Tanggap Kekeringan, PPSDM Migas Salurkan Bantuan Air Bersih ke Desa Sekitar Cepu
Tulisan dari Luita Yusniawati Dratistiana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

CEPU — Bencana kekeringan akibat fenomena El Niño dan lonjakan suhu udara yang sangat tinggi melanda kawasan Blora dan sekitarnya sepanjang tahun 2026. Kondisi cuaca ekstrem yang berlangsung berkepanjangan ini memicu krisis air bersih di kawasan pemukiman, sehingga masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan harian mereka.
Merespons kondisi darurat tersebut, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih secara bertahap kepada warga terdampak. Penyaluran bantuan difokuskan pada sejumlah wilayah di sekitar Cepu yang mengalami dampak kekeringan paling parah, meliputi Desa Mernung, Kelurahan Tambakromo, Kelurahan Karangboyo, serta Desa Nglandeyan.
Koordinator Sarana Teknik Migas PPSDM Migas, Yoeswono, menyampaikan bahwa aksi sosial ini merupakan komitmen institusi untuk senantiasa hadir dan peka terhadap kondisi lingkungan sekitar.
"PPSDM Migas selalu berkomitmen untuk menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat melalui berbagai aksi nyata, salah satunya adalah penyaluran bantuan air bersih secara berkelanjutan ini," ujar Yoeswono saat melepas armada tangki air.
Kedatangan truk tangki air bersih dari PPSDM Migas disambut antusias oleh warga setempat. Pasokan air tersebut langsung dimanfaatkan warga untuk konsumsi, memasak, serta kebutuhan sanitasi dasar yang selama beberapa pekan terakhir sangat terbatas akibat sumber air warga yang mengering.
Yoeswono menambahkan bahwa aksi kepedulian ini diharapkan mampu menjaga ketahanan sosial warga dalam menghadapi musim kemarau yang belum menentu kapan berakhirnya.
"Harapan kami, bantuan air bersih ini dapat sedikit meringankan penderitaan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar akibat musim kemarau yang berkepanjangan ini," tegas Yoeswono.
Melalui tanggap darurat kepedulian ini, PPSDM Migas mempertegas perannya tidak hanya sebagai pusat pengembangan kompetensi sumber daya manusia di sektor energi, tetapi juga sebagai bagian dari solusi sosial bagi masyarakat di sekitarnya.

