Konten dari Pengguna

Kuliah Sambil Kerja: Realita Baru Mahasiswa Zaman Sekarang

Luthfia Zahra

Luthfia Zahra

Mahasiswi Ilmu Komunikasi, Universitas Andalas

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Luthfia Zahra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: dokumentasi pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: dokumentasi pribadi

Di era sekarang, kehidupan mahasiswa tak lagi sekadar duduk manis di ruang kuliah dan mengejar IPK. Banyak dari mereka memilih untuk mengambil peran ganda: sebagai pelajar dan pekerja. Fenomena "kuliah sambil kerja" semakin marak terlihat, baik di kota besar maupun daerah.

Jenis pekerjaan yang mereka ambil pun beragam. Ada yang menjadi barista, penjaga toko, pengajar les privat, hingga driver ojek online. Ada pula yang menekuni pekerjaan digital seperti freelance desain grafis, copywriting, atau bahkan jadi content creator di media sosial. Semua itu dilakukan sambil tetap mengikuti perkuliahan, mengerjakan tugas, dan mengejar deadline skripsi.

Alasannya beragam. Sebagian besar karena faktor ekonomi. Biaya kuliah dan hidup di kota besar kian tinggi, sementara kiriman orang tua tak selalu cukup. Namun banyak juga yang bekerja demi menambah pengalaman dan menyiapkan diri sejak dini untuk dunia kerja. “Daripada menunggu lulus baru cari pengalaman, lebih baik dari sekarang. Lagipula, kerja bikin saya lebih disiplin,” ungkap Nabil, mahasiswa jurusan Administrasi Publik yang juga bekerja sebagai konten kreator.

Namun realita tidak selalu mulus. Banyak mahasiswa yang kelelahan, kurang tidur, hingga mengorbankan waktu bersosialisasi demi menyeimbangkan kuliah dan pekerjaan. Tak jarang, pekerjaan mengganggu konsentrasi akademik mereka. Tapi semua itu dianggap sebagai bagian dari proses pendewasaan.

Fenomena ini seharusnya membuka mata semua pihak terutama institusi pendidikan. Kampus perlu mulai menyediakan sistem perkuliahan yang lebih fleksibel, memahami bahwa mahasiswa hari ini bukan hanya murid, tapi juga pejuang ekonomi dan identitas diri. Di sisi lain, pemerintah dan dunia industri juga perlu memberi ruang yang lebih luas dan adil bagi mahasiswa untuk belajar dan bekerja secara seimbang.

Kuliah sambil kerja bukan tanda kemalasan atau ketidakfokusan. Justru ini menunjukkan betapa mahasiswa kini lebih tangguh, mandiri, dan siap menghadapi tantangan zaman. Mereka sedang membangun masa depan dengan tangan mereka sendiri yaitu satu shift, satu tugas kuliah, dan satu mimpi pada satu waktu.