Konten dari Pengguna

Jarang Mandi: Kebiasaan Sepele yang Bisa Menimbulkan Dampak Besar Bagi Kesehatan

Mahira Putri Widayuniar

Mahira Putri Widayuniar

Mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat FIKKIA Universitas Airlangga

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mahira Putri Widayuniar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Orang yang Jarang Mandi Sumber: istockphoto.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Orang yang Jarang Mandi Sumber: istockphoto.com

Seseorang yang jarang mandi biasanya disebabkan karena kesibukan sehari-hari, cuaca yang dingin, atau sekedar merasa tubuhnya masih bersih. Padahal, mandi sangat penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan kulit. Meskipun terlihat sepele, nyatanya jarang mandi dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan manusia. Apa saja dampaknya? Simak artikel berikut!

Bau Badan Akibat Bakteri

Mandi dengan sabun antibakteri dapat membunuh bakteri penyebab bau badan, seperti Staphylococcus hominis dan Corynebacterium acnes. Bakteri ini hidup di area yang memiliki folikel rambut dan di sekitar kelenjar apokrin. Bakteri ini memang tidak berbahaya, tetapi jika bercampur dengan keringat dapat menghasilkan bau badan. Bau badan dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi diri sendiri dan orang lain. Oleh karena itu, mandi sangat penting untuk mencegah perkembangan bakteri tersebut.

Berbagai Permasalahan Kulit

Jarang mandi dapat merusak kesehatan tubuh dan kulit secara keseluruhan. Kotoran, minyak, sel kulit mati, dan keringat yang menumpuk di permukaan kulit juga dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan jamur. Hal ini tidak hanya menyebabkan bau badan, tetapi juga dapat mengakibatkan risiko lebih tinggi terhadap infeksi kulit, jerawat, dan iritasi.

Risiko Menggunakan Deodoran Tanpa Mandi

Ketergantungan pada deodoran tanpa mandi dapat meningkatkan risiko timbulnya abses, terutama di area ketiak. Deodoran hanya berfungsi untuk menutupi bau badan, tetapi tidak untuk menghilangkan kotoran, keringat, dan bakteri yang cenderung menumpuk di permukaan kulit. Jika digunakan pada kulit yang kotor, pori-pori akan tersumbat dan menjadi tempat berkembang biaknya bakteri. Dalam kondisi ini, bakteri dapat menembus kulit dan menimbulkan infeksi yang berkembang menjadi abses, yaitu massa yang sakit dan meradang berisi nanah.

Untuk menjaga kulit tetap bersih dan sehat, dianjurkan untuk mandi minimal dua kali sehari, terutama setelah berolahraga berat atau berkeringat. Mandilah dengan air hangat yang tidak terlalu panas, dan gunakan sabun yang sesuai dengan jenis kulit, lebih baik lagi jika sabun tersebut antibakteri. Dengan menjaga kebiasaan mandi yang baik, tubuh tidak hanya akan lebih bersih, tetapi juga lebih terlindungi dari infeksi dan penyakit kulit lainnya.