Mahasiswa UNNES Giat 12 Gandeng Peternak Desa Bogorejo Kembangkan Pakan Silase

Mahasiswa jurusan Ekonomi Pembangunan di Universitas Negeri Semarang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Madina Angelia Zahwa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) dalam program Giat 12 menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat dengan memperkenalkan inovasi pakan ternak. Kegiatan ini berlangsung pada hari Kamis, 31 Juli 2025 dan bertempat di Desa Bogorejo, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora, mereka menginisiasi pembuatan silase, yaitu metode pengawetan pakan ternak dari hijauan. Kegiatan ini bertujuan mengatasi kesulitan peternak dalam mencari pakan, terutama saat musim kemarau panjang yang sering kali menyebabkan kelangkaan rumput.

Silase dibuat dengan memanfaatkan berbagai jenis hijauan, seperti daun singkong, daun tebu, dan rumput odot yang melimpah di desa tersebut. Proses pembuatannya melibatkan pencacahan hijauan, pencampuran dengan probiotik atau tetes tebu, lalu dimasukkan ke dalam wadah kedap udara, seperti tong atau drum. Selanjutnya, hijauan tersebut difermentasi selama beberapa minggu. Metode ini menghasilkan pakan yang bernutrisi stabil, tahan lama, dan mudah dicerna oleh hewan ternak. "Kami melihat potensi besar dari sumber daya alam di Desa Bogorejo. Daun singkong dan hijauan lain banyak tersedia, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal," kata Ketua UNNES Giat 12 Desa Bogorejo, Ilham Hidayatullah. "Dengan silase, kami berharap peternak bisa lebih mandiri dan tidak lagi khawatir kekurangan pakan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas peternakan mereka.", tambahnya.
Para peternak di Desa Bogorejo menyambut baik inisiatif ini. Mereka mengaku sering kesulitan mencari pakan saat musim kemarau, yang berdampak pada kesehatan dan bobot hewan ternak. Pelatihan yang diberikan oleh mahasiswa UNNES Giat 12 diharapkan dapat memberikan bekal keterampilan baru bagi para peternak. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bukti nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, tetapi juga merupakan langkah konkret dalam mendukung ketahanan pangan lokal.
Mahasiswa UNNES Giat 12 Desa Bogorejo berharap program ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi desa-desa lain. Inovasi ini membuktikan bahwa dengan pendekatan yang tepat, sumber daya lokal dapat dioptimalkan untuk menciptakan solusi berkelanjutan bagi masalah yang dihadapi masyarakat.
