Konten dari Pengguna

KOMISI 15 Tahun: Dari Mengejar Target hingga Membangun Kompetensi

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ahmad Madani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Credit Foto : dokumentasi Ahmad Madani dibuat menggunakan AI
zoom-in-whitePerbesar
Credit Foto : dokumentasi Ahmad Madani dibuat menggunakan AI

Dalam dunia penjualan, keberhasilan sering diukur melalui angka. Berapa target yang tercapai, berapa banyak pelanggan yang diperoleh, dan seberapa besar kontribusi terhadap pendapatan perusahaan. Ukuran tersebut tentu penting karena menjadi bagian dari tanggung jawab seorang profesional sales. Namun, setelah bertahun-tahun menjalani profesi ini, saya semakin memahami bahwa perjalanan seorang sales tidak seharusnya berhenti pada pencapaian angka.

Saya bergabung dengan Asosiasi Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI) pada 2011, ketika organisasi tersebut baru memulai perjalanannya. Pada 2012, saya mulai terlibat sebagai pengurus daerah, kemudian melanjutkan pengabdian dalam kepengurusan pusat hingga saat ini dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal. Jika melihat kembali perjalanan tersebut, ada begitu banyak pengalaman yang membentuk cara saya memandang pekerjaan, pengembangan kompetensi, dan arti sebuah komunitas profesi.

Dalam perjalanan karier, saya pernah meraih predikat Best Sales di perusahaan tempat saya bekerja. Pencapaian itu tentu menjadi pengalaman berharga karena mengajarkan pentingnya disiplin, konsistensi, komunikasi, dan kemampuan memahami kebutuhan pelanggan. Namun, keterlibatan di KOMISI memperlihatkan bahwa keterampilan yang dimiliki seorang sales sebenarnya dapat berkembang ke berbagai bidang lain.

Komunitas sebagai Ruang Pembelajaran yang Tidak Selalu Kita Temukan di Perusahaan

Salah satu hal yang saya peroleh dari KOMISI adalah kesempatan belajar dari orang-orang dengan latar industri dan pengalaman yang berbeda. Setiap pertemuan membuka perspektif baru tentang cara memimpin, membangun hubungan, menghadapi tantangan bisnis, dan mengembangkan potensi diri. Networking yang awalnya terasa sebagai kebutuhan profesional ternyata memiliki makna lebih luas ketika hubungan tersebut berkembang menjadi ruang saling mendukung dan berbagi pengetahuan.

Melalui berbagai aktivitas organisasi, saya juga belajar berbicara di depan publik, menyampaikan gagasan secara terstruktur, serta mengembangkan kemampuan membagikan pengalaman kepada orang lain. Keterampilan-keterampilan ini tidak muncul secara otomatis hanya karena seseorang mampu menjual produk dengan baik. Semuanya membutuhkan latihan, kesempatan, masukan, dan keberanian untuk terus belajar.

Pengalaman tersebut kemudian turut membentuk perjalanan saya dalam dunia pemasaran dan pendidikan vokasi. Kini, sebagian aktivitas profesional saya justru berkaitan dengan pelatihan, edukasi, pendampingan siswa SMK, serta pengembangan kompetensi pemasaran yang relevan dengan perubahan industri. Saya semakin menyadari bahwa pengalaman menjadi tenaga penjualan memiliki nilai besar ketika diterjemahkan menjadi pembelajaran bagi generasi berikutnya.

RISE STRONGER dan Tantangan Profesional Sales Masa Kini

Memasuki usia ke-15 tahun, KOMISI akan menyelenggarakan kegiatan RISE STRONGER pada 11 November 2026 di Jakarta. Tema yang diangkat, Bagaimana Mengubah Tekanan Menjadi Batu Loncatan Menuju Sukses Penjualan yang Lebih Besar, terasa relevan dengan situasi yang dihadapi banyak tim sales.

Tekanan target, perubahan perilaku pelanggan, perkembangan teknologi, serta tuntutan peningkatan produktivitas membuat tenaga penjualan dan pemimpinnya perlu terus memperbarui kemampuan. Persoalannya, pengembangan kompetensi terkadang kalah prioritas dibandingkan aktivitas penjualan harian. Padahal, tanpa proses pembelajaran yang konsisten, seseorang berisiko mengandalkan pola kerja lama untuk menghadapi tantangan yang terus berubah.

RISE STRONGER menghadirkan Dedy Budiman, M.Pd., sebagai pembicara utama dan sesi talkshow bersama para praktisi serta pemimpin industri. Kegiatan ini juga menyediakan kesempatan bagi peserta untuk membangun koneksi profesional dan bertukar pengalaman. Bagi saya, nilai sebuah kegiatan seperti ini tidak hanya berada pada materi yang disampaikan, tetapi juga pada kemungkinan lahirnya perspektif baru setelah bertemu orang-orang yang memiliki pengalaman berbeda.

Dengan investasi Early Bird Rp515.000 per orang, kesempatan tersebut layak dipertimbangkan, baik oleh para profesional yang mendaftar secara mandiri maupun perusahaan yang ingin mengembangkan timnya. Tentu tidak ada jaminan bahwa satu kegiatan akan langsung meningkatkan penjualan. Namun, pembelajaran yang baik dapat membantu seseorang mengambil keputusan, memperbaiki cara memimpin, dan melihat peluang dengan lebih jernih.

Lima Belas Tahun yang Mengajarkan Arti Bertumbuh

Setelah menjadi bagian dari KOMISI sejak 2011, saya belajar bahwa perkembangan karier tidak selalu berlangsung secara lurus. Seseorang dapat memulai perjalanannya dengan mengejar target penjualan, kemudian menemukan kesempatan untuk memimpin, berbicara di depan publik, melatih, atau berkontribusi dalam dunia pendidikan.

Bagi saya, itulah salah satu makna terpenting dari sebuah komunitas profesi. Kita datang membawa pengalaman masing-masing, tetapi pulang dengan pengetahuan, hubungan, dan kemungkinan baru yang sebelumnya belum pernah kita bayangkan.

Memperingati 15 tahun KOMISI, harapan saya sederhana: semakin banyak tenaga penjualan yang tidak hanya menjadi hebat dalam menjual, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang mampu memberikan manfaat lebih luas bagi profesi, perusahaan, dan masyarakat.