pengguna

Jarang Diketahui Banyak Orang, Inilah 5 Kesenian Asal Jepang yang Klasik dan Uni

Lilly Shinta Amelia

Lilly Shinta Amelia

Mahasiswa Studi Kejepangan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lilly Shinta Amelia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jepang merupakan salah satu negara yang terkenal di penjuru dunia, sebagai negeri adikuasa yang memiliki sistem perekonomian yang baik dan kemajuan teknologi yang pesat menjadikan negara tersebut tidak lepas dari sorotan dunia. Jepang juga memiliki perkembangan ilmu pengetahuan sangat tinggi yang menjadi sumber kertertarikan sendiri bagi masyarakat dunia. Selain itu, kebudayaan yang beragam asal negeri sakura tersebut juga memberikan nilai tambah (more value). Kearifan lokal yang dimiliki oleh negara Jepang merupakan salah satu bentuk pelestarian budaya leluhur yang masih terjaga hingga saat ini. Di tengah globalisasi saat ini, masyarkat jepang masih sangat menjunjung tinggi kebudayaan yang diturunkan oleh leluhur mereka.

Sumber: Google/ https://travel.tribunnews.com/2019/07/09/jepang-negara-dengan-reputasi-global-terbaik-di-dunia
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Google/ https://travel.tribunnews.com/2019/07/09/jepang-negara-dengan-reputasi-global-terbaik-di-dunia

Selain kebudayaan, Negeri Matahari Terbit itu juga mempunyai segudang kesenian ataupun karya seni yang unik dan menarik. Karya seni tidak serta merta ada di dalam kehidupan masyarakat, sehingga sebuah karsa dan rasa pasti melekat di dalamnya. Karya seni yang beragam sering kali menimbulkan ketimpangan satu sama lain. Misalnya, mungkin masyarakat luas hanya mengenal seni origami, padahal Jepang memiliki aneka macam seni yang wajib kalian ketahui. Oleh karena itu, di dalam artikel ini akan mengulas beberapa seni Jepang yang unik dan jarang diketahui banyak orang. Kesenian tersebut ialah sebagai berikut.

1. Shodo (書道)

Seperti yang kita ketahui bahwa, negara jepang memiliki abjad penulisan yang berbeda dari bangsa lain. Jepang memiliki 4 cara penulisan yakni hiragana (ひらがな), katakana (カタカナ), kanji (漢字), dan romaji (ローマ字). Huruf hiragana merupakan huruf asli Jepang. Katakana ialah huruf yang digunakan untuk menulis kata- kata serapan yang berasal dari luar, misalnya bahasa inggris. Lalu, huruf kanji yakni gabungan dari huruf hiragana yang membentuk suatu kata dan menghasilkan sebuah kanji jepang.

Nah, seni shodo adalah kesenian mengekspresikan atau menuangkan keindahan kanji dan kana dalam bentuk coretan kuas dan tinta di atas sebuah kertas. Shodo ini biasanya lebih dikenal dengan istilah seni kaligrafi Jepang. Menurut sejarah, seni ini dibawa ke Jepang oleh seorang kaligrafer dari China bernama Wang Xizhi. Seni ini menjadi pelajaran wajib bagi siswa- siswi sekolah dasar di Jepang. Adapun macam- macam dari seni shodo ini yakni kaisho (楷書), gyousho (行書), sousho (双書). Karya shodo ini biasanya digunakan untuk kartu ucapan atau hiasan rumah. Dan setiap kata yang ditulis memiliki makna kebaikan masing- masing.

Sumber: Google/https://surreyhillsnc.org.au/courses/shodo/

2. Shikki (漆器)

Sudah tidak diragukan lagi Jepang tersohor dengan keindahannya, hingga perabot rumah tangga pun memiliki nilai estetik dan klasik yang kental dengan budaya. Kerajinan perabot tersebut lebih dikenal dengan sebutan Shikki (漆器), yakni sejenis peralatan makan dan ornamen rumah tangga yang dicat dengan urushi atau pernis Jepang dengan media kertas atau kayu. Cat atau pernis yang digunakan berasal dari getah pohon urushi khas Jepang. Pada Zaman Jomon (sekitar 15.000 hingga 2.300 tahun yang lalu), pernis sudah dipergunakan sebagai bahan pengawet dan perekat di Jepang.

