Konten dari Pengguna

KKN BBK-8 UNAIR Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Deteksi Hipertensi

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sekar Aulia Lintangkinasih tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Warga RW 12 Kelurahan Manyar Sabrangan antusias mengikuti sesi post-test interaktif yang dipandu mahasiswa KKN-BBK 8 Universitas Airlangga setelah penyuluhan hipertensi dan diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Posyandu Asparagus 2, pada Rabu (29/07/2026).
(Foto: Abrianna Indira S.)
zoom-in-whitePerbesar
Warga RW 12 Kelurahan Manyar Sabrangan antusias mengikuti sesi post-test interaktif yang dipandu mahasiswa KKN-BBK 8 Universitas Airlangga setelah penyuluhan hipertensi dan diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Posyandu Asparagus 2, pada Rabu (29/07/2026). (Foto: Abrianna Indira S.)

Surabaya – Kelompok KKN-BBK 8 Universitas Airlangga bekerja sama dengan Puskesmas Mulyorejo menyelenggarakan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi warga RW 12 Kelurahan Manyar Sabrangan, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini hipertensi dan diabetes melalui pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, serta edukasi kesehatan.

Antusiasme Warga Mengikuti Pemeriksaan Kesehatan

Sebanyak 40 warga mengikuti kegiatan tersebut, peserta didominasi oleh anggota Kader Surabaya Hebat (KSH) RW 12 dengan rentang usia dewasa hingga lanjut usia. Berdasarkan hasil pemeriksaan, mahasiswa KKN-BBK 8 UNAIR menemukan beberapa peserta dengan kadar gula darah yang cukup tinggi sehingga diberikan edukasi lebih lanjut mengenai pola hidup sehat dan pentingnya pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan. Marlina Rusadi, mahasiswa Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Vokasi Universitas Airlangga sekaligus penanggung jawab Program Cek Kesehatan Gratis, menjelaskan bahwa tingginya kadar gula darah pada beberapa peserta dapat dipengaruhi oleh kondisi saat pemeriksaan maupun riwayat kesehatan yang telah dimiliki.

"Kalau yang gula darahnya tinggi, kami tanyakan dulu apakah sudah sarapan atau belum. Rata-rata jawabannya sudah sarapan. Kalau tidak, biasanya memang sudah memiliki riwayat kadar gula yang tinggi," ujarnya.

Edukasi Hipertensi dan Diabetes oleh Mahasiswa UNAIR

Selain melakukan pemeriksaan, mahasiswa secara konsisten memberikan edukasi kepada peserta mengenai pentingnya menjaga kadar gula darah agar tetap berada dalam batas normal.

"Setinggi-tingginya setelah sarapan, kadar gula darah normal seharusnya masih sekitar 120 mg/dL. Jadi, peserta yang hasilnya melebihi angka tersebut terus-terusan kami imbau untuk mulai mengurangi konsumsi gula dan menerapkan pola hidup yang lebih sehat," tambah Marlina.

Sebagai upaya preventif, kegiatan tidak berhenti pada pemeriksaan kesehatan. Seluruh peserta juga memperoleh penyuluhan mengenai hipertensi dan diabetes yang disampaikan oleh Bidan Pelaksana Rawat Jalan Puskesmas Mulyorejo, Ria Aprilia, A.Md.Keb., CBMT. Dalam penyampaiannya, Aprilia menekankan bahwa pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan langkah awal untuk mencegah komplikasi penyakit yang lebih serius.

"Kegiatan hari ini berfungsi sebagai screening hipertensi dan diabetes. Kalau sudah terdeteksi sejak awal, masyarakat bisa segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan lanjutan. Jangan menunggu sampai kondisinya memburuk karena penanganannya akan lebih sulit," ujarnya.

Hasil Pemeriksaan Menjadi Dasar Edukasi Lanjutan

Ria juga mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat sebagai langkah utama mencegah hipertensi, diabetes, maupun penyakit tidak menular lainnya.

"Supaya tidak terkena hipertensi, mulai jaga pola hidup. Kurangi makanan yang terlalu asin, batasi gorengan, dan biasakan jalan kaki atau rutin beraktivitas fisik," tambahnya.

Koordinator Kader Surabaya Hebat (KSH) RW 12, De Ester, turut mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan rutin menjadi langkah penting untuk mencegah munculnya penyakit yang lebih serius.

"Melalui Program Cek Kesehatan Gratis ini kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya deteksi dini hipertensi dan diabetes sehingga dapat melakukan pemeriksaan secara rutin," ujar Marlina Rusadi selaku penanggung jawab kegiatan.

Menurutnya, pemeriksaan kadar gula darah yang tinggi belum tentu menunjukkan seseorang menderita diabetes, sehingga diperlukan pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan. Melalui Program Cek Kesehatan Gratis, Kelompok KKN-BBK 8 UNAIR berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai upaya deteksi dini penyakit tidak menular. Kolaborasi bersama Puskesmas Mulyorejo ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat serta memanfaatkan layanan kesehatan sejak muncul gejala awal sehingga kualitas hidup warga dapat terus meningkat.

Program Cek Kesehatan Gratis merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat mahasiswa KKN-BBK 8 Universitas Airlangga yang diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan penyakit tidak menular sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, puskesmas, dan masyarakat.