Cek Khodam: Antara Tren Viral dan Kepercayaan Sesat dalam Islam

Mahasiswa Perbandingan Madzhab UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Muhammad Liwa Ulhan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pendahuluan
Di era digital ini, media sosial menjadi wadah berbagai tren, termasuk "cek khodam". Tren ini mengajak orang untuk mengetahui khodam pendamping mereka, mulai dari leluhur hingga hewan. Fenomena ini pun menuai pro dan kontra, termasuk dari sudut pandang agama Islam.
Memahami Khodam
Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, khodam diartikan sebagai makhluk gaib yang mendampingi manusia. Khodam dipercaya memiliki berbagai kemampuan, seperti memberikan perlindungan, meningkatkan kekuatan, hingga mendatangkan keberuntungan.
Pandangan Islam tentang Khodam
Islam tidak secara eksplisit membahas tentang khodam. Namun, terdapat beberapa ayat Al-Quran dan hadis yang dapat dikaitkan dengan fenomena ini.
• Al-Quran Surat Al-Jin ayat 6: "Dan bahwasanya di antara kami (jin) ada yang muslim dan ada pula yang kafir. Dan kami berfirman: "Kami adalah orang-orang yang berserah diri."
Ayat ini menunjukkan bahwa jin, termasuk khodam, memiliki dua golongan: muslim dan kafir.
• Hadis Riwayat Bukhari: "Barangsiapa yang mendatangi dukun dan membenarkan apa yang dia katakan, maka dia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad."
Hadis ini melarang umat Islam untuk mempercayai dukun dan hal-hal gaib yang bertentangan dengan ajaran Islam.
Hukum Cek Khodam
Berdasarkan ayat dan hadis di atas, para ulama sepakat bahwa cek khodam hukumnya haram. Alasannya:
• Mempercayai kekuatan selain Allah: Cek khodam biasanya dilakukan dengan cara ritual atau meminta bantuan kepada dukun. Hal ini termasuk syirik karena mempercayai kekuatan selain Allah.
• Membuka diri terhadap jin kafir: Cek khodam berpotensi membuka diri terhadap jin kafir yang dapat menyesatkan manusia.
• Menyimpang dari ajaran Islam: Cek khodam tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam dan termasuk dalam kategori bid'ah (perbuatan baru dalam agama yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW).
Alternatif Islami yang Tepat
Sebagai gantinya, umat Islam dianjurkan untuk:
• Memperkuat iman dan takwa kepada Allah.
• Membaca Al-Quran dan berzikir.
• Berdoa kepada Allah dengan khusyuk.
• Mencari pertolongan hanya kepada Allah.
Penutup
Tren cek khodam bertentangan dengan ajaran Islam dan hukumnya haram. Umat Islam diimbau untuk tidak terjerumus dalam praktik ini dan fokus pada penguatan iman dan takwa kepada Allah SWT.
