Konten dari Pengguna

Awal Mula Kehidupanku di Penjara Suci

Syarifahasneel

Syarifahasneel

Mahasiswi STIBA AR-RAAYAH

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Syarifahasneel tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Oleh : Syarifahasneel

sumber gambar (ponpesattaufiq.com)
zoom-in-whitePerbesar
sumber gambar (ponpesattaufiq.com)

Tahukah anda kenapa disebut Penjara suci?

Nama ini sudah tidak asing lagi di kalangan para santri. Penjara ini bukanlah tempat dikurung nya seseorang atas hukuman nya akan tetapi tempat di mana seseorang dididik dan dibina menuju jalan yang lurus. Terus kenapa suci? Dinamakan ini karena terdapat di dalam nya santri-santri yang membaca al-qur'an, membaca hadist, kitab-kitab yang lain nya setiap hari. Jadi, meski tidak bebas keluar tetapi mereka dikelilingi hal-hal yang berkaitan dengan keagamaan. Itulah sebab dinamakan penjara suci oleh para santri. Lalu bagaimana kehidupan di penjara itu? Apakah kehidupan di dalamnya sama dengan yang lain? dan Apakah hidup di dalamnya menambah kenikmatan atau kesengsaraan? Akan tetapi, kehidupan yang ku dapat selama meniti di penjara itu adalah kenikmatan dalam menimba ilmu.

Dari tempat ini aku baru mengetahui mana yang baik, buruk, halal, haram nya. Aku mulai Langkahkan kaki untuk menuju gerbang penjara suci itu pada tahun 2012 yang lalu. Dan mulai lah saat itu aku memasuki kehidupan yang tidak pernah ku rasakan sebelum nya dalam keadaan tenang, nyaman, sejuk, dan tentram. Pertama kali nya aku menapakkan kaki di atas bumi itu dan hanya terlintas di pikiranku apakah aku bisa nyantri? Apakah aku bisa jauh dari keluargaku? Dan berapa lama aku akan di sini? Tetapi pikiran yang negative itu aku buang jauh-jauh dan berusaha untuk melupakan agar tidak membuatku terbebani. Saat itu, seseorang menasehatiku dan dia berkata:"Jika kamu memberi makan pikiranmu dengan pikiran yang positif, maka kamu akan mendapatkan hal-hal yang hebat dalam hidupmu". Lalu aku merenungkan ungkapan yang membuatku yakin bahwa aku pasti bisa. ketika itu pertama kali nya aku tak berdaya bahwa aku akan bisa belajar ilmu-ilmu yang berkaitan dengan bahasa arab dan bahkan aku tidak memahami kecuali sedikit.

Setalah itu aku hanya bisa menangis di penghujung malam karena belum memahami sedikit pun dari ilmu itu. Bahkan, di penghujung malam itu juga rasanya ingin keluar dari tempat ini. Dengan tangisanku yang begitu dalam sehingga seseorang itu terbangun dari tidur nya dan mengungkap kan nasihat itu kembali. Saat itulah aku berpikir kenapa aku tidak bisa? dan kenapa temanku yang lain bisa? Dan dari sini aku mulai belajar dengan tekun dan serius hingga dapat menyelesaikan dan memberikan manfaat bagi orang lain. Karena tak ada lagi yang terlintas di pikiranku bahwa aku tidak bisa mungkin dalam menggapai sesuatu itu pasti ada suka dan dukanya. Namun bagiku itu semua hanyalah pernak-pernik kehidupan saja karena semua orang yang masih hidup di dunia ini pasti akan merasakan suka dan dukanya. Terkadang, perasaan untuk keluar secepat mungkin itu muncul tanpa ku sadari, tetapi itu hanyalah selintas perasaanku saja. Namun alhamdulillah, semua itu bisa ku jalani dengan pertolongan Allah, doa dari kedua orang tuaku dan dengan niat yang ikhlas dalam melakukan nya. Setelah aku bisa melalui ini semua, aku bisa merasakan betapa nikmat nya menuntut ilmu jika diniatkan semuanya karena Allah bukan karena paksaan dari siapa pun maka ilmu itu akan mengalir begitu saja di pikiran kita dan akan merasakan kelezatan di dalam nya.

Dan bagi orang yang ikhlas dalam menuntut ilmu maka Allah akan mudahkan bagi nya jalan menuju syurga. Dan di kehidupan ini aku sangat bersyukur kepada orang tuaku karena telah menunjukkan kepadaku sebuah tempat yang membawa ke jalan yang benar dan sangat bersyukur kepada orang yang telah mengajariku. Jadi, tujuan dari kehidupan ini hanya untuk meraih ridho Allah dengan menuntut ilmu dan beribadah kepada-Nya.