Konten dari Pengguna

Profil Pelajar Pancasila dan Penerapannya pada Pembelajaran

Lodya Sesriyani

Lodya Sesriyani

Dosen Bahasa Inggris Universitas Pamulang, Researcher

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lodya Sesriyani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pelajar SMA. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pelajar SMA. Foto: Shutterstock

Salah satu yang menjadi poin penting pada kurikulum merdeka adalah dalam penyusunan kurikulum tersebut terdapat luaran jangka panjang yang akan menjadi hasil pendidikan yaitu profil pelajar Pancasila. Profil Pancasila merupakan kompetensi luaran yang diharapkan dapat dimiliki oleh peserta didik setelah mereka melewati proses belajar.

Profil pelajar Pancasila berkaitan dengan bagaimana peserta didik dapat menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila pada kehidupan mereka.

Apa saja nilai-nilai yang terkandung di dalam profil pelajar Pancasila tersebut?

Berikut dijabarkan secara rinci dimensi dan elemen profil Pancasila tersebut sebagai berikut: (1) Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, hal ini berkaitan dengan peserta didik yang mengamalkan nilai maupun ajaran yang ada dalam agama dan kepercayaannya dan mampu menjunjung tinggi nilai toleransi antar umar beragama. Hal ini dapat ditunjukkan peserta didik melakukan ibadah menurut agama dan kepercayaannya masing-masing selama di sekolah, berinfak setiap jumat, melakukan salat berjemaah, dan saling menghargai ibadah penganut agama lain.

(2) Berkebinekaan global, peserta didik memiliki kecintaan terhadap negaranya namun tidak menutup diri pada negara lain. Menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman budaya yang ada dan saling berbagi pengalaman kebinekaannya. Hal ini dapat ditunjukkan oleh peserta didik dengan mengikuti pameran budaya di sekolah dan menghargai tradisi dari adat tertentu.

(3) Mandiri, peserta didik mampu secara mandiri menghadapi situasi yang dianggap sulit maupun belum biasa dilaluinya. Mereka dibiasakan untuk mampu memikirkan solusi terbaik terhadap masalah-masalah yang timbul dalam kehidupannya. Hal ini dapat digambarkan peserta didik dengan secara mandiri mencari referensi secara digital jika diberikan projek oleh gurunya.

(4) Bergotong royong, peserta didik secara sadar melakukan kolaborasi dengan temannya yang dilandasi dengan jiwa kerja sama. Hal ini dapat digambarkan dengan aktivitas di dalam kelas yang melibatkan siswa dengan meminta mereka secara kelompok untuk memecahkan suatu masalah.

(5) Bernalar kristis, peserta didik secara kritis melakukan analisa dan evaluasi terhadap setiap informasi yang mereka terima. Hal Ini dapat juga dinilai dari literasi digital peserta didik, bagaimana meraka mampu membedakan informasi yang benar atau hoaks.

Dan (6) Kreatif, peserta didik memiliki ide dan gagasan yang kreatif yang sesuai dengan masalah yang sedang dihadapi. Hal ini dapat dilatih dalam pembelajaran di kelas dengan memberikan peserta didik masalah yang harus mereka pecahkan secara bersama-sama di kelas.

Sebenarnya penanaman nilai-nilai Pancasila ini sudah ada di kurikulum sebelumnya, namun di kurikulum Merdeka hal tersebut lebih ditekankan dan sudah menjadi sebuah luaran jangka panjang dari pembelajaran. Sehingga Pendidikan akan dinilai berhasil jika lulusannya mengamalkan seluruh nilai-nilai yang ada pada profil Pancasila.