Sumber: Google/https://kogeijapan.com/locale/en_US/hidehiranuri/

Dewasa ini, urushi tidak hanya digunakan pada media kertas atau kayu, tetapi juga pada logam, kain, ataupun keramik. Kerajinan shikki juga terbuat dari berbagai bahan yang berwujud beraneka bentuk. Misalnya, nampan, piring, mangkok, dan juga benda hias lainnya. Daya tarik dan keunikan Shikki terdapat pada gambaran yang terdapat pada permukaan benda yang menjadi objek. Keindahan yang dimunculkan memberikan unsur klasik budaya Jepang yang begitu kental. Sehingga penggunaan shikki ini memberi kesan tersendiri saat memakainya. Selain itu, tekstur kealamian bahan yang dipakai memberikan sensasi penuh dengan kehangatan dan ketenangan keluarga. Kebanyakan bahan yang digunakan pada shikki ialah kayu yang berasal dari pohon horse chesnut, zelkova, dan pohon otentik jepang lainnya. Namun, tak jarang ada juga shikki dari plastik atau atom.

3. Kodo (香道)

Selanjutnya ialah seni tradisonal jepang yang jarang didengar oleh masyarakat luas ialah seni tradisional Kodo. Arti kata Kodo yakni “jalan sebuah aroma”, sehingga seni tradisional ini dimaknai dengan mencium bau wewangian dupa. Seperti yang kita ketahui bahwa budaya religi yang ada di Jepang ialah Shinto memiliki kemiripan dengan agama Hindu- Budha, sehingga kesehariannya tidak lepas dari Dupa sebagai alat untuk sembhayang saat di kuil ataupun altar.

Berdasarkan sejarah, kayu dupa sampai ke daratan Jepang tepatnya di Pulau Awaji sekitar tahun 595 M. Pada saat orang- orang menemukan kayu tersebut berada di dekat api, mereka sadar ada aroma wangi yang berasal dari kayu itu. Secara geografis Jepang berada pada silk road, sehingga kayu dupa tersebut diduga berdatangan dari Korea dan Tiongkok. Dahulu, saat samurai akan bersiap menuju medan pertempuran, mereka memurnikan tubuh dan pikiran dengan mencium aroma wewangian dupa. Pada zaman kerajaan, kodo ini digunakan sebagai aroma penenang jiwa yang berguna untuk mencari inspirasi.

Umumnya, seni kodo ini dipraktikkan oleh orang- orang Jepang dalam sebuah koseki atau keluarga. Perkembangan kodo juga memunculkan sebuah permainan yang berobjekkan dupa. Permainan itu disebut dengan kumiko, yakni permainan tersebut bersubstansi mengelompokkan aroma dupa. Sehingga permainan ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan aroma pada sebuah dupa yang sudah dibakar sebelumnya.

Sumber: Google/https://www.shoyeido.co.jp/english/culture/ceremony.html

4. Mukimono

Cara penyajian makanan yang menarik biasanya juga akan menambah nafsu makan seseorang. Di Jepang ada salah satu seni ukir yang tidak biasa, yakni seni mukimono atau seni mengukir buah dan sayur. Dalam dunia kuliner, hiasan pada sajian makanan biasanya dikenal dengan sebutan garnish, yang bertujuan untuk membuat makanan terlihat lebih menarik. Nah, mukimono ini juga menampilkan sebuah sajian makanan yang penuh dengan keindahan khas seni Jepang.

Sumber: Google/ https://id.pinterest.com/pin/208924870184777133/

Salah satu seniman Jepang yang menggeluti dunia mukimono ialah Takaheiro Kishimoto. Beliau merupakan seornag koki yang handal dalam membuat ukiran- ukiran estetik pada buah dan sayur. Beragam ukiran- ukiran cantik dibentuk di permukaan buah dan sayur. Kebanyakan berupa ukiran bunga ataupun ornamen- ornamen simetris yang begitu menawan, sehingga sayang untuk dimakan. Tak jarang para seniman mukimono membuat ukiran hewan dengan tingkat kerumitan yang sangat tinggi.

5. Ukiyo-e (浮世絵)

Terakhir, inilah karya seni yang otentik khas Jepang, Ukiyo-e. Seni sudah ada sejak jaman Edo. Seperti pada namanya Ukiyo-e, kata “e” yang berarti gambar atau lukisan dalam bahasa Jepang. Sehingga Ukiyo-e (浮世絵) ialah teknik melukis pada sebuah kertas washi yang menggunakan warna- warna cerah sesuai dengan objek yang digambar. Kata ukiyo sendiri memiliki tiga makna yakni, ketidakpastian dunia (dalam konteks Buddhis), Kesenangan dunia, dan Kehidupan masyarakat. Subjek yang dilukis dalam ukiyo-e sangatlah beragam, karena seni ini sudah berkembang sejak jaman Edo. Sehingga kebanyakan berupa kehidupan istana atau kerajaan saat itu.

