Keseruan Pasar Kaget dan Kolaborasi dengan BBK 6 UNAIR di Dusun Kwarengan

Fakultas Ilmu Budaya UNAIR Mahasiswa Studi Kejepangan
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Asya Herliana Pramesti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Suasana penuh semangat dan keceriaan menyelimuti Dusun Kwarengan, Desa Menanggal, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, saat acara Pasar Kaget digelar pada Minggu pagi ini (20/07/2025). Pasar kaget memiliki sekitar 12 stand makanan dan minuman, serta pedagang asongan yang menawarkan beragam kuliner lezat untuk pengunjung dengan harga terjangkau. Masyarakat dari berbagai kalangan berkunjung ke Pasar Kaget untuk mengikuti serangkaian kegiatan yang diadakan di sana.
Pasar kaget dibuka dengan senam pagi yang dipandu oleh Miss Yosy selaku instruktur senam. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya peserta yang mengikuti irama dengan penuh semangat. Senam ini memang diadakan secara rutin tiap Minggu pagi dan dihadiri oleh ibu-ibu di Desa Kwarengan. Tidak berhenti di situ saja, suasana semakin diramaikan dengan penampilan kesenian tradisional Bantengan Putro Budoyo. Penampilan dimulai dari pukul sepuluh Pagi hingga pukul lima Sore. Acara puncak dari penampilan seni bantengan ini dimulai sejak jam satu siang.
Awal Mula Terbentuknya Pasar Kaget
Pasar Kaget merupakan kegiatan pemberdayaan UMKM Dusun Kwarengan yang terletak di Desa Menanggal, Kecamatan Mojosari. Pasar Kaget bisa terbentuk disebabkan oleh semangat kepala Dusun Kwarengan berserta kerjasama masyarakat dan juga karang taruna yang ada disana. Masyarakat dengan kompak mendirikan pasar kaget dengan tujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan juga mengembangkan UMKM yang ada di Dusun Kwarengan. “Nama pasar kaget sendiri juga berasal dari ide yang tiba-tiba muncul, sehingga warga setempat menamakan sebagai Pasar Kaget” ujar Pak Khoirul selaku Kepala Dusun Kwarengan. Kegiatan pasar kaget baru saja dimulai sejak sekitar 6 bulan yang lalu. Meskipun bisa dibilang masih baru, namun Pasar Kaget telah menjadi kegiatan yang ditunggu-tunggu sebagai sarana hiburan warga.
Sarana Hiburan dan Pemberdayaan Ekonomi
Koordinator acara sekaligus kepala dusun Kwarengan, yaitu Bapak Khoirul, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momen penting untuk mendorong kemajuan ekonomi lokal dan mempererat hubungan sosial antar anggota masyarakat dusun. Meskipun jalan masih sangat panjang untuk mengembangkan kegiatan Pasar Kaget ini tapi beliau optimis akan hasilnya di masa depan karena kegiatan didasari oleh gotong royong masyarakat lokal.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi ruang ekspresi masyarakat dan wadah pemberdayaan ekonomi lokal terutama UMKM di Dusun Kwarengan. Melalui stand-stand yang disediakan, warga bisa mengembangkan usaha dan menarik perhatian masyarakat,” ujar ketua paguyuban pasar kaget.
Kegiatan ini juga menjadi hiburan rakyat yang ditunggu-tunggu, terutama dengan diadakannya atraksi seni budaya yang jarang ditemukan di keseharian masyarakat. Masyarakat dari berbagai usia ramai mendatangi sejak pembukaan Pasar Kaget pada pukul tujuh pagi. Stand-stand yang menjual makanan dan minuman khas tradisional seperti Nasi jagung, Lontong sayur, Nasi Pecel, Nasi Kuning, Ketan sambal, dan lain-lain telah bersiap sejak pagi hari sebelum senam dimulai. Pasar Kaget tidak hanya menjadi sebuah ruang untuk mengembangkan ekonomi tapi juga sekaligus menjadi tempat warga bisa berkegiatan bersama di akhir pekan.
“Saya sangat senang, bisa senam bareng dan nonton kesenian bantengan. Tadi juga beli jajanan buat anak-anak di rumah,” ujar Ibu Rina, salah satu pengunjung.
UMKM Lokal dan Kontribusi Mahasiswa BBK 6 UNAIR 2025
Tak hanya menjadi sarana hiburan dan interaksi sosial, Pasar Kaget ini juga menjadi ruang penguatan ekonomi lokal. Salah satu hal yang membedakan acara ini dari hari biasanya adalah kehadiran mahasiswa BBK 6 Desa Menanggal dari Universitas Airlangga yang sedang melakukan rebranding terhadap UMKM. Ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa BBK 6 Unair. Kegiatan ini dilakukan untuk memperluas cangkupan pasar serta menarik perhatian masyarakat untuk mengunjungi Pasar Kaget.
Menurut Lushinta, Ketua BBK 6 Desa Menanggal dari Universitas Airlangga, keterlibatan mahasiswa bertujuan agar para pelaku usaha dapat berkembang secara berkelanjutan, terutama dari sisi visual dan promosi. Apalagi mengingat bahwa kini Kita telah memasuki era digital, tentu ada banyak sekali peluang dalam mengembangkan bisnis melalui media sosial. Banyak kegiatan-kegiatan serupa di daerah lain melenjit popularitasnya setelah mendapat banyak atensi dari warga net.
“Kami dari tim BBK 6 Desa Menanggal ingin membantu pelaku UMKM agar dapat mengemas usahanya dengan lebih menarik, baik dari sisi branding, tampilan produk, maupun pemasaran. Harapannya, ini tidak hanya ramai saat pasar kaget, tapi bisa berlanjut setelah acara selesai,” ujar Lushinta.
Lushinta selaku Ketua BBK 6 Desa Menanggal dari Universitas Airlangga juga menambahkan “Kami melihat banyak potensi luar biasa dari UMKM lokal, hanya saja mereka belum terbiasa dengan aspek visual dan promosi yang menarik. Maka dari itu, kami membantu dalam membuat logo, banner, bahkan strategi pemasaran melalui media sosial.”
Program kerja dari kelompok BBK 6 Unair ini tidak hanya berhenti pada rebranding saja, namun pada tanggal 27 Juli 2025 ini direncanakan akan ada kegiatan keberlanjutan. Setelah selesai melakukan rebranding UMKM lokal para Mahasiswa akan mengadakan acara “Apresiasi Literasi” dimana para murid SDN Menanggal yang sebelumnya mendapat materi akan diberikan awarding di Pasar Kaget. Hal ini bertujuan untuk meramaikan acara sekaligus mendorong supaya Pasar Kaget bisa menjadi sebuah wadah untuk berbagai event di Desa Menanggal.
Keberlanjutan Pasar Kaget
Panitia dan warga berharap Pasar Kaget bisa diadakan setiap hari Minggu secara rutin.
“Kami akan mengevaluasi kegiatan ini dan mencoba menyusun jadwal tetap. Kalau bisa, tidak hanya di Kwarengan, tapi menjadi contoh bagi dusun-dusun lain di Desa Menanggal,” ujar Pak Khoirul optimis.
Dengan adanya kolaborasi antara warga, pelaku UMKM, dan mahasiswa, Pasar Kaget Kwarengan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memotivasi untuk mengembangkan dusun. Suasana yang meriah, interaksi sosial yang hangat, serta semangat gotong royong yang terjaga menjadi bukti bahwa kegiatan berbasis komunitas dapat memberikan dampak yang luas dan berkelanjutan.
