kumplus- Opini Linda Christanty 2- REVOLUSI KEBUDAYAAN MAO

Ritual Darah dalam Agama dan Kekuasaan

Linda Christanty menulis reportase, cerita pendek, dan esai. Karya-karyanya telah mendapatkan banyak penghargaan, termasuk SEA Write Award dari Thailand.
17 Januari 2022 10:18
·
waktu baca 8 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kak Mongol dulu menyembah setan. Dia meninggalkan setan karena suatu hari tersadar bahwa surga hanya disediakan untuk para pemuja Tuhan. Mongol bukan nama pemberian orang tua, melainkan pemberian teman karena wajahnya mirip orang Mongol. Nama aslinya Rony Imannuel, orang Sangir atau biasa disebut orang Manado. Dia sekarang pelawak terkenal di negeri ini. Dia juga pemilik vlog Mongol Stres, yang setia membagi kisah-kisah seputar dunia gelap untuk mencegah manusia menyerahkan jiwa kepada setan.
Penyembah setan di kota Kak Mongol melawan ajaran Alkitab, sehingga gereja mereka sempat dijuluki gereja setan. Perjamuan kudus yang menjadi puncak ritual penyembahan berlangsung seminggu tiga kali, dengan minum darah dan makan daging manusia. Perjamuan ini diikuti para pemimpin sekte, termasuk Kak Mongol. Mereka tidak membunuh manusia untuk dimakan, melainkan menyantap mayat bayi korban aborsi. Kak Mongol sering kebagian jari. Trauma makan jari bayi mati membuatnya tidak sanggup lagi makan ceker ayam ketika sudah hengkang dari sekte tersebut. Berdasarkan pengakuannya, praktik pemujaan setan di Indonesia mengalami musibah besar sejak klinik-klinik aborsi ilegal digeledah dan dibubarkan polisi. Kaum penyembah setan kehilangan pemasok sampah organik untuk upacara suci.
Tidak hanya penyembah setan yang melaksanakan ritual darah. Para penguasa di masa silam memimpin ritual ini. Sebut saja dua raja besar dan terkenal dalam sejarah Nusantara, Adityawarman, Raja Melayu Pagaruyung, dan Kertanegara, Raja Singasari.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanplus
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanplus
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Operasi senyap ini bukannya tanpa rintangan. Penembak jitu dapat dihindari, tetapi orang-orang kelaparan di kota mencegat para pembawa kardus. Isinya bukan pisang, tapi buku. Kolom Linda Christanty, terbit tiap Senin, di kumparanplus!
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten