Konten dari Pengguna

BRICS Percepat Penggunaan Mata Uang Lokal Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Maflindo Butar Butar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Negara-negara BRICS memperkuat komitmen untuk memperluas penggunaan mata uang lokal dan meningkatkan konektivitas sistem pembayaran lintas negara sebagai langkah menghadapi ketidakpastian ekonomi global yang masih berlanjut.

Komitmen tersebut mengemuka dalam 2nd BRICS Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (BRICS FMCBG) yang berlangsung pada 9-10 September 2026 di Mumbai, India. Pertemuan tersebut menegaskan pentingnya kerja sama ekonomi dan keuangan yang lebih konkret guna mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi negara-negara anggota.

Di tengah meningkatnya tantangan global, mulai dari perlambatan ekonomi, gejolak pasar keuangan, hingga ketegangan geopolitik, negara-negara BRICS menilai penggunaan mata uang lokal dapat menjadi salah satu solusi untuk memperkuat ketahanan ekonomi masing-masing negara. Melalui skema tersebut, transaksi perdagangan dan investasi antarnegara anggota diharapkan menjadi lebih efisien, dengan biaya konversi yang lebih rendah dan risiko fluktuasi nilai tukar yang lebih terkendali.

Selain mendorong transaksi menggunakan mata uang lokal, BRICS juga menekankan pentingnya penguatan konektivitas pembayaran lintas negara. Sistem pembayaran yang semakin terhubung diyakini dapat mempercepat transaksi internasional, meningkatkan inklusi keuangan, serta mendukung pertumbuhan perdagangan dan investasi antaranggota.

Langkah tersebut mencerminkan semakin kuatnya upaya negara-negara BRICS untuk membangun arsitektur keuangan internasional yang lebih beragam dan tangguh. Alih-alih menggantikan peran mata uang global yang sudah ada, inisiatif ini lebih diarahkan pada perluasan pilihan transaksi dan penguatan kerja sama ekonomi antarnegara berkembang.

Bagi negara-negara anggota, penggunaan mata uang lokal dinilai mampu memberikan manfaat nyata dalam menjaga stabilitas ekonomi domestik sekaligus memperkuat daya tahan terhadap guncangan eksternal. Kebijakan tersebut juga membuka peluang bagi peningkatan perdagangan regional yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Di tengah dinamika ekonomi dunia yang terus berubah, komitmen BRICS untuk memperkuat penggunaan mata uang lokal dan konektivitas pembayaran menunjukkan arah baru kerja sama ekonomi global yang semakin mengedepankan kemandirian, efisiensi, dan

Ilustrasi oleh Maflindo Butar Butar

ketahanan ekonomi jangka panjang.

BRICS merupakan kelompok negara berkembang yang kini beranggotakan Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, serta sejumlah negara anggota baru yang bergabung dalam beberapa tahun terakhir. Kelompok ini mewakili porsi signifikan dari populasi, perdagangan, dan perekonomian global, sehingga berbagai kebijakan yang dihasilkan kerap menjadi perhatian dunia internasional.