Pohon Kurma: Perumpamaan Indah Pribadi Muslim

Mahasiswa UNPAM
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Lutfi Ashyari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pohon kurma sering dijadikan perumpamaan bagi orang beriman karena memiliki sifat-sifat mulia yang mencerminkan keteguhan iman dan konsistensi dalam berbuat kebaikan. Pohon kurma tumbuh di tengah panasnya gurun, namun tetap kokoh, hijau, dan terus berbuah, sebagaimana seorang muslim yang tetap tegar menghadapi ujian hidup, tidak goyah oleh kondisi luar, dan terus melahirkan amal saleh.
Seorang muslim sejati semestinya tetap tegar memegang keimanan meski berada di tengah lingkungan yang penuh tantangan atau tekanan. Daunnya yang tidak pernah gugur menjadi simbol istiqamah: seorang Muslim seharusnya terus menjaga kebaikan, ketakwaan, serta akhlaknya tanpa goyah oleh perubahan keadaan.
Sementara buahnya yang terus tumbuh sepanjang musim menunjukkan bahwa seorang muslim ideal selalu menghadirkan manfaat, kebaikan, dan kontribusi positif bagi siapa pun di sekitarnya, kapan pun dan dalam kondisi apa pun. Akar kurma yang menghujam kuat ke dalam tanah melambangkan fondasi iman yang tertanam dalam hati seorang mukmin, sehingga ia tidak mudah dipengaruhi godaan atau kesulitan.
