Mahasiswa IIK Bhakti Wiyata Kediri Mahasiswa Teliti Dampak Roleplay Game
Tulisan dari litera peer tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

KEDIRI – Tim mahasiswa Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Bhakti Wiyata Kediri tengah melakukan penelitian mengenai dampak permainan game roleplay manipulatif terhadap remaja. Penelitian tersebut dilaksanakan melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) dengan judul "Eksplorasi Dukungan Teman Sebaya dengan Literasi Seksual terhadap Objektifikasi Diri dan Pelaku Pelecehan Seksual pada Remaja Akibat Permainan Peran Manipulatif."
Ketua tim PKM, Leily Latifa Sari, mengatakan penelitian ini berangkat dari meningkatnya fenomena interaksi dalam permainan roleplay yang berpotensi mengaburkan batas komunikasi di ruang digital. Menurutnya, masih sedikit penelitian yang mengkaji faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko remaja menjadi pelaku pelecehan seksual akibat permainan peran manipulatif.
"Melalui penelitian ini kami ingin memahami bagaimana literasi seksual, dukungan teman sebaya, dan objektifikasi diri saling berkaitan dalam membentuk perilaku remaja saat berinteraksi di ruang digital. Harapannya, hasil penelitian dapat menjadi dasar penyusunan strategi pencegahan yang lebih efektif." ujar Leily.
Penelitian yang berlangsung sepanjang 2026 itu menggunakan pendekatan eksploratif untuk melihat hubungan antara literasi seksual, dukungan teman sebaya, serta objektifikasi diri pada remaja pengguna game roleplay. Fokus penelitian tidak hanya pada korban, tetapi juga pada faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang menjadi pelaku pelecehan seksual.
Hasil penelitian nantinya diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi institusi pendidikan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), serta berbagai pihak yang bergerak di bidang perlindungan anak dan remaja. Selain itu, penelitian ini juga ditargetkan menjadi rujukan dalam pengembangan program literasi seksual yang lebih sesuai dengan tantangan interaksi digital saat ini.
Dosen pembimbing PKM-RSH, Yohanes Andy Rias, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.MB., Ph.D.,, menilai literasi seksual di kalangan remaja masih perlu diperkuat, terutama pada pengguna permainan roleplay di ruang digital.
"Selama ini literasi seksual di kalangan remaja, khususnya dalam permainan roleplay di ruang digital, masih tergolong rendah. Banyak remaja belum memahami batasan komunikasi yang sehat sehingga berpotensi memicu pelecehan seksual. Selain itu, kurangnya dukungan teman sebaya yang positif membuat remaja lebih sulit mengontrol perilaku saat berinteraksi di dunia digital. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi yang kredibel sekaligus dasar penyusunan edukasi yang lebih efektif bagi remaja." ujar beliau.
Ia menambahkan bahwa penelitian ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya dipublikasikan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, hasil riset diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan pelecehan seksual melalui peningkatan literasi seksual di kalangan remaja.
Melalui penelitian tersebut, tim mahasiswa IIK Bhakti Wiyata Kediri berharap dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kebijakan dan program edukasi berbasis bukti. Dengan demikian, upaya menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi remaja dapat dilakukan melalui kolaborasi antara dunia pendidikan, peneliti, dan para pemangku kepentingan.
Penelitian PKM-RSH ini mengungkap pentingnya literasi seksual dan dukungan teman sebaya sebagai benteng pencegahan terhadap meningkatnya risiko pelecehan seksual di ruang digital yang banyak melibatkan remaja.

