Konten dari Pengguna

Ketika Perusahaan Tumbuh Lebih Cepat daripada Kesiapan SDM

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Luthfiyyah Maharani Izzati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar 1. Ilustrasi Perencanaan SDM ‎Sumber: Ilustrasi dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI), 2026.
zoom-in-whitePerbesar
Gambar 1. Ilustrasi Perencanaan SDM ‎Sumber: Ilustrasi dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI), 2026.

Perusahaan yang mengalami pertumbuhan bisnis pasti menjadi berita yang menyenangkan. Jumlah pelanggan semakin banyak, penjualan juga semakin meningkat, bahkan perusahaan mulai membuka cabang baru. Namun, pernahkah kita berpikir apakah pertumbuhan tersebut sudah disertai dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM)?

Pertanyaan ini penting karena pertumbuhan perusahaan tidak hanya memerlukan dana dan teknologi, tetapi juga karyawan yang bisa menjalankan berbagai rencana perusahaan. Ketika bisnis tumbuh lebih cepat daripada kemampuan SDM, perusahaan bisa menghadapi berbagai masalah, seperti beban kerja karyawan yang semakin berat, pekerjaan yang belum selesai dengan baik, serta kebutuhan tenaga kerja yang memiliki keterampilan tertentu belum terpenuhi.

Bisnis Bertumbuh, Kebutuhan Tenaga Kerja Ikut Berubah

Kebutuhan SDM sebuah perusahaan tidak selalu sama. Ketika perusahaan belum besar, jumlah karyawan yang tidak banyak mungkin sudah cukup untuk mengurus pekerjaan sehari-hari. Namun, ketika perusahaan semakin berkembang, kebutuhan terhadap pekerja juga bisa berubah.

Misalnya, sebuah perusahaan yang mula-mula hanya memiliki satu kantor cabang lalu merencanakan untuk membuka tiga kantor cabang baru. Perusahaan jelas tidak cukup hanya menyiapkan tempat dan uang saja. Mereka juga harus mempertimbangkan siapa yang akan memimpin cabang itu, berapa banyak pegawai yang dibutuhkan, dan kemampuan apa saja yang harus dimiliki.

Jika kebutuhan tersebut tidak dipertimbangkan dari awal, perusahaan mungkin mengalami kesulitan mencari tenaga kerja yang cukup saat proses ekspansi dimulai. Karyawan yang ada mungkin perlu melakukan pekerjaan tambahan, sehingga beban kerjanya menjadi lebih berat. Dalam situasi tertentu, hal ini bisa berdampak pada tingkat kerja dan kualitas hasil pekerjaan.

Bukan Hanya Menghitung Jumlah Karyawan

Perencanaan SDM bukan hanya tentang mengetahui jumlah karyawan yang dibutuhkan oleh perusahaan. Ada hal lain yang juga sangat penting, yaitu kemampuan.

Perusahaan harus memahami kemampuan apa saja yang diperlukan agar bisa mendukung rencana bisnisnya. Perubahan teknologi bisa membuat perusahaan menginginkan karyawan yang lebih mahir menggunakan alat digital. Kalau perusahaan ingin memperbaiki pelayanan mereka, kemampuan berkomunikasi dan layanan pelanggan jadi semakin penting.

Artinya, perusahaan harus mempertimbangkan bukan hanya jumlah orang yang dibutuhkan, tetapi juga keterampilan atau kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap orang tersebut.

Di sinilah perencanaan SDM menjadi lebih strategis. Perusahaan bisa mengenali kemampuan yang dimiliki karyawan, lalu memperhatikan perbedaan antara kemampuan sekarang dengan kemampuan yang diperlukan di masa depan.

Haruskah Selalu Merekrut Karyawan Baru?

Kalau perusahaan menemukan bahwa karyawan kurang memenuhi standar kemampuan, merekrut orang dari luar bisa jadi salah satu cara yang dipertimbangkan. Namun, bukan berarti semua kebutuhan tenaga kerja harus diisi dengan merekrut orang baru setiap saat.

