Konten dari Pengguna

Kepemimpinan Revolusioner George Washington

Louis Bisma

Louis Bisma

Public Policy Enthusiast

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Louis Bisma tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: pixabay.com

Amerika serikat di era revolusi industri 4.0 ini telah menjadi negara adidaya yang memiliki kemampuan teknologi, militer, politik, dan perekonomian yang hebat. Hal tersebut tidak terlepas dari pemimpin pendahulunya yang telah berhasil membangun Amerika Serikat dari generasi ke generasi dengan semakin kuat agar berkembang secara meningkat. Salah satu pemimpin pendahulu Amerika Serikat yang akan saya bahas pada tulisan ini adalah George Washington, Presiden Pertama Amerika Serikat sekaligus founding father dari Negara Paman Sam tersebut.

George Washington lahir pada tanggal 22 Februari 1732, ia terlahir dari keluarga kaya yang memiliki lahan tembakau dan banyak budak di Koloni Virginia. Ia mendapatkan privilege pendidikan sejak kecil dan meniti karier awalnya menjadi seorang surveyor atau pengukur lahan, sebelum akhirnya ia menjadi seorang negarawan dan jenderal yang berhasil memimpin pasukan patriot sewaktu Perang Revolusi Amerika dan berhasil mengantarkan Amerika Serikat menuju pintu kemerdekaan dari Britania Raya.

Sumber: pixabay.com

George Washington secara garis besar dikenal dengan kepemimpinannya yang sangat revolusioner. Pengalaman, keberanian, wibawa, dan kharismanya yang begitu disegani dan dipandang berhasil mengantarkannya menjadi salah satu pemimpin hebat dunia. Selama masa awal kepemimpinannya, ia berhasil mengadakan perjalanan mengelilingi negara-negara bagian untuk mencegah perpecahan bangsa, ia menyadari akan resiko tersebut karena bangsa yang baru lahir bisa dibilang belum kuat secara fundamental, hal tersebut sejalan dengan konsep kepemimpinan contingency theory yang menganggap bahwa pemimpin harus bisa menyesuaikan gaya kepemimpinannya pada situasi dan kondisi tertentu.

Secara religiusitasnya, George Washington merupakan seorang pemeluk agama yang taat. Ia merupakan anggota dari Gereja Anglikan. George Washington percaya bahwa agama sangat diperlukan untuk meningkatkan standar moralitas di masyarakat. Sebagai pemimpin dengan negara yang sangat plural, ia berhasil menegakkan hak dan kebebasan semua sekte untuk dapat menjalankan keyakinan secara sama di mata hukum, selama kepercayaan yang dijalankan sesuai dengan standar moralitas masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan konsep kepemimpinan transformasional, di mana seorang pemimpin akan mengarahkan kebijakan yang memanusiakan manusia.

George Washington juga memiliki kepribadian yang unik dan hebat terutama dalam segi pengetahuan. Wawasannya tentang bisnis, masalah reformasi administrasi, hingga urusan militer telah membuat Amerika menjadi negara yang settle secara tata kelola pemerintahan, hal tersebut tidak terlepas dari konsep kepemimpinan transaksional yang berhasil ia terapkan terutama dalam negoisasi bisnis dengan negara-negara bagian. Penerapan konsep tersebut tidak terlepas dari tujuannya yang selalu ingin mendapat pertukaran transaksional yang sepadan dan saling menguntungkan.

Kepemimpinan George Washingtion pun tidak lepas dari kepekaannya akan orang-orang kecil dalam lingkungannya. George Washington sering merasa terganggu dengan sistem perbudakan, walaupun ia terlahir di keluarga yang sering menggunakan tenaga kerja budak, hal tersebut tidak mengurangi rasa simpatinya terhadap hal-hal yang berkaitan dengan perbudakan. Pada surat wasiatnya bahkan ia meminta untuk membebaskan budak-budaknya. Hal tersebut jika dikaitkan dengan konsep kepemimpinan sangat sejalan dengan servant theory di mana George Washington sangat melayani dan memelihara kesejahteraan fisik dan mental untuk orang-orang di sekitarnya.

Pada akhirnya, George Washington merupakan pemimpin yang revolusioner dan selalu menghadirkan sudut pandang baru mengenai kepemimpinan, selayaknya konsep kepemimpinan behavioral theories dan trait theory, ia berhasil menciptakan persepsi bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh perilakunya. Ia berhasil menjadikan banyak pengalaman hidupnya menjadi pelajaran untuk dijadikan proses dalam kepemimpinannya yang sukses sampai akhir hayatnya.

Referensi:

Burns, J. M., & Dunn, S. (2013). George Washington: The American Presidents Series: The 1st President, 1789-1797. Times Books.

Hughes, R., Ginnett, R. C., & Curphy, G. J. (1996). Leadership. Chicago, Irwin.

Nurjanah, S. (2003, September 9). George Washington: Sang Pemimpin Revolusi. Retrieved December 8, 2021, from https://www.voaindonesia.com/a/a-32-a-2003-09-09-10-1-85222057/33691.html.