Konten dari Pengguna

ERD Terlihat Membingungkan? Yuk, Pahami Pelan-pelan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lulu Ilmaknkun tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

property: pribadi
zoom-in-whitePerbesar
property: pribadi

Bagi yang baru belajar basis data, mungkin pernah melihat ERD dan berpikir, "Ini apa, ya? Mengapa bentuknya seperti ini?"

Padahal, sebenarnya ERD enggak serumit itu. Intinya adalah mengatur data dan melihat hubungan antardata. Mari membahasnya dengan bahasa yang mudah dipahami.

Apa Itu ERD?

ERD (Entity Relationship Diagram) adalah gambaran yang menunjukan data yang terdapat dalam suatu sistem serta hubungan antardata tersebut.

Sederhananya, ERD dapat diibaratkan seperti peta basis data. Sebelum memebuat basis data, kita dapat menentukan data apa saja yang perlu disimpan dan bagaimana hubungan antardata tersebut.

Misalnya, kita membuat sistem informasi kampus yang memiliki data mahasiswa, dosen, dan mata kuliah. ERD digunakan untuk menunjukan hubungan antara data tersebut.

Terus Ada Apa Saja di ERD?

  1. Entitas - "objeknya apa?"

Entitas dapat diartikan sebagai objek utama yang akan disimpan dalam sistem.

contohnya:

  • Mahasiswa

  • Dosen

  • Mata kuliah

  • Produk

  • Pelanggan

Entitas biasanya digambar pakai kotak.

  1. Atribut - "Detailnya apa? atau Apasih isi dari Entitas itu?"

Setelah tahu objeknya, kita cari tahu informasi apa yang dimiliki objek tersebut.

contohnya Entitas Mahasiswa punya:

  • NIM

  • Nama

  • Alamat

  • Jurusan

Semua informasi tersebut disebut atribut.

Atribut digunakan untuk mendeskripsikan entitas.

singkatnya:

Entitas = objeknya

Atribut = detail objeknya

  1. Primary Key - "Atribut mana yang menjadi identitas unik?"

Primary Key merupakan atribut yang digunakan sebagai identitas unik untuk setiap data.

Misalnya Mahasiswa punya NIM. Karena NIM setiap mahasiswa berbeda, NIM bisa dijadikan primary key.

Jadi database enggak bakal bingung bedain mahasiswa satu dengan yang lainnya.

  1. Relationship - "lalu apa yang dimaksud dengan hubungan antardata?"

Relationship menunjukan hubungan antara satu entitas dengan entitas lainnya.

contohnya:

Mahasiswa - Mengambil - Mata kuliah

Artinya mahasiswa menghambil mata kuliah.

Jadi garis yang di ERD itu bukan hanya sekedar hiasan. Garis tersebut menunjukan hubungan antar-data.

Nah, Kardinalitas Itu Apa?

Kardinalitas gampangnya adalah beberapa banyak data yang bisa saling berhubungan.

contohnya:

1:1 - satu data dengan satu data

1:N - satu data dengan banyak data

N:N - banyak data dengan banyak data

Satu dosen dapat mengajar banyak mahasiswa. Oleh karena itu hubungan tersebut dapat digambarkan sebagai 1:N.

Cara Membuat ERD agar Lebih Mudah

  1. Tentukan sistemnya

Misalnya sistem perpustakaan

  1. Tentukan entitasnya

Misalnya Buku, Anggota, dan Peminjaman.

  1. Tentukan atributnya

Misalnya Buku punya kode buku, judul, dan penulis.

  1. Tentukan primary key

Cari atribut yang bisa jadi identitas unik.

  1. Tentukan hubungan antarentitas

Misalnya Anggota melakukan Peminjaman.

  1. Tentuin kardinalitasnya

Tentukan jumlah data yang dapat berhubungan dengan satu data lainnya.

Kesimpulan

Belajar ERD sebenarnya tidak harus dimulai dengan menghafalkan seluruh simbol. Hal yang paling penting adalah memahami data yang terdapat dalam sistem, atribut yang dimiliki, serta hubungan antardata tersebut.

Pada awalnya, ERD mungkin terlihat membingungkan.

"Apa maksudnya?"

Namun, setelah memahami konsepnya, ternyata ERD tidak serumit yang dibayangkan.

Jadi tidak perlu merasa khawatir ketika mulai mempelajari ERD. Pahami konsepnya secara bertahap dan lakukan latihan secara rutin. Setelah memahami hubungan antardata, ERD akan terasa lebih mudah untuk dipelajari.