Peduli Lingkungan, Mahasiswa BBK 8 UNAIR Ajak Memilah Sampah Melalui “Re-ACT"

Mahasiswa Universitas Airlangga
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jhonriz Steven tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Peduli terhadap lingkungan tidak selalu dimulai dari langkah besar, tetapi dapat diwujudkan melalui kebiasaan sederhana, seperti memilah dan membuang sampah pada tempatnya. Berangkat dari semangat tersebut, mahasiswa KKN-BBK 8 Universitas Airlangga menyelenggarakan program Re-ACT (Reduce, Reuse, Recycle–Action, Commitment, Today) bersama masyarakat Desa Tamansari pada Sabtu (25/07/2026). Kegiatan yang berlangsung di salah satu rumah warga di Desa Tamansari, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara aktif.
Mengenalkan Prinsip 3R
Program Re-ACT dirancang dengan beberapa tujuan seperti meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat mengenai kategorisasi jenis sampah serta prinsip dasar 3R, menumbuhkan kesadaran kolektif serta kebiasaan memilah sampah domestik langsung dari rumah tangga secara konsisten, meningkatkan kepedulian bersama terhadap kebersihan pekarangan, pemukiman, dan lingkungan sekitar desa, mendorong penerapan gaya hidup ramah lingkungan demi keberlanjutan ekosistem desa yang bebas dari penumpukan limbah tak terkelola.
Kegiatan diawali dengan sambutan sekaligus penyampaian jargon Re-Act oleh pembawa acara Regina. Selanjutnya, peserta mengerjakan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan mengenai pengelolaan sampah domestik dan praktik pemilahan sampah rumah tangga. Setelah itu, sesi edukasi disampaikan oleh Ael dan Syika yang menjelaskan konsep 3R (Reuse, Reduce,Recycle) sebagai langkah sederhana dalam mengurangi timbulan sampah. Salah satu contoh yang menarik perhatian peserta adalah pemanfaatan pakaian bekas melalui prinsip reuse, yaitu menggunakan kembali barang yang masih layak pakai alih-alih langsung membuangnya sehingga masa pakainya dapat diperpanjang. Tidak luput juga menyampaikan cara memilah sampah melalui jenisnya, dan salah satu bagian yang menarik dari penyampaian adalah bagaimana sampah elektronik & medis harus dipilah untuk keamanan baik manusia dan lingkungan.
Game Interaktif Memilah Sampah
Sebagai bentuk evaluasi, mahasiswa BBK 8 Unair mengajak masyarakat untuk aktif mengikuti post-test melalui game mengidentifikasi sampah secara berkelompok. Setiap kelompok dibekali sebuah bendera sebagai penanda untuk menjawab pertanyaan. Suasana pun berlangsung meriah karena masyarakat berlomba menjawab pertanyaan seputar jenis sampah. Game ditutup dengan pemberian hadiah berbagai kebutuhan rumah tangga yang dirangkai selayaknya bunga.
Program ini mendapat apresiasi dari masyarakat, salah satunya dari Ibu Elok selaku Ketua Bank Sampah Desa Tamansari. Menurutnya, edukasi mengenai pemilahan sampah merupakan langkah penting untuk meningkatkan kesadaran warga dalam mengelola sampah sejak dari rumah tangga.
"Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa yang telah memberikan materi tentang pemilahan sampah. Edukasi seperti ini sangat bermanfaat karena membantu masyarakat memahami cara memilah sampah dengan baik dan benar sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan," ujarnya.
Tak luput juga kegiatan edukasi ‘Re-ACT’ mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) poin ke-3 tentang “Kehidupan Sehat dan Sejahtera” dan pada poin ke-12 tentang “Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab’
Berita ini mendukung pencapaian SDG 3 : Good Health and Well-being SDG 12 : Responsible Consumption and Production #SDG3 #GoodHealthandWell-being #SDG12 #ResponsibleConsumptionandProduction #SDGsUNAIR
