Konten dari Pengguna

Sistem Informasi Bukan Cuma Ngoding: Ini Peran Lulusannya di Dunia Kerja

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Maelani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pengembangan web. Foto: Mohammad Rahmani/Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengembangan web. Foto: Mohammad Rahmani/Unsplash

Setiap tahun, ribuan calon mahasiswa memilih jurusan Sistem Informasi (SI). Tapi masih banyak yang salah kaprah. Ada yang mengira SI sama persis dengan Teknik Informatika, ada juga yang mengira isinya cuma belajar membuat aplikasi. Padahal, SI punya posisi yang cukup berbeda di dunia kerja.

Apa Bedanya dengan Informatika?

Secara sederhana, Informatika berfokus pada bagaimana teknologi dibangun: algoritma, struktur data, kecerdasan buatan, dan sejenisnya. Sementara SI berfokus pada bagaimana teknologi dipakai untuk menyelesaikan masalah nyata di organisasi.

Karena itu, kurikulum SI biasanya memadukan dua sisi. Dari sisi teknis, mahasiswa belajar pemrograman, basis data, jaringan, dan pengembangan web. Dari sisi bisnis, mereka belajar analisis kebutuhan, proses bisnis, manajemen proyek, audit sistem informasi, hingga tata kelola TI. Hasilnya, lulusan SI diharapkan bisa jadi penghubung antara pengguna yang butuh solusi dan tim teknis yang membangunnya.

Kenapa Lulusannya Dibutuhkan?

Coba perhatikan sekitar kita. Rumah sakit memakai sistem rekam medis digital, bank melayani nasabah lewat aplikasi, dan pelaku UMKM berjualan lewat marketplace. Semua itu berjalan di atas sistem informasi.

Masalahnya, membangun sistem bukan cuma soal kode. Sebuah aplikasi bisa dibuat dengan rapi secara teknis, tapi tetap gagal kalau nggak sesuai dengan cara kerja penggunanya. Di sinilah peran orang yang memahami teknologi sekaligus kebutuhan organisasi, dan itulah ruang kerja lulusan SI.

Menurut Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Indonesia membutuhkan sekitar 12 juta talenta digital hingga tahun 2030, sementara pasokan yang tersedia saat ini baru sekitar 3 juta orang. Kesenjangan inilah yang membuat lulusan bidang teknologi informasi, termasuk Sistem Informasi, semakin dibutuhkan.

Posisi yang Umum Diisi Lulusan SI

Karir lulusan SI cukup beragam. Beberapa posisi yang sering diisi:

  • Business analyst dan system analyst, yang menerjemahkan kebutuhan bisnis menjadi spesifikasi sistem.

  • Data analyst, yang mengolah data menjadi informasi untuk pengambilan keputusan.

  • IT project manager, yang mengatur jalannya proyek pengembangan sistem.

  • UI/UX researcher, yang meneliti kebutuhan dan kebiasaan pengguna.

  • Developer, baik frontend, backend, maupun QA, terutama bagi yang memperdalam pemrograman.

Jadi SI nggak mengunci kamu di satu jalur saja. Kamu bisa condong ke sisi teknis, sisi analisis, atau sisi manajemen, tergantung minat.

Tantangan yang Perlu Disiapkan ;

Fleksibel bukan berarti gampang. Lulusan SI dituntut menguasai banyak hal sekaligus, dan risikonya adalah "serba tanggung" kalau nggak punya spesialisasi. Karena itu, penting untuk memilih satu fokus sejak kuliah, entah itu data, pengembangan web, atau analisis bisnis, lalu mendalaminya lewat proyek nyata.

Selain itu, kemampuan non-teknis sama pentingnya. Lulusan SI harus bisa berkomunikasi dengan orang non-teknis, menjelaskan hal rumit dengan bahasa sederhana, dan bekerja dalam tim. Kemampuan seperti ini jarang terasah lewat teori saja, tapi lewat magang, kerja tim, dan lomba.

Pengalaman ini saya rasakan sendiri saat mengikuti lomba pengembangan web bersama tim. Saya bertanggung jawab di bagian antarmuka (frontend), sementara teman satu tim mengerjakan backend dan desain. Tugas saya bukan sekadar menulis kode, tetapi menentukan tampilan yang cocok untuk pengguna, lalu memastikan tampilan itu benar-benar bisa dipakai dengan nyaman. Dari situ saya belajar bahwa koordinasi dengan tim dan pemahaman terhadap kebutuhan pengguna sama pentingnya dengan kemampuan teknis.

Penutup

Memilih SI berarti memilih jalur yang menggabungkan teknologi dan bisnis. Jurusan ini cocok bagi mereka yang suka memecahkan masalah, bukan sekadar menulis kode. Dari pengalaman saya sendiri, kemampuan teknis memang penting, tetapi memahami pengguna dan berkoordinasi dengan tim sering kali menentukan hasil akhirnya. Karena itu, tentukan fokus, bangun pengalaman nyata, dan latih kemampuan komunikasi sejak dini.