Mewujudkan Keuangan Keluarga yang Sehat

Momblogger and freelancer
Tulisan dari Liswanti Pertiwi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai seorang guardian keluarga, sehat fisik dan sehat finansial sangatlah penting. Seorang ibu tentu saja harus bijak dalam menggunakan uang, untuk bisa mewujudkan keuangan keluarga yang sehat, supaya bahagia di masa depan. Sebagai seorang manajer keuangan keluarga, penting mengatur pemasukan dan pengeluaran sebaik mungkin. Saya sadar betul harus selalu melek literasi keuangan, kalau tidak seperti itu, mungkin keuangan keluarga saya tidak sehat.
Ingat banget ketika anak lahir prematur, pengeluaran uang dalam keluarga tidaklah sedikit, dari mulai obat, terapi dan kebutuhan lainnya. Dengan pengeluaran yang tidak sedikit itulah, membuat saya harus bisa mengatur keuangan dengan sebaik mungkin. Dan paling penting bijak dalam mengatur keuangan. Kalau tidak begitu, mungkin saya tidak punya dana untuk pengobatan anak.
Terus apa saja yang saya lakukan, supaya bisa mengatur keuangan keluarga?
Membuat pos keuangan. Ini cara termudah yang saya lakukan, supaya bisa menghemat keuangan keluarga. Setiap awal bulan, saya dan suami menghitung pemasukan awal kita. Mana yang akan digunakan untuk menabung, kesehatan dan kebutuhan sehari-hari. Biasanya saya akan membuat pos keuangan biar mudah menghitungnya, seperti 5% untuk zakat dan sedekah, 10% untuk dana darurat, 30% biaya hidup, 30% cicilan pinjaman, 15% investasi dan 10% gaya hidup.
Buat catatan pengeluaran dan pemasukan. Dengan begini saya bisa mengetahui pengeluaran dengan baik, apakah sudah dikeluarkan sesuai porsi ataukah malah boros.
Memiliki rekening minimal 3, baik itu untuk kebutuhan sehari-hari, tabungan, dan investasi.
Bijak dalam berhutang. Saya tidak menggunakan kartu kredit, karena saya menyadari diri sendiri, bagaimana di masa lalu sangat boros dan susah menahan diri dalam berbelanja. Cicilan pun di masa lalu untuk urusan perbaikan rumah.
Dana darurat sangat penting dimiliki, karena kita tidak akan pernah tahu kapan akan sakit, terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dan kebutuhan mendadak lainnya.
Memilih investasi yang tepat untuk mencapai tujuan di masa depan. Karena memiliki 2 anak, pendidikan di masa depan pasti akan lebih tinggi. Jadi mulai dipersiapkan sedini mungkin dengan investasi, karena menabung saja belumlah cukup. Karena dana saya yang belum banyak, jadi sementara ini saya memilih investasi di logam mulia, tabungan emas, deposito, tanah dan reksa dana.
Asuransi. Ini penting banget, karena sehat itu mahal. Dan kita tidak akan tahu, kapan akan sakit dan meninggal. Jangan sampai perencanaan keuangan yang sudah kita buat, malah menjadi gagal.
Saya sadar betul, mengatur keuangan itu gampang-gampang susah, apalagi kalau sudah memiliki banyak keinginan. Tapi saya bersyukur seiring waktu berjalan, bisa mengontrol diri sendiri dan menggunakan uang dengan sebijak mungkin.
Sebagai guardian keluarga, apakah mengatur keuangan dengan baik sudah cukup? Tentu saja tidak. Pada tanggal 14 September 2019, saya mengikuti kegiatan "Moms Mingle: Mom As The Guardian Of The Family" di Eighty Nine Eatery & Spirit, Kemang Jakarta. Dalam acara ini saya happy banget bisa belajar keuangan lagi, karena ada financial planner Ila Abdulrahman. S.Pt., RIFA, RFC, dan narasumber lainnya, yakni Tania Raymina, Hermawan Kurnianto selaku Senior Digital Marketing Manajer Sun Life Indonesia, dan Prameshwari Sugiri selaku Chief Editor KumparanMOM.
