Cinta 4 Tahun Berakhir di Puncak Rinjani

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia semester 2
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari M Riyan Aditama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dunia perbukuan tanah air kembali kedatangan satu judul yang berhasil mencuri perhatian pembaca, khususnya kalangan muda dan mahasiswa. Novel berjudul "3726 Mdpl" karya Nurwina Sari ini sukses menjadi perbincangan di media sosial sejak awal kemunculannya sebagai cerita Alternate Universe (AU) di Twitter/X, sebelum akhirnya diterbitkan secara resmi oleh penerbit Romancious.
Novel ini berkisah tentang Rangga Raja, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Kehutanan di sebuah universitas di Malang, Jawa Timur. Sosok Rangga digambarkan bukan hanya sebagai mahasiswa kehutanan biasa, tapi juga seorang pendaki gunung sejati yang jatuh cinta pada seorang gadis bernama Andini Hangura sejak masa SMA.
"Di perjalanan yang panjang ini, jangan jadi milik siapa pun dulu, ya?"
Karena kata orang begini, perasaan yang tidak pernah diungkapkan itu, tidak bakalan jadi apa-apa. Takdir mempertemukan keduanya kembali ketika Andini ternyata menjadi adik tingkatnya di kampus yang sama. Selama empat tahun, Rangga memendam perasaannya, rutin mengirim pesan WhatsApp kepada Andini meski sang gadis kerap tak membalas.
Imam Syafi'i berkata, "Ga". kata Arjuna, sembari menepuk pundak Rangga.
Apa katanya
"Di antara musibah terbesar, adalah kamu jatuh cinta, tetapi orang itu tidak cinta padamu"
Kecintaan Rangga pada dunia pendakian pun menyatu dengan kisah cintanya. Gunung Rinjani, dengan ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut (mdpl) yang menjadi judul novel ini, adalah puncak terakhir yang ia daki dan ia mengabadikan momen itu dengan mengirim foto dari puncak kepada Andini.
"Selalu ada cinta untuk manusia, tenang saja, semua pasti akan ada bagianya"
Setelah sekian lama memendam rasa, Rangga akhirnya memberanikan diri mengungkapkan perasaannya. Ia pun mengajak Andini mewujudkan mimpi mereka berdua: mendaki Gunung Rinjani bersama-sama.
"Seperti 3726 mdpl, selalu butuh waktu yang lama untuk mendapatkan sesuatu yang indah"
Dia bernilai
10/10
Tak terhingga tepatnya
Namun, perjalanan cinta mereka tak semulus jalur pendakian. Tepat sebelum Rangga dan Andini memulai perjalanan menuju puncak, orang tua Andini muncul di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.
"An, bukan gue,ya?"
"Jadi orang lama atau orang baru, An?"
"Menikmati gidup."
Menikmati hidup, seperti kita bebas ingin dengan siapapun, tanpa perlu berpihak pada satu orang dari cinta, yang ujungnya memberi sakit.
Mereka rupanya tidak merestui hubungan keduanya, dan sang ayah justru menjodohkan Andini dengan Bintang, mantan kekasihnya. Kecewa, Andini pun membatalkan pendakian dan memilih pulang bersama kedua orang tuanya.
"Berarti, di bumi selalu ada seseorang yang hanya bisa dikagumi, tapi tidak bisa dimiliki"
Rangga Raja yang mengejar cintanya selama 4 tahun, namun semesta hanya menjanjikan perjumpaan sesaat. Mungkin penantian 4 tahun yang dialami Rangga Raja itu adalah syarat mutlak agar cinta punya puncak tertinggi seperti 3726 MDPL yang begitu mahal harganya yaitu mengikhlaskan seseorang. Agar, di bumi, selalu ada seseorang yang hanya bisa dikagumi, tapi tidak bisa dimiliki.
Berdasarkan teori pengkajian fiksi Burhan Nurgiyantoro (2018), novel 3726 MDPL karya Nurwina Sari dapat dianalisis melalui unsur-unsur intrinsiknya secara terpadu. Dari segi tokoh dan penokohan, Rangga Raja hadir sebagai protagonis yang dibangun melalui teknik dramatik karakternya terungkap lewat tindakan dan dialog, bukan narasi langsung, sehingga pembaca merasakan sendiri ketulusan cintanya yang bertahan selama empat tahun.
Alur cerita bergerak maju dengan klimaks yang menyentuh di kaki Gunung Rinjani, ketika harapan Rangga runtuh seketika oleh keputusan orang tua Andini.
Latar Gunung Rinjani sendiri bukan sekadar ruang fisik, melainkan simbol psikologis ketinggian 3.726 mdpl betapa mahal dan beratnya harga sebuah perasaan yang tulus. Keseluruhan unsur ini menyatu pada satu.
Tema sentral yang kuat, cinta yang sejati tidak selalu berakhir pada kepemilikan, dan justru di situlah amanat novel ini berbicara paling keras bahwa mengikhlaskan seseorang yang hanya bisa dikagumi dari jauh adalah puncak kedewasaan tertinggi seorang manusia, sebagaimana Rinjani yang indah namun tidak selalu bisa didaki hingga ujungnya.
Daftar Pustaka
Nurgiyantoro, Burhan. ( 2018). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Sari, Nurwina. (2024). 3726 MDPL. Jakarta: Romancius.
