Konten dari Pengguna

Tren Besepeda di Tengah Wabah Covid-19

Lutfhi Aji Nugroho Wibisono

Lutfhi Aji Nugroho Wibisono

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lutfhi Aji Nugroho Wibisono tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Masyrakat Bersepeda. Foto: Danang Kowang.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Masyrakat Bersepeda. Foto: Danang Kowang.

Sepeda dimasa wabah Covid-19 naik pamor dan belakangan ini menjadi tren masyarakat indonesia. Wabah Covid-19 bukan hanya menghadirkan hal yang negatif tentu ada sisi postif di masa pandemi ini salah satunya adalah berkurangnya tingkat polusi di Indonesia.

Setelah pemerintah menyuruh masyarakat indonesia untuk social distancing dan meliburkan sekolah serta menghimbau para pekerja untuk work from home belakangan ini polusi udara berkurang dan menjadikan pemandangan pada siang hari yang bisa kita nikmati indahnya cerahnya langit biru sesuatu yang jarang ditemui di kota besar, Seperti Ibukota Jakarta, Hal ini ternyata juga terjadi di belahan dunia lainnya.

Foto: Twitter/@incitu

Dengan adanya tren bersepeda pada masa pandemi ini para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengalami keuntungan omset yang naik drastis sepeti penjualan sepeda pada kota-kota besar seperti di kota Solo, Bahkan pada toko sepeda di Rukun makmur solo tokonya belum buka sudah banyak pembeli yang sudah mengantri didepan toko, Sebuah pembelian sepeda yang langka bukan?

Pembeli Mengantri. Foto: @jelajahsolo/instagram

Ya semoga olahraga bersepeda ini bukan hanya menjadi tren di tengah wabah Covid-19 saja dan terus berlanjut saat wabah berakhir.