Mengenal Lebih Dalam Tentang Overthinking

Psychology student at the State Islamic University of Jakarta
Tulisan dari Lutfi Faizaturokhmah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

“Sepertinya aku tidak bisa melewati semua ini dengan baik.”
“Kalau nanti aku gagal, bagaimana?”
“Kalau aku post foto di Instagram, orang-orang suka ngomongin aku tidak, ya?”
“Nanti malam, bagusnya aku memakai baju warna biru atau ungu, ya?”
Pernahkah kalian berpikir seperti hal yang ada di atas? Bergelut dengan pikiran sendiri, seakan semuanya akan berdampak ke arah negatif. Secara tidak sadar, hal inilah yang disebut dengan overthinking. Selain itu, overthinking ini bisa juga ditandai dengan sikap kita yang suka memikirkan perkataan orang lain, rasa cemas yang berlebihan terhadap apa yang akan terjadi di masa depan, memiliki kesulitan untuk membuat suatu keputusan yang sifatnya sederhana, sering memikirkan suatu hal secara berulang, sering menyesal dalam membuat suatu keputusan, serta sering kali berputus asa terlebih dahulu sebelum melakukan suatu tindakan. Apakah kalian termasuk juga ke dalam ciri-ciri tersebut?
Sebenarnya, apa overthinking itu?
Overthinking sebenarnya sebuah istilah yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Dr. Nida, M.Si., Psikolog menjelaskan bahwa overthinking merupakan sebuah kasus cara berpikir yang sifatnya terlalu berlebihan dan berujung kepada pemikiran yang negatif. Overthinking itu sendiri biasanya terjadi ketika seseorang terlalu memikirkan suatu hal di masa depan yang sifatnya belum tentu terjadi dalam dirinya. Pemikiran yang terlalu berlebihan itulah yang biasanya memicu seseorang memiliki rasa cemas, khawatir yang berlebihan, hingga berujung kepada stres.
Apakah ada faktor yang menyebabkan seseorang bersikap overthinking?
Dilansir dari buku karangan Ratna Widia yang berjudul You Are Overthinking!, ternyata seseorang yang mengalami overthinking ada suatu pemicu yang datang dari dalam dirinya maupun luar. Faktor-faktor tersebut diantaranya yaitu :
1. Adanya sebuah trauma di masa lalu. Orang yang mengalami sebuah kejadian pahit di masa lalu, terkadang secara tidak langsung akan membekas dan memberi kesan yang buruk bagi yang mengalami, sehingga mereka merasa takut untuk mengulangi hal yang serupa. Contoh sederhana dari kasus ini yaitu ketika kita sudah belajar untuk mempersiapkan ujian dengan sekuat tenaga bahkan sampai mengikuti les, akan tetapi nilai yang kita peroleh dari ujian tersebut belum juga sempurna. Alhasil kita merasa kecewa, sedih, bahkan berdampak kepada sikap overthinking yang kita punya sekarang. Dalam menghadapi ujian selanjutnya kita menjadi dihantui dengan bayang-bayang kegagalan tersebut dan berujung kepada overthinking.
2. Adanya sifat automatic thought dalam diri manusia. Menurut Profesor Paul Stallard, sifat ini sebenarnya normal terjadi, karena dalam kehidupan sehari-hari otak kita secara tidak langsung memikirkan sesuatu yang terlintas begitu saja di kepala. Sifat ini terbagi menjadi dua, yakni automatic thought positive dan automatic thought negative. Automatic thought negative inilah yang biasanya dapat memicu seseorang untuk bersikap overthinking.
3. Faktor lingkungan dan pola asuh orang tua. Kedua faktor tersebut sangat berpengaruh bagi perkembangan diri seseorang. Menurut dr. Nia Kania, Sp.A, M.Kes, seorang anak pada dasarnya memiliki tiga kebutuhan wajib yang perlu dipenuhi, yakni kebutuhan fisik-beomedis, kebutuhan akan rasa kasih sayang, serta kebutuhan akan stimulasi mental. Ketika tiga kebutuhan itu tidak dipenuhi oleh seorang anak, maka anak akan cenderung tumbuh dengan rasa percaya diri yang rendah dan akan berakibat kepada sikap overthinking di kemudian hari.
Mengapa overthinking itu berbahaya dan merugikan?
Overthinking mungkin tampaknya seperti suatu hal yang sepele. Tapi, tahukah kalian jika hal ini ternyata dapat berujung kepada suatu kondisi yang berbahaya? Menurut Uswatun Hasanah, Dosen Keperawatan Jiwa mengungkapkan bahwa overthinking menjadi berbahaya karena hal tersebut dapat menimbulkan stres yang berkelanjutan sehingga berakibat kepada gangguan mental seseorang serta mengganggu kesejahteraan yang dimilikinya. Overthinking ini sering kali juga berdampak kepada kualitas tidur seseorang dan berujung pula kepada gaya hidup yang tidak sehat.
