Kecanduan Mobile Legends: Ketika Rank Immortal Lebih Prioritas dari Apa Pun

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pancasakti Tegal
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Muhammad Afandi Abroor tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rank Immortal Mobile Legends Mengalahkan Waktu dan Tanggung Jawab
Game online merupakan suatu hal yang banyak diminati oleh anak-anak di zaman sekarang. Salah satunya adalah Mobile Legends, yang merupakan game MOBA online dan di dalamnya terdapat sistem ranking untuk menentukan tingkat kemampuan seseorang dalam bermain game tersebut. Di Mobile Legends terdapat rank Immortal yang merupakan salah satu rank tertinggi saat ini, sehingga banyak orang berbondong-bondong untuk mencapai rank tersebut. Sayangnya, dalam proses mengejar rank Immortal, tidak sedikit orang yang rela mengorbankan banyak waktu dan tanggung jawab mereka hanya demi mendapatkan sebuah title yang sebenarnya tidak terlalu berpengaruh terhadap kehidupan mereka di dunia nyata.
Hal ini dapat terlihat ketika seseorang mulai mengesampingkan kegiatan yang seharusnya menjadi prioritas, seperti belajar, bekerja, beristirahat, hingga menghabiskan waktu bersama keluarga atau orang terdekat. Ada anak sekolah yang rela mengurangi waktu belajarnya demi mengejar rank, dan ada juga orang yang memilih menghabiskan waktu bermain dibandingkan menyelesaikan pekerjaan mereka. Hal seperti ini tentunya sangat disayangkan, karena banyak waktu berharga yang akhirnya terbuang hanya demi sebuah title di dalam game online.
Siklus yang Sulit untuk Dihentikan
Dalam komunitas Mobile Legends terdapat istilah “percuma S1 tapi belum Imo (Immortal)”. Istilah ini membandingkan pencapaian nyata seseorang dengan rank Immortal dan seolah-olah merendahkan pencapaian nyata orang tersebut. Meskipun istilah tersebut sebenarnya digunakan sebagai bahan candaan, tidak sedikit orang yang menganggapnya serius. Hal ini akhirnya dapat menimbulkan rasa penasaran tentang bagaimana sensasi ketika berhasil mencapai rank Immortal Mobile Legends.
Dalam proses mengejar rank tersebut, seseorang dapat menciptakan sebuah siklus yang sulit untuk dihentikan karena sudah terlalu terlena dengan Mobile Legends itu sendiri. Ketika kalah, muncul keinginan untuk bermain kembali agar dapat mengembalikan rank yang hilang. Begitu juga ketika menang, muncul keinginan untuk terus bermain agar dapat mencapai rank yang lebih tinggi. Siklus seperti ini tentunya dapat menimbulkan dampak negatif, terutama bagi remaja yang masih menjadi pelajar maupun mereka yang sudah bekerja.
Bagi remaja yang masih menjadi pelajar, terlalu banyak menghabiskan waktu untuk bermain game dapat membuat waktu belajar menjadi berkurang dan berpotensi mengganggu aktivitas akademik. Berdasarkan data PISA 2025 yang dirilis oleh OECD, kemampuan siswa Indonesia dalam matematika, membaca, dan sains masih berada di bawah rata-rata OECD. Hasil PISA 2025 juga menunjukkan bahwa rata-rata hasil Indonesia pada 2025 masih lebih rendah dibandingkan hasil pada 2015.
Kapan Game Mulai Menguasai Kehidupan?
Bermain game sebenarnya bukanlah suatu hal yang salah, karena game dapat menjadi sarana hiburan untuk menghilangkan rasa bosan dan melepas penat. Begitu juga dengan mengejar rank Immortal, hal tersebut tidak menjadi masalah selama dilakukan dengan batas yang wajar dan tidak mengganggu tanggung jawab lainnya.
Masalahnya muncul ketika seseorang mulai mengorbankan waktu belajar, pekerjaan, istirahat, bahkan waktu bersama keluarga hanya demi sebuah rank di dalam game. Pada akhirnya, rank Immortal hanyalah sebuah pencapaian di dalam game dan tidak menentukan keberhasilan seseorang di kehidupan nyata. Karena itu, bermain game boleh saja, tetapi jangan sampai sebuah hiburan justru mengambil alih hal-hal yang lebih penting dalam kehidupan.
