Konten dari Pengguna

Malam Makin Larut, Pikiran Makin Ribut: Overthinking Datang Saat Mau Tidur

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lusiana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernah nggak sih, seharian ngerasa biasa aja, tapi begitu malam datang dan udah siap tidur, tiba-tiba otak malah ngajak mikirin semuanya.

Mulai dari tugas yang belum selesai, kerjaan besok, uang, hubungan, masa depan, sampai kejadian memalukan yang sebenarnya udah lewat bertahun-tahun lalu.

Padahal badan udah capek banget. Mata juga udah ngantuk. Tapi pikiran malah kayak baru mulai kerja.

“Besok gimana ya?”

“Tadi harusnya gue nggak ngomong begitu.”

“Kalau nanti ternyata nggak sesuai rencana gimana?”

Satu pikiran belum selesai, udah muncul pikiran lainnya. Akhirnya yang tadinya mau tidur jam 11 malah masih menatap langit-langit kamar sampai tengah malam.

Ilustrasi seseorang yang sulit tidur karena pikirannya terus dipenuhi berbagai hal di malam hari. Foto: Ilustrasi/AI

Siang Sibuk, Malam Baru Kepikiran

Siang hari biasanya kita punya banyak hal buat dilakukan. Kuliah, kerja, ngobrol sama teman, main HP, pergi keluar, atau sekadar sibuk sama aktivitas sehari-hari.

Karena perhatian kita ke mana-mana, beberapa hal yang sebenarnya lagi dipikirin jadi nggak terlalu terasa.

Nah, begitu malam datang, suasana mulai sepi. Aktivitas udah selesai, notifikasi mulai berkurang, dan kita akhirnya sendirian sama pikiran sendiri.

Di sinilah hal-hal yang tadinya nggak kepikiran malah muncul satu-satu.

Kadang sampai bikin bingung sendiri, “Kok gue baru mikirin ini sekarang, ya?”

Dari Satu Masalah Bisa ke Mana-Mana

Overthinking juga lucunya sering dimulai dari satu hal kecil.

Misalnya besok ada presentasi.

Awalnya cuma mikir, “Besok presentasinya lancar nggak, ya?”

Lama-lama berubah jadi, “Kalau gue salah ngomong gimana?”

Terus lanjut lagi, “Kalau ditanya dosen terus gue nggak bisa jawab?”

Belum selesai, udah sampai ke, “Kayaknya gue emang nggak jago ngomong di depan orang.”

Padahal presentasinya aja belum mulai.

Pikiran kita kadang bisa bikin banyak kemungkinan sendiri, termasuk kemungkinan buruk yang sebenarnya belum tentu kejadian.

Kejadian Lama Ikutan Muncul Lagi

Yang lebih aneh, malam hari nggak cuma bikin kita mikirin besok.

Kadang otak malah tiba-tiba membuka arsip lama.

Lagi rebahan dengan tenang, tiba-tiba inget kejadian memalukan waktu sekolah. Atau kepikiran omongan seseorang beberapa bulan lalu.

Terus mulai mikir,

“Sebenernya waktu itu dia maksudnya apa, ya?”

Padahal orang yang ngomong mungkin udah lupa.

Kita malah masih bikin berbagai kemungkinan sendiri sampai susah tidur.

Badan Capek, tapi Otak Belum Mau Istirahat

Ini yang bikin kesel.

Secara fisik rasanya udah pengen tidur. Tapi semakin kita maksa diri dengan pikiran “Gue harus tidur sekarang,” kadang malah makin susah.

Lihat jam udah jam 12.

Mulai panik.

“Waduh, besok harus bangun jam 6.”

Lihat lagi udah jam 1.

“Gila, tinggal lima jam lagi.”

Bukannya makin ngantuk, kita malah sibuk menghitung berapa jam waktu tidur yang tersisa.

Akhirnya masalahnya nambah. Tadinya overthinking soal kehidupan, sekarang overthinking karena nggak bisa tidur.

HP Kadang Malah Jadi Pelarian

Ilustrasi seseorang yang memilih bermain HP saat sulit tidur hingga tanpa sadar waktu semakin larut. Foto: Ilustrasi/AI

Karena nggak bisa tidur, akhirnya ambil HP.

Niatnya biar pikiran teralihkan sebentar.

Buka TikTok, Instagram, YouTube, atau sekadar baca-baca sesuatu. Memang untuk sementara kita jadi nggak mikirin masalah tadi.

Tapi tahu-tahu udah satu jam.

Setelah HP ditaruh, pikiran yang tadi belum selesai kadang balik lagi. Bedanya sekarang waktu tidur udah makin sedikit.

Jadi bukannya membantu tidur, malah makin malam.

Nggak Semua Pikiran Harus Diselesaikan Malam Itu

Kadang kita merasa harus menemukan jawaban dari semua yang lagi dipikirin sebelum tidur.

Padahal nggak semuanya harus selesai malam itu juga.

Masalah besok bisa dipikirin besok. Percakapan yang udah terjadi juga nggak bisa diulang. Hal yang belum terjadi belum tentu bakal seburuk yang ada di kepala.

Kalau ada sesuatu yang takut kelupaan, bisa coba ditulis dulu di catatan. Setidaknya otak nggak perlu terus-terusan mengingatnya.

Kadang kita memang cuma perlu bilang ke diri sendiri, “Udah, besok aja mikirinnya.”

Memang nggak selalu langsung berhasil, tapi setidaknya kita nggak terus memaksa diri mencari jawaban tengah malam.

Malam Memang Sering Bikin Pikiran Terasa Lebih Ramai

Saat suasana sekitar udah tenang, pikiran sendiri jadi terasa jauh lebih jelas.

Hal kecil yang siangnya terasa biasa aja bisa terasa jauh lebih besar ketika dipikirin sendirian tengah malam.

Makanya kalau malam ini badan udah capek tapi pikiran masih ke mana-mana, nggak semua hal yang muncul di kepala harus langsung dipercaya atau diselesaikan.

Kadang otak cuma lagi terlalu ramai.

Karena nggak semua masalah harus punya jawaban jam 2 pagi.