Adapun sebutan subjek- subjek yang digambar, yakni Bijinga (美人画 - Gambar wanita cantik), Yakushae (役者絵 - Gambar aktor Kabuki), Shibaie (芝居絵 - Gambar adegan lakon), Kachouga (花鳥画 - Gambar bunga, burung, ikan), Giga (戯画 - Gambar dengan sentuhan lucu), Shunga (春画 - Gambar dengan subjek seksual), dan sebagainya. Kuas yang digunakan dalam melukis ialah bernama Nikuhitsuga (肉筆画). Kuas ini sudah hadir lebih dulu sebelum adanya Ukiyo-e dengan teknik cukil kayu. Seni lukis ini menjadi bagian budaya masyarakat Jepang dan juga sebagai cerminan tradisi sopan santun yang ada. Jika ingin mengetahui kehidupan masyrakat Jepang pada mas lampau, maka Ukiyo- e ini bisa menjadi pilihan sebagai penggambaran kehidupan jaman dulu.

Teknik pewarnaan yang cerah serta penggambaran tokoh dalam lukisan yang sangat otentik memberikan kesan klasik budaya Jepang pada masa itu. Ketika kita melihat sebuah lukisan Ukiyo-e tanpa sadar telah dibawa ke dalam kehidupan masa lampau yang klasik.

Sumber: Google/https://www.artmuseumgr.org/2020/01/28/beauty-drama-and-nature-ukiyo-e-prints-from-grams-collection/

Itulah 5 kesenian asal Jepang yang memiliki nilai historis dan klasik, namun jarang dikenal oleh masyarakat dunia. Dari ulasan di atas dapat kita simpulkan bahwa segala macam jenis karya snei yang diciptakan tidaklah lepas dari sebuah tragedi atau sebab- akibat. Dengan demikian, sebagai bentuk penghargaan tertinggi terhadap leluhur maka kita sebagai manusia yang fana haruslah menjafga warisan tersebut agar bisa dinikmati oleh generasi- generasi selanjutnya. Semoga tulisan ini bisa menambah wawasan pengetahuan seluruh pembaca dan menjadi referensi tentang kebudayaan Jepang.

Referensi:

Barak, Hariz. 2021, 03 Januari. Dihantam Gelombang Ke- 3 Covid-19, Tokyo Minta Jepang Umumkan Darurat Nasional. Liputan 6, diakses 04 Januari 2021,

<https://www.liputan6.com/global/read/4447732/dihantam-gelombang-ke-3-covid-19-tokyo-minta-jepang-umumkan-darurat-nasional>

Kumparan. 2020, 19 Maret. Mengenal Mukimono, Seni Mengukir Buah dan Sayuran ala Jepang. Kumparan, diakses 04 Januari 2021,

<https://kumparan.com/kumparanfood/mengenal-mukimono-seni-mengukir-buah-dan-sayuran-ala-jepang-1t3Vd36FD0t/full>

Moriya, Kamako. 2020, 27 Juni. Pesona Produk Kerajinan Jepang “Shikki” dan Cara Memilihnya. Matcha, diakses 04 Januari 2021,

<https://matcha-jp.com/id/3234#:~:text=Produk%20kerajinan%20Jepang%2C%20%22shikki%22,dari%20getah%20kayu%20pohon%20urushi.>

Administrator. 2019, 14 Juni. Kodo: Seni Tradisional Dupa Jepang. Mis Language School, diakses 04 Januari 2021,

<https://mislanguageschool.co.id/kursus/bahasa-jepang/artikel/87/kodo-seni-tradisional-dupa-jepang#:~:text=Sejarah%20seni%20tradisional%20Jepang%20sudah%20ada%20sejak%20berabad%2Dabad%20yang%20lalu.&text=Di%20Jepang%20sendiri%2C%20kodo%20berasal,mendengarkan%20aroma'%20dari%20kayu%20aromatik.>

Agnes17. 2019, 22 Oktober. 20 Fakta yang Mungkin Tidak Anda Ketahui Tentang Ukiyo-e(浮世絵). Tsunagu Japan, diakses 07 Januari 2021,

<https://www.tsunagujapan.com/id/20-facts-you-probably-didnt-know-about-ukiyoe/>

Puspita, Dyandra Dewi. 2019, 10 Maret. “Shodo” Seni Kaligrafi Jepang. Nihon Suki, diakses 07 Januari 2021,

<https://dyandrapspt.wordpress.com/2019/03/10/shodo-seni-kaligrafi-jepang/>