Perusahaan juga bisa melatih karyawan yang sudah bekerja. Pelatihan, pengembangan karier, pergantian posisi kerja, dan pemberian pengalaman baru bisa menjadi cara untuk meningkatkan kemampuan karyawan.

Misalnya, perusahaan mencari seorang supervisor untuk membantu dalam proses pembukaan cabang baru. Sebelum mencari calon supervisor dari luar, perusahaan bisa dulu memeriksa apakah ada karyawan yang sudah berpengalaman dan memiliki kemungkinan untuk dikembangkan menjadi supervisor.

Pendekatan ini membuat perusahaan tidak hanya memperhatikan kebutuhan pekerja sekarang, tetapi juga membantu karyawan bersiap menghadapi tuntutan pekerjaan di masa depan.

Perencanaan Harus Bisa Mengikuti Perubahan

Masalah lainnya adalah masa depan tidak selalu berjalan seperti yang telah direncanakan. Perusahaan bisa mengalami perubahan dalam jumlah pesanan, kondisi ekonomi, perkembangan teknologi, persaingan di pasar, atau perubahan rencana bisnis perusahaan.

Oleh karena itu, perencanaan tentang sumber daya manusia tidak boleh hanya dibuat sekali lalu dianggap selesai. Perusahaan perlu melakukan evaluasi secara berkala.

Ketika situasi bisnis mengalami perubahan, kebutuhan tenaga kerja juga harus diperiksa kembali. Jika perusahaan mengalami peningkatan permintaan, maka perusahaan harus memastikan bahwa jumlah dan kemampuan para karyawan cukup untuk menangani situasi tersebut. Jika permintaan berkurang, perusahaan harus menyesuaikan cara kerjanya agar karyawan tetap bisa digunakan dengan baik.

Oleh karena itu, perencanaan SDM bukanlah upaya untuk memperkirakan masa depan secara sempurna. Perencanaan lebih berarti mempersiapkan perusahaan agar memiliki pilihan dan bisa beradaptasi ketika ada perubahan.

SDM Bukan Beban, tetapi Investasi

Biaya untuk pelatihan, pengembangan, dan merekrut karyawan seringkali dipandang sebagai pengeluaran yang perlu dikurangi. Padahal, jika dikelola dengan benar, pengelolaan SDM bisa menjadi investasi yang menguntungkan bagi perusahaan.

Karyawan yang memiliki kemampuan sesuai dengan kebutuhan perusahaan bisa membantu pekerjaan berjalan lebih baik. Sementara itu, kesempatan untuk berkembang juga bisa membantu perusahaan menyiapkan karyawan untuk jabatan yang dibutuhkan di masa depan.

Oleh karena itu, perusahaan harus memandang sumber daya manusia sebagai bagian dari strategi bisnis, bukan hanya sekadar jumlah karyawan yang bekerja dalam organisasi.

Pertumbuhan Perusahaan Harus Diikuti Kesiapan SDM

Pertumbuhan perusahaan itu memang hal yang baik. Namun, pertumbuhan ini akan semakin sulit dijaga jika tidak ada tenaga kerja yang cukup dan berkualitas.

Perusahaan harus memahami situasi tenaga kerja saat ini, memprediksi kebutuhan di masa depan, mengetahui kemampuan yang dibutuhkan, dan menyusun cara-cara untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Sebab, perusahaan tidak bisa hanya bertanya, "Seberapa besar bisnis kita akan berkembang?" Pertanyaan yang sama pentingnya adalah, "Apakah tenaga kerja kita sudah siap mendukung pertumbuhan itu?"

Pertumbuhan bisnis dan kesiapan tenaga kerja seharusnya berlangsung bersamaan. Jangan sampai perusahaan sudah merencanakan hal-hal besar untuk masa depan, tetapi baru menyadari bahwa orang-orang yang nantinya akan mengerjakan rencana tersebut belum siap.

Perusahaan yang siap menghadapi masa depan tidak hanya memiliki rencana bisnis, tetapi juga sudah mempersiapkan SDM untuk menjalankan rencana tersebut.