Selain berbahaya, apakah kalian menyadari bahwa hal ini tentunya akan merugikan diri kita sendiri? Overthinking disebut merugikan karena hal ini membuat waktu serta energi yang kita miliki terbuang secara sia-sia. Kita terus saja terbelenggu dalam sebuah pikiran yang sebenarnya tidak perlu untuk kita pikirkan lagi. Diri kita seakan dihantui dengan sebuah pemikiran benar atau tidak yang pada dasarnya kita juga belum mengetahui hasil yang akan kita dapat. Hal ini sangat mengganggu kita untuk dapat berpikir dan melangkah kepada sesuatu yang baru. Bukannya bisa semakin berkembang, malah diri kita menjadi terombang-ambing dalam suatu pikiran yang sebetulnya kita sendiri yang membuatnya menjadi lebih rumit. Diri kita hanya fokus terhadap sebuah permasalahannya saja tanpa disertai dengan solusi yang jelas. Overthinking juga dapat menghambat kita untuk melakukan suatu hal yang lebih produktif, karena diri kita stuck untuk memikirkan kepada hal sifatnya yang itu-itu saja.
Bagaimana tips agar kita terhenti dari gangguan overthinking?
Overthinking merupakan sebuah gangguan dalam berpikir yang dilakukan secara berlebihan. Dr. Nida, M.Si., Psikolog memiliki tips untuk mencegah gangguan ini, diantaranya yakni :
1. Berpikir secara rasional. Pada dasarnya, overthinking tersebut muncul karena bayangan negatif yang sifatnya tidak rasional. Bayangan yang sifatnya negatif ini harus kita ubah menjadi suatu yang sifanya rasional. Lupakan segala pemikiran yang bisa membuat kita merasa terjebak dalam kondisi overthinking. Fokuskan kepada cara pengelolaan pemikiran dalam diri kita yang baik, seperti berpikir mengenai solusi atas suatu permasalahan kita, bukan malah berputus asa yang berujung kembali kepada sikap overthinking tersebut.
2. Memberi afirmasi positif. Afirmasi merupakan sebuah dorongan yang datang dalam diri kita sendiri. Melalui afirmasi positif, segala pemikiran yang sifatnya negatif akan dengan sendirinya terkalahkan dengan motivasi kita untuk dapat bertahan dan berani untuk mengambil sebuah keputusan. Kalian bisa memberi afirmasi seperti :
“Aku tidaklah seburuk yang aku pikirkan sebelumnya.”
“Aku pasti bisa menjalani semua ini dengan baik.”
3. Menekuni hobi yang kita miliki. Ada berbagai macam hobi dalam bidang olahraga, kesenian, musik, dan lain sebagainya yang bisa ditekuni sesuai dengan minat dan bakat kita. Aktivitas ini dilakukan agar kita bisa menetralkan pikiran agar tidak terbelenggu kepada hal yang sifatnya negatif. Melalui hal tersebut, overthinking yang biasa kita lakukan perlahan akan memudar dengan sendirinya.
Berpikir memanglah sebuah hal yang lumrah terjadi dalam diri seseorang. Cara berpikir yang positif juga akan memberikan dampak yang sangat baik bagi perkembangan kita untuk menjadi sosok yang kita harapkan. Namun, cara berpikir yang berlebihan juga tidak baik bagi diri kita. Hal ini yang nantinya akan memicu kita untuk bersikap overthinking dan berujung kepada rasa cemas serta rasa khawatir yang berlebihan ketika kita sedang memikirkan atau memutuskan sesuatu. Hal ini juga akan sangat mengganggu pikiran kita dan akan berujung sia-sia apabila kita tidak mempersiapkan sebuah langkah pasti untuk dapat menemukan solusi terhadap apa yang sedang kita pikirkan. Tetap semangat, ya! Jika realitanya tidak sesuai dengan apa yang kita pikirkan, it’s okay. Setidaknya kita sudah berani untuk memilih dan bertindak, daripada tidak sama sekali.
Reference
Kania, N. (2006). Stimulasi tumbuh kembang anak untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal. Bandung: Universitas Padjajaran
Stallard, P. (2019). Think good, feel good: A cognitive behavioural therapy workbook for children and young people. John Wiley & Sons.
Widia, R. (2020). You Are Overthinking!: Pada Dasarnya, Semua Akan Baik-baik Saja. Anak Hebat Indonesia.
UGM. (2022, Juli). Psikolog UGM Jelaskan Cara Atasi Overthinking. https://ugm.ac.id/id/berita/22688-psikolog-ugm-jelaskan-cara-atasi-overthinking
UM Surabaya. (2022, Agustus). Dosen UM Surabaya Bagikan Tips Cara Mengurangi Overthinking agar Tidak Mudah Stres. https://www.um-surabaya.ac.id/homepage/news_article?slug=dosen-um-surabaya-bagikan-tips-cara-mengurangi-overthinking-agar-tidak-mudah-stres