Dari acara inilah, banyak sekali insight yang saya dapatkan untuk menjadi seorang Guardian Family. Menjadi guardian keluarga, 2 hal ini yang harus selalu menjadi perhatian:
Memperhatikan kesehatan fisik
Yang selalu jadi pikiran saya adalah, menjadi seorang ibu tidak boleh sakit, kalau sakit pasti urusan rumah jadi berantakan. Biarpun saya juga seorang ibu dan freelancer, tetap saja setiap hari saya memiliki banyak aktivitas di luar. Terkadang tubuh cepat sekali lelah, belum bergadang dengan urusan pekerjaan. Kalau sampai badan drop, sudah tidak bisa mengurus anak dan suami, tidak masak, hingga tidak bisa mengurus pekerjaan rumah. Peran ibu sangat penting dalam menjaga kesehatan keluarga, jadi ibu juga harus selalu sehat. Sehat fisik, sehat pikiran, tentunya akan membawa keberkahan dalam keluarga.
Banyak hal sederhana yang bisa menjaga kesehatan. Yang biasa saya lakukan adalah dengan istirahat yang cukup dan tidak banyak bergadang, konsumsi makanan yang bergizi dan bernutrisi, olahraga setiap hari minimal 30 menit, minum air putih dan tidak jajan sembarangan. Sebagai guardian keluarga, saya pun akan memperhatikan kesehatan keluarga, gamau mereka menjadi sakit yang sampai menganggu pekerjaan dan sekolah. Selain memberikan asupan nutrisi yang tepat, minum susu dan aktif bergerak yang selalu saya ingatkan kepada anak-anak, makanya mereka senang main sepeda.
Untuk menjaga kesehatan itulah, saya sadar betul untuk memiliki asuransi kesehatan. Baik itu untuk saya sendiri ataupun untuk anak-anak. Karena seperti yang saya bilang sehat itu mahal. Maka penting menjaga kesehatan, baik diri sendiri maupun keluarga.
Sehat financial, Keluarga BahagiaDokumen
Selain sehat fisik, keluarga juga harus sehat finansial. Ini penting banget, gimana mau merencanakan keuangan keluarga, kalau ternyata badan sakit. Nanti uang malah habis buat berobat. Dalam pembahasan keuangan yang disampai Ila Abdulrahman. S.Pt., RIFA, RFC di acara #MomsMingle, bahwa Setiap keluarga pasti dihadapkan pada beberapa permasalahan keuangan, seperti besaran dan sumber income, beban keuangan di masa lalu, pengelolaan keuangan, dan berhentinya income. Bahkan menurut 0JK 2017 dari 260 juta hanya 27,9% well literated, 12,6% memiliki perencanaan keuangan, 16% memahami lembaga asuransi, dan 12% sudah berasuransi.
Padahal ya setiap keluarga pasti inginkan keuangan keluarganya selalu sehat. Terus ciri keuangan sehat itu seperti apa? Ada beberapa hal, seperti:
Cash flow positif, berzakat/berpuluhan/derma dan lainnya secara rutin.
Santai ketika menjadi terjadi krisis. Memiliki dana darurat dan asuransi.
Rutin menabung/berinvestasi minimal 10%.
Rasio cicilan utang, maksimal 35% dari income.
Santai dengan yang dipakai tetangga/teman/oranglain.
Kalau melihat ciri keuangan yang disampaikan mba Ila, saya jadi percaya diri nih, bahwa keuangan saya sehat. Alhamdulillah sekarang cicilan juga udah ga ada. Kalau pengen beli sesuatu atau jalan-jalan, saya menabung dulu. Dan pastinya sudah tidak ngurusin tetangga atau orang lain mau pakai apa, yang penting enjoy aja.
Financial check up juga penting loh, apakah biaya hidup sudah seimbang dengan pemasukan dan biaya yang dikeluarkan atau belum? Maka, untuk bisa menuju keuangan yang sehat, moms harus semangat nih dan bisa memahami step by stepnya, mulai dari:
Mengelola hutang, dimana hutang konsumtif dilunasi. Baik itu hutang panci, tv, kartu kredit hingga KTA bisa dilunasi. Dan moms juga harus bisa hati-hati loh dalam belanja diskon. Karena hutang itukan ada beberapa macem, jadi persentasenya, hutang produktif 30%, hutang konsumtif 20% dan social 10%.
