Akuntansi untuk UMKM: Bukan Sekadar Mencatat Uang Masuk dan Keluar

Mahasiswa Akuntansi Perpajakan di Universitas Pamulang, Content Writer & Penulis Isu UMKM, Bisnis Digital & Ekonomi, Founder Sepman 15.com
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Lintos Sep Mantik Gea tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak pelaku usaha kecil masih menganggap akuntansi sebagai sesuatu yang rumit. Ketika mendengar istilah jurnal, laporan laba rugi, aset, atau kewajiban, tidak sedikit pemilik usaha yang langsung berpikir bahwa akuntansi hanya diperlukan oleh perusahaan besar.
Padahal, akuntansi justru dapat membantu usaha kecil sejak awal.
Sederhananya, akuntansi membantu pemilik usaha mengetahui ke mana uang masuk dan ke mana uang keluar. Dari pencatatan tersebut, pelaku usaha dapat melihat apakah bisnisnya benar-benar menghasilkan keuntungan atau hanya terlihat ramai karena banyak transaksi.
Membedakan Uang Pribadi dan Uang Usaha
Salah satu masalah yang sering terjadi dalam usaha kecil adalah tercampurnya uang pribadi dengan uang bisnis.
Contohnya, seorang pemilik usaha memiliki uang kas Rp3 juta. Sebagian digunakan untuk membeli bahan baku, tetapi sebagian lainnya digunakan untuk kebutuhan pribadi. Jika semua transaksi dicampur tanpa pencatatan, pemilik usaha akan kesulitan mengetahui berapa sebenarnya uang yang dimiliki bisnis.
Karena itu, memisahkan rekening atau kas usaha dari keuangan pribadi merupakan langkah sederhana yang cukup penting.
Dengan pemisahan tersebut, pemilik usaha dapat lebih mudah mengetahui kondisi keuangan bisnis setiap akhir periode.
Mencatat Transaksi Secara Konsisten
Pencatatan tidak harus langsung menggunakan sistem akuntansi yang kompleks. Usaha kecil dapat memulainya dari hal sederhana.
Setiap transaksi penjualan dicatat. Pembelian bahan baku dicatat. Biaya listrik, transportasi, sewa, dan biaya lainnya juga dicatat.
Misalnya, sebuah usaha makanan memperoleh penjualan Rp500 ribu dalam satu hari. Pada hari yang sama, usaha tersebut mengeluarkan Rp250 ribu untuk membeli bahan baku dan Rp50 ribu untuk biaya operasional.
Jika hanya melihat uang masuk, pemilik usaha mungkin merasa mendapatkan Rp500 ribu. Namun, setelah memperhitungkan pengeluaran, kondisi sebenarnya tentu berbeda.
Inilah pentingnya pencatatan.
Akuntansi Membantu Pengambilan Keputusan
Data keuangan bukan hanya digunakan untuk mengetahui keuntungan. Data tersebut juga dapat menjadi dasar ketika pemilik usaha ingin mengambil keputusan.
Misalnya, ketika penjualan meningkat tetapi keuntungan justru tidak bertambah, pemilik usaha dapat mengevaluasi harga jual, biaya bahan baku, biaya operasional, atau strategi penjualannya.
Begitu juga ketika ingin menambah modal. Catatan keuangan yang rapi dapat membantu pemilik usaha mengetahui berapa kebutuhan modal yang sebenarnya.
Akuntansi dan Perpajakan Juga Saling Berkaitan
Pencatatan keuangan yang baik juga dapat membantu pelaku usaha dalam menjalankan kewajiban perpajakannya.
Pelaku usaha membutuhkan data transaksi dan penghasilan yang jelas agar dapat menentukan kewajiban administrasi perpajakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Tanpa pencatatan yang rapi, proses tersebut dapat menjadi lebih sulit karena pemilik usaha harus mengingat kembali transaksi yang sudah terjadi.
Karena itu, akuntansi sebaiknya tidak dipandang sebagai pekerjaan tambahan yang tidak memberikan manfaat langsung.
Justru dengan pencatatan yang baik, pemilik usaha memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi bisnisnya.
Mulai dari Hal Sederhana
Tidak semua usaha harus langsung menggunakan software akuntansi yang mahal. Pengusaha dapat memulai dengan buku kas sederhana, spreadsheet, atau aplikasi pencatatan keuangan yang sesuai dengan kebutuhannya.
Hal terpenting adalah konsistensi
Usaha yang masih kecil bukan berarti tidak membutuhkan pencatatan. Justru kebiasaan mencatat sejak awal dapat membantu bisnis menjadi lebih tertib ketika berkembang.
Pada akhirnya, akuntansi bukan hanya tentang angka dan laporan keuangan. Akuntansi merupakan salah satu cara bagi pengusaha untuk memahami kondisi bisnisnya sendiri.
Semakin baik data keuangan yang dimiliki, semakin mudah pula pemilik usaha menentukan langkah berikutnya.
