Konten dari Pengguna

Anies dan Kiat Menjadikan Jakarta Aman bagi Perempuan

Lolita VC

Lolita VC

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lolita VC tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Anies Baswedan di kumparan Onboarding Batch 2 (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Anies Baswedan di kumparan Onboarding Batch 2 (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

Jakarta disinyalir menjadi satu kota di Indonesia yang tak ramah pada perempuan, anak serta kaum disabilitas. Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta memberikan komentarnya terkait hal itu, pada Selasa (14/11) di acara on boarding Kumparan di Hall Kuningan. 

"Membangun kesadaran pada semua, bila ada masalah ada unit respon cepat, dan recovery atau save house. Tim akan dibereskan," jelasnya.

Faktor-faktor yang menyebabkan Jakarta menjadi kota yang tak ramah pada perempuan ialah tingkat keamanan dan fasilitas yang minim di ibu kota untuk perempuan, anak dan kaum disabilitas.

Menanggapi hal itu Anies menuturkan, "Alokasi anggaran untuk hal keamanan, dan keterkaitan dengan anak-anak sangat minim," jelasnya. 

Dirinya juga menghimbau untuk menjadikan hal tersebut sebagai kesadaran bersama.

Tak lupa mengingatkan bagi para perempuan, anak dan disabilitas bila mengalami hal-hal terkait keamanan dan kesulitan dalam menggunakan transportasi untuk segera melapor pada unit terdekat atau menuju pada recovery dan safe house

Anies bahkan mengaku telah mempersiapkan tim untuk membantu para perempuan, anak, dan kaum disabilitas mengenai permasalahan terkait.

Selain itu, Anies juga menjelaskan bahwa dalam memajukan Jakarta dibutuhkan tiga hal yakni gagasan, kata, dan karya.