French Bakery: Branding Sosial Media itu Kayak Buka Outlet di 10 Cabang

Mahasiswa Ilmu Komunikasi - Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Tulisan dari Lutfi Bunga A tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siapa yang setuju kalau sosial media sekarang punya peran penting sebagai branding? Mulai dari musisi, creator digital, content creator, pengusaha, hingga level perusahaan besar sekalipun masih menggunakan sosial media untuk meningkatkan brand awareness produk mereka. Menurut data We Are Social 2021, sebanyak 175,4 juta pengguna aktif internet mengakses sosial media. Berdasarkan survey tersebut, diketahui bahwa Instagram berada pada peringkat ketiga dalam platform media sosial yang paling banyak diakses. Sehingga, kini banyak masyarakat yang berbondong-bondong mempublikasikan produk digital mereka melalui Instagram.
French Bakery merupakan salah satu perusahaan food and beverages yang percaya bahwa sosial media mampu menjangkau lebih banyak pelanggan dengan skala yang lebih luas. Itulah kenapa perusahaan ini memanfaatkan Instagram untuk melakukan branding serta berkomunikasi langsung dengan customer. Branding yang baik mampu menciptakan ingatan khusus pada masyarakat. Sedangkan, komunikasi yang baik dinilai dapat mempertahankan pelanggan agar mereka melakukan pembelian ulang.
Pada program Magang Reguler yang diadakan Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya di perusahaan French Bakery, terdapat divisi yang mengelola sosial media perusahaan, yaitu Sosial Media Specialist. Divisi ini memberikan banyak sekali arahan serta pembelajaran mengenai branding sosial media serta bagaimana cara meningkatkan engangement reach. Tim divisi ini ternyata tidak sekedar upload-upload konten saja, melainkan juga melakukan riset agar pesan yang disampaikan sesuai dengan target market perusahaan.
Bukan hanya itu, memperhatikan kualitas dan kuantitas konten itu juga penting. Kualitas konten yang baik mampu menarik lebih banyak calon pembeli untuk mengikuti akun sosial media. Sedangkan, kuantitas atau jumlah konten yang dipublikasikan akan membuat pengguna berfikir bahwa akun tersebut aktif dalam memperkenalkan produk kepada masyarakat. Sehingga, hal ini akan meningkatkan kepercayaan pelanggan untuk membeli produk di French Bakery.
Sosial media memudahkan perusahaan dalam distribusi pesan dan produk. Pernyataan tersebut disetujui oleh Owner French Bakery, Ragil Dian Sari saat penulis mewawancarai mengenai rencana menambah outlet di tempat baru.
"Buka cabang itu cara kuno. Kita harus mikir soal biaya listrik, sewa bangunan, alat produksi, bahan kue, dsb. Sedangkan sekarang di era digital kita dimudahkan buat memasarkan produk kita. Ada pilihan e-commerce yang bisa kita daftarkan. Ditambah sekarang ini semua orang larinya ke sosmed. Kita manfaatkan itu saja. Soalnya kalau dilihat sekarang pun, perusahaan yang mem-branding Instagram dan sosial media dengan baik itu nggak beda jauh hasilnya kayak buka outlet baru di 10 cabang."
French Bakery selain aktif di Instagram juga sering melakukan branding di Tiktok. Arus sosial media yang pesat memang tidak sepenuhnya harus dilawan, melainkan mengikuti dimana arus tersebut akan mengalir. Pernyataan tersebut sama seperti dengan apa yang dilakukan French Bakery saat ini. Dengan hadirnya peserta magang di French Bakery, selain menambah wawasan soal pentingnya sosial media bagi perusahaan, juga sebagai saran sharing mengenai konten apa yang bisa dibuat untuk meningkatkan serta mempertahankan pengikut yang sudah ada.
Sebagai divisi social media spesialist, selain menganalisa audience dengan baik, juga diharapkan mampu menjawab permasalahan pengikut Instagram dari postingan konten yang dipublikasikan. Hal ini dikarenakan, konten sosial media yang komunikatif akan meningkatkan nilai jual produk yang dipasarkan.
