Memahami Pengelolaan Kualitas dan Standar Kualitas dalam Manajemen Operasional

saya adalah mahasiswi semester 7 jurusan Akuntansi di Universitas Muhammadiya Malang
Tulisan dari Luqyaanaa Su'da Aryo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kualitas dan Pengelolaan Kualitas
Kualitas merupakan kemampuan suatu produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya. Terdapat tiga pendekatan dalam hal ini, yang pertama kualitas berbasis pengguna dimana kualitas tergantung kepada audiensnya. Pendekatan ini biasanya digunakan oleh orang pemasaran dan pelanggan. Yang kedua, kualitas berbasis manufaktur yang biasanya diterapkan oleh manajer produksi. Dalam pendekatan ini kualitas suatu barang berarti pemenuhan standar dan membuat produk dengan benar sejak awal. Yang ketiga adalah kualitas itu berbasis produk yang memandang bahwa kualitas sebagai variabel yang presisi dan dapat dihitung.
Perusahaan dengan kualitas terbaik lima kali lebih produktif di bandingkan dengan kualitas yang paling rendah. Kualitas yang rendah berpengaruh terhadap organisasi secara keseluruhan. Namun dalam hal ini yang terpenting adalah membangun sebuah organisasi yang dapat mencapai kualitas dan mempengaruhi organisasi secara keseluruhan.
Definisi kualitas juga dapat dibagi menjadi beberapa katagori, yaitu :
1. Kualitas berbasis pengguna
Di bidang pemasaran, kualitas produk/jasa yang lebih tinggi berarti kinerja yang lebih baik, fitur (tampilan) yang lebih baik, dan perbaikan lainnya.
2. Kualitas berbasis manufaktur
Di bidang manufaktur, kualitas berarti pemenuhan standar dan “membuat produk dengan benar sejak awal”.
3. Kualitas berbasis produk
Memandang kualitas sebagai variabel yang presisi dan dapat dihitung.
Contoh: es krim yang benar-benar baik memiliki tingkat lemak mentega yang tinggi.
Faktor yang menjadikan kualitas sebagai elemen kritis dalam operasional adalah sebagai berikut :
1. Reputasi perusahaan
Kualitas menentukan persepsi orang tentang sebuah perusahaan. Bahkan dengan promosi segencar apapun tidak dapat menggantikan kualitas yang buruk.
2. Liabilitas produk
Tanggung jawab produk dapat berupa penghindaran terjadinya kecelakaan atau kerusakan produk yang berakibat pada tingginya pengeluaran legal atau publisitas yang buruk.
3. Implikasi global
Kualitas saat ini menjadi perhatian dunia internasional, sehingga kualitas produk, desain dan harga harus sesuai dengan yang diharapkan oleh pasar global.
Standar Kualitas Internasional
ISO 9000
Kualitas secara global sangat penting sehingga dunia bersatu menciptakan kualitas, ISO 9000. ISO 9000 adalah kumpulan standar untuk sistem manajemen mutu (SMM). ISO 9000 yang dirumuskan oleh TC 176 ISO, yaitu organisasi internasional di bidang standardisasi. ISO 9000 pertama kali dikeluarkan pada tahun 1987 oleh International Organization for Standardization Technical Committee (ISO/TC) 176. ISO/TC inilah yang bertanggungjawab untuk standar-standar sistem manajemen mutu. ISO/TC 176 menetapkan siklus peninjauan ulang setiap lima tahun, guna menjamin bahwa standar-standar ISO 9000 akan menjadi up to date dan relevan untuk organisasi.
Sertifikasi ISO 9000
Untuk memiliki sertifikat ISO 9000, suatu organisasi harus melalui proses selama 9 hingga 18 bulan yang mencakup dokumentasi prosedur kualitas, penilaian lapangan, dan serangkaian audit yang terus berjalan terhadap produk atau jasa yang dihasilkannya.
ISO 14000
Proses internasionalisasi kualitas yang terus terbukti dengan dikembangkannya ISO 14000. ISO 14000 merupakan standar manajemen lingkungan yang mengandung lima elemen pokok: manajemen lingkungan, audit, evaluasi kinerja, pelabelan, dan penilaian siklus hidup.
