Konten dari Pengguna

Harga Kopimu Berubah karena Keputusan di Washington? Mengapa?

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Luthfia Inaya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Illustrasi Kenaikan Harga Kopi. (Sumber illustrasi dibuat menggunakan Artificial Intelligence)
zoom-in-whitePerbesar
Illustrasi Kenaikan Harga Kopi. (Sumber illustrasi dibuat menggunakan Artificial Intelligence)

Pagi hari, kamu memesan kopi susu favoritmu di tempat yang sering kamu kunjungi. Harganya naik Rp2.000 dari bulan lalu. Barista berkata, "Bahan baku naik, Kak." Kamu mengangguk, membayar, lalu melanjutkan pekerjaan.

Yang tidak kamu ketahui, kenaikan Rp2.000 itu mungkin dimulai dari rapat di sebuah bangunan di Washington, D.C., yang jauh sekali, belasan ribu kilometer dari meja kamu.

Kopi Diperdagangkan dalam Dolar

Kopi merupakan komoditas yang dijual di seluruh dunia, dan harganya ditentukan di pasar internasional, khususnya dalam mata uang dolar Amerika Serikat. Petani di Gayo, Toraja, atau Lampung mungkin tidak pernah memikirkan uang dolar, tetapi harga biji kopi yang mereka jual tetap dipengaruhi oleh nilai dolar tersebut. Di sinilah Washington ikut bermain. Ketika nilai dolar berubah, harga kopi dalam rupiah juga berubah, meskipun jumlah kopi yang dipanen tetap sama sekali tidak berubah.

Suku Bunga The Fed: Tombol Tak Kasatmata

Bank sentral Amerika Serikat, yaitu The Federal Reserve, mengatur suku bunga acuan negara tersebut. Keputusan ini mungkin terdengar seperti soal pribadi, tetapi efeknya merambat ke berbagai belahan dunia.

Ketika bunga di Amerika meningkat, investasi di negara tersebut menjadi lebih menarik. Investor dari luar negeri mulai memindahkan uang mereka ke sana, nilai dolar semakin naik, dan mata uang negara berkembang seperti rupiah cenderung mengalami tekanan. Akibatnya:

  • Mesin espresso, penggiling kopi, hingga alat-alat di kedai kopi yang dibeli dari luar negeri harus dibayar dengan dolar yang harganya lebih tinggi.

  • Susu bubuk, gula, dan sirup yang beberapa bahan bakunya didatangkan dari luar negeri ikut naik harga.

  • Pemilik toko memiliki dua pilihan: menyerap kenaikan biaya dengan margin yang semakin sempit, atau meningkatkan harga pada menu.Tarif dan Kebijakan Dagang.

Keputusan Washington mengenai tarif impor juga bisa memengaruhi arah pergerakan barang di seluruh dunia. Amerika adalah salah satu negara yang paling banyak mengkonsumsi kopi di dunia. Jika aturan tarif atau perjanjian perdagangan berubah, para pengusaha ekspor dan impor langsung mengubah strategi mereka lagi.

Misalnya, jika kopi dari suatu negara penghasil menjadi lebih mahal ketika masuk ke pasar Amerika Serikat, para pembeli akan mencari supplier lain. Permintaan untuk berpindah, harga di pasar global menjadi tidak stabil, dan dampaknya juga terasa di negara-negara penghasil lainnya, termasuk Indonesia. Kadang berita itu bagus bagi para petani, kadang malah berkebalikan.

Rantai Panjang dari Kebun ke Cangkir

Perjalanan sebuah gelas kopi sebenarnya cukup panjang.Mulai dari petani yang menanam, kemudian pengepul yang membeli, eksportir yang mengirim ke luar negeri, pemanggang kopi yang mengolahnya, distributor yang mengirim ke toko, hingga akhirnya sampai ke kedai kopi. Di setiap bagian dari rantai pasok terdapat biaya yang dipengaruhi oleh faktor-faktor global.

  • Biaya kapal dan logistik bergantung pada harga bahan bakar serta kelancaran jalur pelayaran.

  • Nilai tukar menentukan berapa rupiah yang diterima oleh eksportir dan juga berapa yang harus dibayar oleh importir.

  • Cuaca dan iklim di negara-negara produsen lain seperti Brasil dan Vietnam yang memengaruhi pasokan global.

Keputusan ekonomi di Washington bukanlah satu-satunya faktor, tetapi ikut memengaruhi hampir seluruh proses mata rantai tersebut, terutama melalui nilai dolar dan aktivitas perdagangan.

Lalu, Apa Artinya Bagi Kita?

Ada beberapa hal yang bisa dipetik:

  1. Keputusan dari bank sentral atau parlemen negara lain bisa berdampak langsung pada uang kita, meskipun dampaknya terasa sangat kecil.

  2. Petani dan pelaku usaha kecil paling rentan. Mereka tidak memiliki kekuasaan atas dolar atau tarif, tetapi harus menerima dampaknya. Oleh karena itu, hilirisasi, memperluas pasar ekspor, dan meningkatkan konsumsi dalam negeri menjadi sangat penting.

  3. Memahami alasan mengapa harga berubah membuat kita lebih tenang ketika harga naik dan lebih bijak dalam membuat keputusan, baik sebagai pembeli maupun pengusaha.

Kalau kali ini hargakopi kamu naik, bayangkan perjalanannya: mulai dari petani di sisi gunung, lewat pasar komoditas, kurs dolar, dan kebijakan negara besar, baru sampai ke tangan kamu. Ekonomi internasional bukan hanya tentang grafik dan angka yang sering muncul di berita. Ia hadir di setiap tegukan pagi kita.