Tentang Mahasiwa dan Studi di Negeri Kiwi (1)

Penerjemah, pensyarah
Tulisan dari M Iwan Munandar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Barangkali itu yang dirasakan oleh mahasiswa Indonesia di Negeri Kiwi, julukan Selandia Baru. Selain pendidikan berkualitas, mereka mendapati suasana belajar relatif tenang dan alam yang elok.
Penerbangan ke Selandia Baru, dari Jakarta atau Denpasar dengan sekali singgah di Australia, bisa menempuh sekitar 13 jam. Bandara utama adalah Auckland dan Wellington. Meski kota terbesar dan ibu kota, jumlah penduduknya tidak sebanyak di Indonesia. Dari total penduduk Selandia Baru sekitar 4,5 juta jiwa, 1,4 juta mendiami Auckland dan 500.000 tinggal di Wellington.
Bayangan tentang kota yang kecil dan sepi inilah yang muncul sebelum Rifqi Ramadan kuliah di Victoria University of Wellington. Rifqi mengambil jurusan S1 Bisnis dalam skema dual degree antara VUW dengan salah satu universitas di Jakarta.
“Kotanya kecil, tetapi kehidupannya dinamis. Saya tidak menyangka banyak pelajar internasional dan diaspora Indonesia. Ragam budaya dan kulinernya memikat” ujar Rifqi. Pesona alam Selandia Baru tak luput dari perhatian. “Senyampang kuliah di sini, saya ingin belajar sekaligus menikmati alam,” lanjutnya.
Kualitas hidup serta tingkat kemakmuran dan keamanan Selandia Baru yang cukup tinggi menjadi alasan lain, setidaknya bagi Rosyid Jazuli, mahasiswa S2 Kebijakan Publik di VUW. Di balik itu ada proses politik dan pengambilan keputusan yang bisa dipelajari. “Bagi saya, sistem politik di Selandia Baru menarik. Kuliah di sini juga gambaran khas negara maju. Dengan begitu, saya bisa mempelajari proses kebijakan publik baik di negara maju maupun berkembang,” kata Rosyid.
Yuris Ramadhan di salah satu sudut di The University of Auckland
Kesesuaian bidang studi dan reputasi ahli di kampus tujuan mendasari pertimbangan. Ini disampaikan Yuris Ramadan yang mempelajari geotermal di tingkat pascasarjana (S2) di University of Auckland dan Indah Ardin yang mendalami spesiasi logam renik pegunungan bawah laut untuk program doktor (S3) di University of Otago, Dunedin. “Saya meneliti efek air tanah ke dalam geothermal reservoir. Selandia Baru dan khususnya kampus saya terkenal dengan keahliannya di bidang tersebut,” jelas Yuris.
Pendapat senada dilontarkan Indah, “Ada pakar yang publikasinya cukup ‘eksis’ serta riset dengan impact factor tinggi dalam bidang yang saya tekuni.” Indah menambahkan, “Jajaran gunung yang paling aktif berada di sepanjang kepulauan Pasifik. Posisi geografis Selandia Baru menguntungkan untuk prototipe studi. Saya berharap bisa menerapkan ilmu di tanah air mengingat banyak pegunungan bawah laut yang belum dipelajari.”
Indah Ardin melakukan pengukuran menggunakan instrumen voltammetry di Waterworld Research Laboratory, Chemical Departmen, Otaga University
Sebagian besar mahasiswa adalah penerima beasiswa dari pemerintah Indonesia atau Selandia Baru, termasuk melalui LPDP, MENRISTEK DIKTI, dan NZAS. Ada juga beasiswa dari sumber lain di kedua negara dan organisasi internasional. Persyaratan beasiswa umumnya mencakup prestasi akademik dan kemampuan bahasa Inggris. Prosesnya termasuk seleksi berkas dan wawancara. Informasi tentang persyaratan dan seleksi bisa diakses secara terbuka di situs web pengelola beasiswa.
Cakupan pembiayaan beasiswa berbeda-beda. Beasiswa penuh mencakup setidaknya tiket pesawat pergi-pulang, uang kuliah, asuransi kesehatan, dan biaya hidup (akomodasi, transportasi, komunikasi, dsb). Tunjangan buku, riset, tesis/disertasi, atau keluarga bergantung skema beasiswa.
Beasiswa pada dasarnya menutup kebutuhan utama, tetapi pilihan atau gaya hidup juga menentukan. Biaya hidup untuk sendiri galibnya lebih rendah daripada dengan keluarga. Mahasiswa menyiasati kondisi keuangan dengan beragam cara, termasuk memprioritaskan kebutuhan, berhemat, atau bekerja sampingan. Kemajuan teknologi pun dimanfaatkan untuk mengelola keuangan. “Dengan memakai aplikasi spending tracker saya bisa mencatat semua biaya dan tujuan pengeluaran serta membuat batas maksimal pengeluaran per minggu,” ungkap Yuris. -*-
