Konten dari Pengguna

90 Mahasiswa ITB Balongan dan UPN Jatim Pelajari Industri Migas di PPSDM

Luita Yusniawati Dratistiana

Luita Yusniawati Dratistiana

Saya adalah seorang Analis Humas di sebuah institusi pemerintah yang bergerak dibidang pengembangan SDM sektor minyak dan gas bumi, PPSDM Migas yang berlokasi di Cepu, Blora Jawa Tengah.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Luita Yusniawati Dratistiana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Peserta mengunjungi Kilang PPSDM Migas dengan menggunakan APD lengkap. (Dok. Humas PPSDM Migas)
zoom-in-whitePerbesar
Peserta mengunjungi Kilang PPSDM Migas dengan menggunakan APD lengkap. (Dok. Humas PPSDM Migas)

CEPU – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) kembali menjadi pusat rujukan edukasi bagi institusi pendidikan tinggi di Indonesia. Sebanyak 90 mahasiswa dari dua perguruan tinggi berbeda melakukan kunjungan industri guna memperdalam pemahaman praktis mengenai sektor hulu dan hilir migas pada Selasa, 5 Mei 2026.

Kunjungan pertama berasal dari 50 mahasiswa Program Studi Perminyakan Institut Teknologi Petroleum Balongan (ITB Balongan). Kehadiran mereka bertujuan untuk menunjang program pendidikan tinggi berbasis kompetensi agar selaras dengan kebutuhan industri saat ini.

Pada saat yang bersamaan, PPSDM Migas juga menerima 40 mahasiswa Program Studi Teknik Kimia dari UPN “Veteran” Jawa Timur. Kunjungan ini difokuskan pada pengembangan dan peningkatan mutu akademik, sekaligus memberikan gambaran nyata mengenai dunia kerja di industri kimia dan migas.

Koordinator Sarana Teknik Migas PPSDM Migas, Yoeswono, menyambut hangat kedatangan para mahasiswa tersebut. Ia menegaskan bahwa PPSDM Migas senantiasa membuka pintu bagi pihak akademisi yang ingin mengeksplorasi fasilitas teknis di lembaga ini.

"PPSDM Migas membuka lebar bagi siapa saja yang ingin mengetahui dasar-dasar ilmu migas dari hulu dan hilir. Kami memiliki sarana kilang dan utilitas pendukungnya, laboratorium dari hulu, hilir, sampai penunjang. Bahkan, kami memiliki Rig 900 dan movable rig 66 sebagai sarana praktik pelatihan dan sertifikasi kompetensi yang bisa dikunjungi," ujar Yoeswono.

Selain memaparkan fasilitas unggulan, Yoeswono juga menekankan pentingnya aspek keselamatan kerja selama berada di lingkungan operasional. Beliau mengingatkan agar seluruh peserta kunjungan tetap mematuhi protokol keamanan industri yang ketat.

"Kami mengharapkan setiap kunjungan harus menaati peraturan yang berlaku, seperti penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap apabila memasuki lokasi yang memiliki risiko," pungkasnya.

Melalui kunjungan ini, diharapkan para mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori di bangku perkuliahan, tetapi juga mampu mengobservasi langsung teknologi dan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku di industri minyak dan gas bumi nasional.