Konten dari Pengguna

Bom Kapal Nelayan Illegal, Neraca Perdagangan Ikan Indonesia Jadi Nomor Satu Se-Asean

Lutfan Dharmawan

Lutfan Dharmawan

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lutfan Dharmawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bom Kapal Nelayan Illegal, Neraca Perdagangan Ikan Indonesia Jadi Nomor Satu Se-Asean
zoom-in-whitePerbesar

Dalam acara kumparan Onboarding batch 2 yang dilaksanakan di ballroom Kuningan City menghadirkan pembicara-pembicara hebat dari bidangnya, salah satunya Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Rabu (15/11).

Menteri Susi memaparkan perkembangan dari sektor kelautan dan perikanan saat ini kepada lebih dari 125 wartawan baru kumparan. Menteri Susi menyampaikan bahwa saat ini Indonesia berhasil menempati posisi pertama dalam neraca perdagangan ikan Se-Asean. Hal ini adalah buah dari program-program yang dijalankan oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan.

Salah satu program yang dinilai sukses adalah penenggelaman kapal illegal terhadap kapal yang melakukan illegal fishing di laut Indonesia.

"Salah satu contohnya, sebelum adanya penenggelaman ikan di salah satu daerah kelautan kita, ditemukan 1000-3000 kapal ikan dari tiongkok, setelah di bom dan tenggelamkan hasil ikan kita sangat luar biasa," kata Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut.

Keberhasilan lainnya adalah menurut Komisi Pengkajian Ikan Nasional saat ini Indonesia memiliki stok ikan mencapat 12.5 juta ton.

Hal ini berdampak pada peningkatan konsumsi ikan di masyarakat yang secara statistik sudah mencapai 43kg/tahun.

Dampak positif lainnya yang timbul dari penenggelaman kapal asing adalah meningkatkan biomass kelautan hingga 300%. Hal ini menimbulkan dampak berantai terhadap kesuburan laut, salah satunya meningkatkan size ikan sehingga dapat lebih mensejahterakan nelayan lokal dengan tangkapan ikan yang luar biasa.

"Penegakan hukum terhadap illegal fishing bisa meningkatkan bio mass kelautan sampai dengan 300%. Contohnya ikan cakalang jadi berkumpul di pinggir pantai, padahal tempat tinggal aslinya di kedalaman laut 20 meter. Itu dikarenakan biomass kita emang subur," lanjutnya.

Pencapaian ini tentu menjadi kebanggan tersendiri bagi Menteri yang dikenal dengan julukan “Tenggelamkan” tersebut. Menurut Susi kedepannya Kementrian Kelautan dan Perikanan memiliki visi Indonesia menjadi poros maritim dunia.

“Kedepannya kita memiliki visi untuk menjadi poros maritim dunia," tutupnya.