Bagaimana Perkembangan Bahasa Indonesia di Media Sosial?

Mahasiswi Akuntansi Universitas Pamulang
Tulisan dari Lutfiani Anisa Devi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional sebagai sebuah alat untuk mengungkapkan pikiran serta perasaan manusia. Bahasa Indonesia berperan penting dalam sesi kehidupan masyarakat Indonesia. Masuknya perkembangan teknologi cukup membantu masyarakat Indonesia untuk terus berkembang dan berpikiran maju. Masyarakat memanfaatkan keberadaan teknologi untuk meningkatkan kemampuan terutama untuk perkembangan bahasa Indonesia. Kehadiran media sosial disambut dengan baik oleh masyarakat. Dengan kedatangan media sosial, masyarakat tidak perlu lagi bersusah payah untuk menghubungi orang lain atau untuk mencari informasi.
Media sosial telah membawa banyak keuntungan untuk manusia. Melalui media sosial, manusia mampu untuk berkomunikasi dengan orang lain secara mudah. Untuk melakukan hal tersebut, manusia perlu belajar dan meningkatkan kemampuan berbahasa agar dapat berbaur di dalam media sosial dengan pengetahuan yang layak. Media sosial secara tidak langsung ikut turut memberikan pengetahuan berbahasa lewat informasi terkini yang tersebar secara luas dalam jaringan media.
Namun melalui media sosial terdapat perkembangan bahasa Indonesia baik positif maupun negatif . Berikut perkembangan positif bahasa Indonesia melalui media sosial:
Terdapat banyak konten edukasi mengenai bahasa Indonesia. Hal ini dapat membantu perkembangan bahasa Indonesia di tengah ancaman pada era globalisasi.
Dalam media sosial banyak terdapat komunitas pecinta bahasa Indonesia. Dalam komunitas tersebut siapa saja bisa bergabung untuk membahas kegemaran mereka seperti sastra, lingkungan, budaya dan masih banyak lainnya. Kita juga bisa membuat komunitas kita sendiri lewat media sosial tersebut.
Media sosial sebagai sarana menyalurkan ide, bakat dan kreativitas dalam media sosial banyak sekali webinar serta lomba di bidang Bahasa Indonesia seperti puisi, novel, artikel ilmiah dan masih banyak lagi. Hal ini bisa digunakan masyarakat untuk mengembangkan kemampuan mereka serta pemahaman mereka mengenai Bahasa Indonesia, oleh karena itu bahasa Indonesia tetap eksis di kalangan masyarakat.
Meskipun begitu, tidak semua orang memanfaatkan media sosial sebagai media untuk meningkatkan perkembangan bahasa. Sayangnya, sebagian lain mengikuti perkembangan bahasa modern atau bahasa gaul. Selain perkembangan positif bahasa Indonesia melalui media sosial terdapat juga perkembangan negatif yang bisa mengancam keberadaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan kesatuan.
Berikut perkembangan negatif bahasa Indonesia melalui media sosial:
Muncul bahasa slang atau bahasa gaul yang banyak digunakan saat bermain media sosial. Hal ini menyebabkan kosa kata bahasa Indonesia yang baik dan benar perlahan hilang dan terlupakan oleh masyarakat. Hal ini dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan serapannya bahasa lain n yang ada di sosial media sehingga timbul ketidakpakeman penggunaan bahasa.
Masyarakat merasa lebih nyaman menggunakan bahasa prokem, alay dan sebagainya dalam berkomunikasi dalam media sosial karena mereka menganggap bahasa tersebut mudah untuk di ucapkan sehari-hari.
Dari penjabaran mengenai perkembangan positif dan negatif bahasa Indonesia, berikut beberapa sikap yang bisa kita gunakan dalam menghadapi perkembangan bahasa Indonesia:
Mendukung perkembangan positif bahasa Indonesia di sosial media terutama pada konten yang mendalami bahasa Indonesia
Saling toleransi dan mengapresiasi suatu usaha yang dilakukan dalam usahanya untuk menjaga kelestarian bahasa Indonesia di sosial media
Bersikap selektif dalam menghadapi bahasa asing yang kini penggunaannya lebih eksis dari bahasa Indonesia
Memupuk rasa kebanggaan berbahasa Indonesia
Memanfaatkan jejaring sosial media sebagian wadah penyaluran ekspresi yang positif
Demikian perkembangan bahasa Indonesia melalui media sosial, sudah selayaknya kita sebagai masyarakat Indonesia yang baik haruslah menggunakan media sosial dengan bijak dan dapat memanfaat hal tersebut untuk menambah pengetahuan. Maka dari itu keberadaan bahasa. Indonesia tidak akan terintimidasi oleh ancaman bahasa asing yang masuk serta bahasa Indonesia tidak akan tergeser penggunaannya.
