Serat Kapas: Tulang Punggung Uang Kertas Dunia

Merupakan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Riau
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Muhammad Ridho Siregar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernah nggak sih kalian mendengar pertanyaan “emang uang dipetik di pohon?”, yang biasanya dilontarkan ibu-ibu kalo anaknya selalu minta uang.
Namun jawabannya bisa jadi iya loh. Jika kalian bertanya-tanya, berasal dari mana uang kertas yang kita gunakan sehari-hari untuk berbelanja?. Sebagian orang tidak tahu apa bahan baku dari uang kertas, dan beranggapan berasal dari kayu karena kertas yang kita gunakan berasal dari kayu. Hal ini cukup masuk akal, tapi jawabannya adalah tidak.
Kok bisa?, bukannya kertas berasal dari kayu?...
Bener teman, kertas memang berasal dari kayu, secara spesifik adalah seratnya, namun bahan baku dari uang kertas yang kita gunakan bukan berasal dari serat kayu, tetapi berasal dari serat kapas.
Serat kapas untuk bahan pembuatan kain ya?. Yap, serat kapas merupakan bahan utama dalam dunia tekstil termasuk dalam pembuatan kain, namun dia juga merupakan bahan baku dari mata uang kertas yang kita punya, hal ini merupakan pernyataan langsung dari Bank Indonesia yang menyatakan bahwa bahan bahan baku pembuatan uang rupiah adalah serat kapas, dimana bahan tersebut diutamakan berasal dari dalam negeri sesuai dengan UU No.7 tahun 2011 tentang mata uang.
Sekarang apakah pertanyaan di atas dapat dijawab?
Hmmm lantas apa sih serat kapas itu?, mari kita bahas lebih lanjut…..
Tanaman kapas sendiri memiliki nama latin Gossypium sp. merupakan tanaman perdu atau semak yang merupakan jenis tanaman yang memiliki batang yang berkayu dan tumbuh dekat dengan tanah, dan diperkirakan berasal dari wilayah meksiko. Bagian yang di ambil untuk dijadikan bahan baku uang kertas adalah serat kapas yang berada di dalam cangkang pelindung biji yang menutupi seluruh biji kapas. Dimana serat ini dapat dilihat ketika cangkang biji telah matang dengan warna khas yaitu putih dan sangat lembut.
Kapas yang dihasilkan oleh tanaman ini merupakan dinding sel kering yang dulunya adalah sel-sel hidup. Dari segi botani, serat kapas sebenarnya adalah jenis rambut yang disebut trikoma, yang tumbuh dari lapisan kulit biji kapas. Mereka berasal dari bagian luar biji kapas saat biji itu berkembang. Penting untuk dicatat bahwa bunga kapas hanya mekar untuk satu hari saja dan jatuh setelah itu.
Serat kapas juga merupakan sel tunggal yang unik karena bisa langsung dilihat dengan mata telanjang, dan dapat tumbuh sepanjang 2 inci. Dalam 30 hari, serat kapas akan menjadi sangat panjang. Dimulai dari sel kecil di bunga kapas, dan sekitar satu bulan kemudian, serat akan memenuhi polong biji sampai terbuka. Serat kapas umumnya pendek dan berbentuk tabung, dan biasanya memiliki panjang 1,5-2 inci. Serat terdiri dari penyusun utama selulosa, yang terbuat dari karbon, hidrogen, dan oksigen.
Secara fisik, serat kapas memang sangat kuat karena sekitar 70% dari strukturnya terdiri dari material yang teratur. Namun, serat kapas memiliki sedikit elastisitas karena strukturnya yang teratur tersebut, sehingga kain yang terbuat dari kapas cenderung rentan terhadap kerutan dan lipatan. Salah satu alasan mengapa uang kertas kita sering berkerut karena lipatan adalah karena sifat kurang elastis dari serat kapas yang digunakan dalam pembuatan uang kertas tersebut. Kemampuan menyerap air dari serat kapas sangat tinggi karena kandungan selulosa yang tinggi. Selulosa adalah komponen utama dalam serat kapas dan memiliki kemampuan menyerap air dengan baik, sehingga serat kapas sangat cocok untuk digunakan dalam pembuatan kain handuk atau kain pembersih lainnya.
