Konten dari Pengguna

Resensi Buku Toko Jajanan Ajaib Zenitendo 1 (2023) : Berkah atau Petaka?

Lyra Arthitha Nazwa

Lyra Arthitha Nazwa

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lyra Arthitha Nazwa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber Foto : Dokumen Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Sumber Foto : Dokumen Pribadi

Judul Buku : Fushigi Dagashiya Zenitendo ( Toko Jajanan Ajaib Zenitendo 1)

Penulis : Reiko Hiroshima

Ilustrator : jyajya

Penerjemah : Ribeka Ota

Penyunting : Aprilia Ramadhani dan Faira Ammadea

Penerbit : KAISEI-SHA Publishing (alih bahasa oleh POP (Imprint Kepustakaan Populer Gramedia))

Tahun Terbit : 2013 (alih bahasa 2023)

Genre : Fiksi Fantasi/Cerita Anak & Remaja

Jumlah Halaman : 164 halaman

Sinopsis

Buku ini mengisahkan tentang sebuah toko jajanan yang menjual berbagai makanan ajaib yang hanya bisa dikunjungi oleh orang beruntung sehingga bisa mewujudkan semua keinginan pembelinya. Toko ini dikelola oleh seorang wanita memakai kimono bernama Beniko. Jajanan yang dijual dirancang secara ajaib untuk menyelesaikan masalah pembelinya dalam kehidupan sehari-hari.

Keajaiban itu tidak diberikan secara gratis, melainkan ada aturan main yang harus diikuti setiap pembelinya. Beniko beperan sebagai penjual dan petunjuk arah agar pembeli tidak mendapatkan masalah yang buruk jika tidak menaati aturan main tersebut. Maka, keberhasilan atau kegagalan sepenuhnya akan bergantung pada kepatuhan pembeli terhadap aturan tersebut.

Resensi

Buku ini disusun dengan cerita bertahap dalam bentuk bab-bab yang dimana setiap babnya menyajikan konflik kehidupan sehari-hari yang dialami oleh setiap karakter berbeda sehingga menemukan toko jajanan ajaib Zenitendo ini. Menurut saya penggambaran jajanan yang kreatif dan imajinatif seperti Permen Jeli Putri Duyung, Es Berhantu hingga Cokelat Karisma sangat menarik perhatian. Oleh karena itu, pembaca disajikan sebuah sudut pandang dengan adanya jajanan ajaib ini menjadi alat penguji moral dimana para tokoh yang mendambakan jalan instan untuk mencapai sesuatu dapat memilih keputusan yang tepat.

Cerita ini secara tidak langsung memberikan pesan moral yang disampaikan pada setiap penyelesaian konflik para tokoh secara alami yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sejauh pengamatan saya, penyampaian dalam film ini tergolong ringan seperti dongeng yang mudah dicerna oleh pembaca. Selain itu, adanya ilustrasi menarik pada setiap bab yang dapat mewakili cerita.

Buku ini menurut saya memberikan gambaran bagaimana cara seseorang dalam merespon atau mengambil keputusan baik dalam hal kecil maupun besar yang memberikan dampak nyata bagi kehidupan. Dari sudut pandang ini, diibaratkan dalam cerita ketika tokoh mendapat nasib yang buruk bukan karena salah memilih jajanan ajaib, melainkan cara para tokoh mengontrol keserakahan atau emosi mereka. Meskipun, pada setiap bab cenderung melakukan repetisi cerita, tetapi menurut saya banyak makna yang terkandung dalan setiap babnya. Hal penting dari buku ini yaitu adanya tanggung jawab pribadi, kesadaran akan batasan diri dan juga kepatuhan pada aturan.

Berdasarkan sudut pandang saya, daya tarik utama dari buku ini yaitu pada karakter Beniko dengan baju kimononya yang tidak berperan sebagi antagonis maupun protagonis dalam buku ini, melainkan netral. Para tokoh yang mendominasi anak-anak dan remaja yang sangat relevan dengan pembaca. Apa lagi terkait masalah yang diambil tak lepas dari kehidupan sehari-hari.

Kesimpulan

Buku Toko Jajanan Ajaib Zenitendo 1 menurut saya sebuah buku fiksi fantasi yang menghibur sekaligus kaya akan pesan moral tentang tanggung jawab pribadi dan pentingnya mematuhi aturan. Ada beberapa bagian yang menurut saya bisa disampaikan secara lebih sederhana agar tidak menimbulkan pengartian makna yang lain. Namun, buku ini mengajarkan setiap keinginan tak luput dari adanya konsekuensi pada pilihan yang diambil berlandaskan sikap bijak yang ditentukan oleh diri sendiri.

Menurut saya, buku ini sangat cocok dibaca oleh semua umur karena pesan moral yang terkandung tidak membatasi usia. Alur cerita juga ringan sehingga tidak membosankan. Semua ending cerita yang dilihat dari pemilihan keputusan pada setiap pemain menggambarkan bagimana kita menyikapi pilihan dalam hidup

Rating : 8,7/10