Duta GenRe Unand Jalin Keakraban dengan Bahasa Isyarat

English Deparment Student, Universitas Andalas
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari M Nabil Rafif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lebih dari sekadar gelar, Duta Mahasiswa GenRe Universitas Andalas menunjukkan aksi nyata. Pada sabtu, 14 september 2024, Duta Mahasiswa GenRe Universitas Andalas membuktikan bahwa semangat berbagi tidak mengenal batas. Mereka kini aktif belajar bahasa isyarat, membangun jembatan komunikasi dengan teman-teman tuli. Dengan tekun mempelajari bahasa isyarat, mereka membuktikan bahwa generasi muda mampu menjadi agen perubahan yang inklusif. Inisiatif ini tidak hanya memperkaya diri, tetapi juga membuka peluang bagi terciptanya lingkungan kampus yang lebih inklusif dan ramah bagi teman-teman tuli.
Tujuan dari kolaborasi ini ialah menjalin keakraban serta mengenal lebih dalam cara berkomunikasi efektif dengan teman - teman tuli. Kolaborasi ini merupakan salah satu program kerja dari Duta GenRe Universitas Andalas yang melingkup sektor sosial terkhusus pada remaja. Antusias dari Duta GenRe Unand serta semangat komunikasi dari teman - teman tuli melengkapi indahnya keberagaman yang terjalin.
Kegiatan ini dibagi menjadi beberapa sesi interaktif yang melibatkan teman - teman tuli dan Duta GenRe Universitas Andalas. Sesi pertama dimulai dengan perkenalan diri, sapaan, abjad, nama - nama kota, dan kata - kata yang digunakan dalam keseharian menggunakan bahasa isyarat. Dilanjut dengan sesi kedua, berupa games tebak kata dengan membagi atas 4 kelompok dan setiap anggotanya bertanggung jawab menyampaikan kata berantai yang jawabannya akan ditebak oleh orang terakhir pada satu kelompok tersebut.
Pada sesi terakhir, Duta GenRe Universitas Andalas dan teman - teman tuli membuat video perkenalan singkat setelah belajar beberapa bahasa isyarat pada sesi awal kegiatan. Kegiatan berjalan dengan kondusif dan meriah. Diharapkan setelah dilaksanakannya program kerja ini, membuka peluang terciptanya lingkungan kampus yang lebih inklusif dan ramah bagi teman-teman tuli, serta menumbuhkan semangat belajar bahasa isyarat bagi remaja lainnya agar terbangun jembatan komunikasi dengan teman-teman tuli.