Tau kah teman, walaupun serat kapas itu kecil, tapi dia masih memiliki bagian yang terbilang kompleks. Adapun bagian-bagian dari serat kapas yaitu:
1. kutikula; kutikula merupakan lapisan pelindung, lapisan lilin yang melindungin serat dari air, dimana mengandung pektin dan protein. Namun bagain ini dihilangkan selama proses penyikatan serat
2. Dinding primer adalah lapisan tipis di dalam sel yang terbuat dari bahan yang disebut selulosa. Dinding ini memiliki serat-serat halus yang disebut kapiler, yang membentuk jaringan halus. Kapiler ini berfungsi seperti saluran kecil yang menarik cairan dari area yang lebih besar ke area yang lebih kecil. Ini membantu kapas untuk menyerap dan mengeringkan cairan dengan baik. Jadi, intinya, dinding primer adalah lapisan tipis di dalam sel yang membantu dalam menyerap dan mengeringkan cairan dengan bantuan serat-serat halusnya.
3. Lapisan penggulung adalah bagian awal dari proses pembentukan dinding sel sekunder yang lebih tebal. Bedanya dengan dinding primer dan keseluruhan dinding sekunder adalah strukturnya yang terdiri dari serat-serat yang tersusun terbuka, seperti jaring-jaring, dengan pola miring sekitar 40 hingga 70 derajat terhadap sumbu serat. Jadi, lapisan penggulung adalah lapisan pertama dari dinding sel sekunder yang memiliki serat-serat yang tersusun dalam pola tertentu, membentuk struktur seperti jaring-jaring.
4. dinding sekunder; disusun dari lapisan-lapisan dari selulosa dan membuat hampir semua serat kapas. Lapisan selulosa tambahan ditambahkan untuk membuat dinding in ketika serat mencapai lebar maksimum. Serat diatur pada sudut 70 ke 80 derajat ke sumbu serat, kadang-kadang mengubah arah sepanjang serat. Serat-serat yang rapat ini membentuk kapiler-kapiler kecil.
5. dinding lumen; berperan sebagai penghalang pelindung diantara dinding sekunder dan lumen, lebih resisten pada bahan kimia tertentu dibandingkan lapisan dinding sekunder.
6. Lumen adalah seperti terowongan kosong di dalam serat. Ketika serat tersebut masih tumbuh, lumen ini diisi dengan materi hidup yang disebut protoplasma. Namun, ketika serat tersebut matang dan polong kapas terbuka, protoplasma mengering, menyebabkan lumen tersebut kosong atau rusak secara alami. Akibatnya, setiap serat memiliki ruang kosong di tengahnya yang disebut lumen.
Serat kapas dibuat dari selulosa, sebuah polimer alami yang terdiri dari rantai panjang molekul glukosa. Molekul-molekul selulosa tersusun dalam susunan yang memberikan serat tersebut kekuatan dan fleksibilitas. Secara kimiawi, hampir 90% dari serat kapas terdiri dari selulosa, sedangkan 10% sisanya terdiri dari senyawa lain seperti lilin, pektin, dan protein.
Selulosa di dalam serat kapas adalah polimer linier yang dibentuk oleh unit molekul glukosa yang berulang. Setiap unit dihubungkan oleh ikatan glikosidik beta 1-4. Rantai panjang molekul glukosa ini tersusun dalam struktur kristalin, yang memberikan kekuatan dan ketahanan pada serat kapas.
Ikatan hidrogen yang kuat antara rantai selulosa membuat serat kapas tahan terhadap berbagai larutan. Ini juga berkontribusi pada kekuatan serat kapas secara keseluruhan. Jadi, secara keseluruhan, struktur kristalin dan ikatan kimia dalam selulosa memberikan serat kapas sifat-sifat yang membuatnya sangat berguna dalam berbagai aplikasi.
Nah, itu mengenai serat kapas yang menjadi bahan baku utama pembuatan uang kertas, sekian dulu penjelasannya sampai jumpa nanti.