Memiliki tabungan dan dana darurat. Selain tabungan, dana darurat sangat penting dimiliki. Untuk single, dana darurat 3 kali pengeluaran/bulan, sudah menikah 4-6 kali pengeluaran/bulan, menikah dengan anak 2 dana darurat 6 sampai 9 kali pengeluaran/bulan, dan menikah dengan anak lebih daria 2 dana darurat 12 kali pengeluaran/bulan.
Berinvestasi. Selain tabungan dan asuransi, moms penting loh memiliki asuransi. Ada investasi wajib, seperti tempat tinggal, dana pension, dana pendidikan dan pernikahan anak, perjalanan rohani seperti haji, dan dana investasi social seperti wakaf, panti asuhan dan orangtua.
Memiliki proteksi. Moms harus punya asuransi juga nih. Seperti asuransi kesehatan murni dan asuransi jiwa murni. Apalagi kalau ingin masa tuanya ingin selalu diisi dengan kegiatan yang menyenangkan, asuransi sangat penting dimiliki.
Setelah mengetahui step by step menuju keuangan sehat, bisa disebutkan bahwa cash flow keuangan sehat itu social 10%, asuransi 5%, living cost 40%, investasi 15% dan hutang produktif 30%. Dengan begitu moms dan keluarga bisa mencapai goals yang diinginkan. Supaya keuangan keluarga sehat, pastikan selalu merasa cukup, penuhi kebutuhan manajemen keinginan, lindungi diri dan keluarga, biarkan uang bekkerja mencari teman-temannya dan habiskan income sesuai posnya.
Seorang ibu tentu harus sehat fisik dan bisa mengantur kesehatan finansialnya. Seperti sharingnya Tania Raymina, bagaimana keluarganya selalu dijadikan contoh yang baik. Dan semua kembali ke diri masing-masing, semua kendali ada ditangan kita, termasuk target. Bagaimana usaha dan keuangan keluarga. Dimana mengatur pos-pos keuangan itu sangatlah penting. Kita tidak akan tahu saat anak sakit. Maka jangan sampai kita sendiri menyusahkan orang lain, perlunya meminimalisir risiko dengan lebih menyiapkan dana darurat.
Tentunya itu setuju banget, karena bagaimana kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi dalam 1 detik kedepan. Dana darurat dan asuransi penting juga loh dimiliki. Untuk melindungi diri dan kelurga, moms juga bisa memilih asuransi dari Sun Life Indonesia. Karena ada banyak pilihan produk asuransi, baik itu yang konvensional dan syariah.
Mau asuransi dan investasi sekaligus juga bisa, produknya ada di Sun Life. Apalagi Sun Life Financial adalah perusahan penyedia layanan jasa keuangan internasional terkemuka yang menyediakan beragam produk asuransi. Serta menjadi solusi pengelolaan kekayaan dan asset, baik itu untuk individu maupun korporasi. Bahkan Sun Life beroperasi di sejumlah pasar di seluruh duinia, seperti Kanada, Amerika Serikat, Jepang hingga di Indonesia.
Sun Life Finansial kini usianya lebih dari 150 tahun, sedangkan di Indonesia sendiri sudah beroperasi sejak tahun 1999 dengan 10000 perencana keuangan yang tersebar di 72 kota di Indonesia, yang akan selalu siap membantu keluarga Indonesia mencapai tujuan keuangannya. Produk proteksinya dari jiwa, kesehatan, penyakit kritis, hingga kecelakaan.
Sebagai ibu memang banyak sekali pekerjannya, tentu saja harus bisa menjaga kesehatan. Selain sehat, ibu juga mengatur keuangan, supaya keuangan keluarga semakin sehat. Keuangan keluarga diibaratkan perahu yang akan berlayar, kalau banyak bolongnya, pasti akan sulit mencapai tujuan. Begitupun dalam mengatur keuangan, sudah memiliki tujuan, tapi masih tergoda banyak hal, tentu akan sulit terwujud keuangannya. Cerdas mengelola keuangan, bahagia di masa depan dan menjadikan #LiveHealthierLives.
Seperti kata mba Ila, “Karena di pundak perempuan generasi selanjutnya ditentukan, juga karena hidup pada akhirnya tentang sendiri, tentang ditinggalkan atau meninggalkan, maka jadilah pribadi yang berdaya, baik spiritual, personal ataupun finansial.”
