Konten dari Pengguna

Urgensi Pendidikan Karakter di Sekolah

Lutfi Ashyari

Lutfi Ashyari

Mahasiswa UNPAM

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lutfi Ashyari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyampaian Materi Oleh Lutfi Ashyari pada Kegiatan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) di Ma'had Al-Qonitin Alia Islamic School Tangerang. Sumber Foto: Pribadi/Lutfi Ashyari
zoom-in-whitePerbesar
Penyampaian Materi Oleh Lutfi Ashyari pada Kegiatan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) di Ma'had Al-Qonitin Alia Islamic School Tangerang. Sumber Foto: Pribadi/Lutfi Ashyari

Pada hakikatnya, pendidikan karakter memiliki tujuan untuk menguatkan dan mengembangkan peserta didik yang khas sebagaimana nilai-nilai yang dikembangkan sehingga terwujud dalam perilaku peserta didik. Penguatan dan pengembangan bukan hanya memberikan pemahaman saja kepada peserta didik tentang nilai karakter, akan tetapi harus mampu diwujudkan dalam bentuk perilaku sehari-hari. Sejalan dengan hal itu, maka dalam penyelenggaraan pendidikan karakter di lembaga pendidikan (sekolah) perlu melibatkan berbagai komponen yang mendukung seperti isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan warga sekolah, pengelola kelas, pengelolaan berbagai kegiatan peserta didik, pemberdayaan sarana dan prasarana. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter secara utuh dan sesuai dengan standar kompetensi lulusan. Sehingga, peserta didik diharapkan mampu secara mandiri dalam meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya, mengkaji dan menginternalisasikan serta mempersonalisasikan nilai- nilai karakter dan akhlak mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari.

Pendidikan karakter merupakan salah satu upaya yang diterapkan dalam lembaga pendidikan untuk membentuk perilaku pada peserta didik dalam hal berpikir dan bersikap berdasarkan pengalaman yang diperoleh dari pembelajaran yang ada, sehingga di-kemudian hari nilai karakter itu melekat dan menjadi identitas dirinya dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Mengingat betapa pentingnya nilai karakter di dalam kehidupan, maka penanaman pendidikan karakter baik tidak bisa dianggap sepele dan dipandang sebelah mata. Karena pendidikan karakter bukan hanya sekedar mentransfer ilmu pengetahuan atau melatih suatu keterampilan saja.

Akan tetapi dalam penanaman pendidikan karakter membutuhkan proses yang terencana, terorganisir serta berkesinambungan sehingga dapat mewujudkan tujuan dari pendidikan karakter itu sendiri. Secara substansi, pendidikan karakter bertujuan untuk mengarahkan manusia memiliki karakter yang positif. Karena positif yang dimaksud seperti memiliki sikap tangguh dan kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, toleran, bergotong royong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semuanya dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Pada dasarnya, karakter bukanlah suatu hal yang sifatnya mutlak melekat pada diri manusia yang kemudian dapat diwariskan oleh garis keturunannya. Akan tetapi, karakter adalah suatu sifat atau akhlak yang harus dibangun dan dikembangkan oleh setiap manusia melalui proses yang panjang dan memerlukan waktu yang berkelanjutan (berkesinambungan). Sehingga dapat dipahami bahwasanya karakter bukanlah suatu sifat bawaan yang tidak dapat diubah sejak lahir. Pendidikan karakter merupakan suatu bentuk upaya yang digunakan untuk mengajarkan kebiasaan dalam hal berpikir dan berperilaku setiap individu. Sehingga setiap individu memiliki keterkaitan satu sama lain dalam segala hal ataupun kegiatan, baik dalam lingkup minoritas maupun lingkup mayoritas yang kemudian dapat dipertanggungjawabkan.