Konten dari Pengguna

Lewat Industri Kreatif, Batik dan Kerajinan Tangan Kian Diminati Pasar Global

maharani

maharani

Mahasiswa Unpam Jurusan Teknik Industri

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari maharani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Batik dan Kerajinan Tangan (AI-generated illustration)
zoom-in-whitePerbesar
Batik dan Kerajinan Tangan (AI-generated illustration)

UMKM kembali menunjukkan perannya sebagai pilar penting dalam ekonomi Indonesia. Selain berfungsi sebagai penyangga di saat-saat sulit, sektor ini kini memberikan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap hampir 97 persen dari total tenaga kerja di negara ini. Sampai saat ini, jumlah pelaku UMKM di Indonesia telah mencapai lebih dari 64 juta unit usaha. (Sumber: Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto).

Saat ini, banyak pelaku UMKM mulai beradaptasi melalui inovasi dan penggunaan teknologi digital. Mereka mulai memasarkan produk melalui platform e-commerce, merancang desain yang lebih kekinian, serta menggunakan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dalam produksi.

Berdasarkan laporan Bank Indonesia (2024), kegiatan usaha mikro, kecil, dan menengah yang menggunakan media digital naik sebesar 35 persen dibandingkan tahun lalu. Statistik ini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital benar-benar membuka peluang bagi pelaku usaha kecil untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan efisiensi operasional mereka. (Sumber: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, 2024).

Proses perubahan ini juga didorong oleh sejumlah program pemerintah, seperti Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang sangat diminati oleh generasi muda saat ini. Selain itu, daya tarik batik dan produk kerajinan dari UMKM menjadi pilar utama ekonomi kreatif di Indonesia, mengintegrasikan seni tradisional (seperti pola Sogan, Mega Mendung, dan Parang) dengan inovasi (seperti ecoprint, pola modern, dan pemasaran digital) untuk menghasilkan produk bernilai tinggi (seperti kain, pakaian, aksesoris, dan souvenir).

Banyak produk dari dalam negeri kini berhasil memasuki pasar internasional, khususnya batik dan kerajinan tangan karya UMKM yang semakin diminati pembeli dari Asia hingga Eropa. Hal ini menjadikan batik dan kerajinan tangan dinilai memiliki posisi strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. Selain menyerap tenaga kerja, sektor ini juga berkontribusi dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Indonesia.

Jika tren positif ini berlanjut, Indonesia berpotensi menjadi pusat industri inovatif yang mampu bersaing di tingkat global.