KKN MAs Kelompok 76 Gelar Seminar Program di Kantor Desa

Saat ini sedang aktif sebagai mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta juga sebagai pegiat literasi.
Konten dari Pengguna
14 Agustus 2022 7:06
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari M Hengki Pradani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
foto bersama segenap tamu undangan. Kredit foto: Staff Desa Tonasa
zoom-in-whitePerbesar
foto bersama segenap tamu undangan. Kredit foto: Staff Desa Tonasa
ADVERTISEMENT
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah-Aisyiyah (KKN MAs) kelompok 76 Desa Tonasa, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan gelar seminar program di kantor Desa, Kamis, 11/08/2022. Kegitan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa, Ketua BPD, Kepala Dusun, Imam Desa dan tokoh masyarakat.
ADVERTISEMENT
Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN Mas) merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa dan pembina lapangan dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah di seluruh Indonesia melalui program KKN yang pelaksanaannya dikelola oleh pengurus KKN MAs berdasarkan SK LPPM PTMA Nasional No. 007/A.2-III/K-P/XI/2020.
Pemerintah Desa menyambut dengan hangat adanya KKN MAs, hal ini diungkapkan oleh Kepala Desa saat memberikan sambutan pada seminar program.

“Kami atas nama Pemerintah Desa dan masyarakat mengucapkan selamat datang di Desa kami, kami sangat senang mendapat peserta KKN dari berbagai daerah dan kampus agar nantinya dapat berbagi pengetahuan dengan masyarakat kami”. Ujar Anwar Kepala Desa Tonasa

Sementara M Hengki Pradani selaku koordinator desa memaparkan program yang akan dilaksanakan selama 40 hari kedepan.
ADVERTISEMENT

“Setidaknya hampir satu minggu observasi di Desa Tonasa kita keliling ke berbagai dusun, kami mendapati berbagai hal yang menarik sehingga kita menekankan program-program yang memang dibutuhkan oleh masyarakat”. Ungkap Hengki selaku koordinator desa.

Adapaun arah kebijakan program terbagi menjadi tiga. Pertama penguatan agroteknopreneur, kedua program bantu dan ketiga, program syiar persyarikatan. Dari arah kebijakan program kami breakdown menjadi beberapa program diantaranya adalah workshop pembuatan boncabe, digital library, seminar kesehatan reproduksi remaja, pendidikan ekoliterasi, lomba untuk anak-anak, pengajian, dan pembuatan denah desa. Sementara dalam keseharian kita mengajar di (SD,TPA,posko) dan ikut terlibat dalam kegiatan masyarakat.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·