PPG Daljab 2023 sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Guru di Indonesia

Dosen Bahasa Inggris Universitas Pamulang, Researcher
Tulisan dari Lodya Sesriyani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Program PPG merupakan program Pendidikan yang dilaksanakan oleh kemdikbud dalam mempersiapkan lulusan Kependidikan dalam penguasaan kompetensi guru dan juga penguasaan literasi dan numerasi digital sebagai skill yang saat ini dibutuhkan bagi pendidik. Pada program ini, guru dilatih agar dapat mengembangkan perangkat pembelajaran yang dapat merangsang kemampuan 4C (critical thinking, communication, colaborative, and creativity) pada peserta didik. Perangkat yang dikembangkan tersebut juga idealnya harus memiliki muatan TPACK yang mewajibkan aktivitas di kelas menerapkan teknologi.
Terdapat dua model pembelajaran yang ditekankan pada program

PPG ini yaitu Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL). Kedua model pembelajaran ini terbukti sebagai model pembelajaran masa kini yang dapat mewujudkan Pendidikan yang berbasis pada peserta didik. Kedua model tersebut menuntut muatan pembelajaran dikelas yang lebih berpusat pada peserta didik. Peserta didik secara bersama-sama memecahkan masalah, mengindetifikasi, mengeksplorasi dan mencari solusi hingga menciptakan sebuah proyek secara berkelompok.
Bulan Juni menjadi awal pelaksanaan program PPG Dalam Jabatan pada tahun ini. Sebanyak 78 LPKP terpilih untuk menyelenggarakan PPG Daljab Angkatan 1 ini. Kegiatan ini dimulai dengan masa orientasi berkenaan dengan pandangan terhadap Guru Masa Depan, kemudian dilanjutkan pada belajar mandiri yang dilakukan oleh peserta, kemudian proses pembelajaran yang didampingi oleh dosen dan instruktur serta diakhiri dengan UKM PPG.
Pada tahapan pembelajaran, terdapat 3 tahapan pada program ini yang terbagi menjadi beberapa langkah-langkah pada setiap tahapannya. Tahapan pertama yaitu Pendalaman Materi. Pada tahapan ini terdapat langkah identifikasi masalah, ekplorasi penyebab masalah dan penentuan penyebab masalah tersebut. Permasalahan yang diangkat pada diskusi ini adalah masalah yang dihadapi guru yang berkaitan dengan masalah pembelajaran didalam kelas, yang diharapkan nanti dapat diobati dengan dua model pembelajaran yang ditawarkan.
Kemudian tahapan berikutnya adalah pengembangan perangkat pembelajaran. Pada tahapan ini guru akan melewati langkah ekplorasi alternatif solusi, penentuan solusi, pembuatan rencana aksi dan diakhiri dengan pembuatan rencana evaluasi. Pada tahapan ini guru diminta untuk mengekplorasi solusi yang mereka tawarkan untuk mengatasi masalah mereka didalam pembelajaran. Penentuan solusi yang diambil harus melewati proses studi literatur dan hasil wawancara kepada beberapa pihak agar solusi tersebut penerapannya dapat maksimal.
Setelah rangkaian pembelajaran di kelas, para peserta program akan melakukan PPL pada sekolah- sekolah dimana mereka selama ini mengabdi. Pada saat PPL, peserta akan menerapkan perangkat pembelajaran yang sudah mereka kembangkan dan mengukur sejauh mana perangkat tersebut yang merupakan solusi dari masalah pembelajaran dapat menjadi solusi terbaik di dalam kelas.
